My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Berita



"Jaayyy,,, Bangun udah pagi,lo harus cepat bangun siap² ini hari senin,entar lo bisa terlambat" Ucap seorang gadis berparas cantik dengan seragam sekolah yang dikenakannya.


"Jay,,buruan,awas lo ya kalo nyalahin gue nanti kalo terlambat,jaayyy,,,, Buruan kasian bunda udah nungguin" Ucapnya lagi sambil mengguncang keras badan adiknya yang susah di bangunkan.


"Iya kak Ji ku sayang,,Ini jay udah bangun," ucapnya sambil sambil duduk namun dengan mata yang masih tertutup.


"Udah buruan mandi sana,kita sarapan" kata gadis yang di panggil Ji itu


***


Di sekolah setelah melaksanakan upacara


"Jii,, Jihan,,, tungguin gue,huh" ucap seorang gadis dengan nafas yang ngos-ngosan


"Apa sih din,lo ngapain lari² sih?" Tanya jihad


Ya,, gadis itu Adalah Jihan Larasati,gadis berparas cantik yang banyak di sukai para siswa di sekolah tersebut, dengan sifatnya yang ramah dan cerdas,


"Gue ngejar lo bege,lo udah dengar berita gak?" Tanya dinda salah sahabat jihan


"Berita apa,,gue gak dengar apa² gue bukan lo yang doyan gosip gak penting" ucap jihan terkekeh


"Sialan lo,, Lo tau gak,kalo hari ini katanya bakal ada kedatangan guru baru,masih muda lagi,Kalo gak salah dia yang bakal ngantiin bu devi alias guru biologi" jelas dinda


"Ganteng gak din,?" Tanya sofi yang ikut menimpali omongan dinda


"Lo berdua ya kalo soal cowok aja cepet banget,giliran di suruh ngerjain tugas lelet nya minta ampun" kata jihan sambil berjalan merangkul pundak dinda dan sofi


"Ji,,lo mau bunuh gue yaa,ke cekek gue begok,gue belum mau mati sekarang, gue belum nikah masih pengen tau rasanya surga dunia" sarkas dinda yang tak henti-hentinya ngoceh


"Hedeehhh,,,dasar Omes" jihan memukul kepala dinda


"Apa apaan sih lo,udah tau otak gue rada konslet masih di pukul juga, kalo makin konslet gimana" dinda mengusap kepalanya yang di pukul jihan


"Gak harus jihan sentuh kepala lo emang udah konslet dinda" sofi ikut menimpali


"Sialan lo berdua" ucap dinda cemberut sambil melangkah menuju tempat duduknya


"Ini trio kutukupret mana kok pada belum keliatan"


"Gaya lo kangen,kangen pengen muntah gue denger bacot lo" Jawab sofi


"Kalo sama gue pasti kangen ya kan?" Timpal Ubay menghampiri Jihan di tempat duduknya


"Kalo sama ubay baru gue kangen,karna ubay baik gak kayak lo playboy cap kadal" sofi sambil memeluk leher ubay dari belakang


"Akhh,,sofi gila lo mau bunuh gue,hah" Ubay sambil memukul lengan sofi yang memeluknya dari bangku tempat duduk sofi


"Lo ya,,,kalo gitu bukan meluk tapi nyekek namanya" kata Razi melepaskan tangan sofi dari leher ubay


"Ah,,lebay lo gitu aja udah menye menye" ucap sofi mendorong bahu ubay


Kring,,, kring,,, kring,,,,🔔🔔🔔


Sekarang sudah memasuki jam pelajaran


"Pagi Anak anak,,," ucap pak iwan Wali kelas dari kelas dua belas yang di isi jihan dan kawan kawan


"Pagi juga pak iwan" ucap siswa siswi serempak


"Pak iwan tumben ganteng hari ini" ucap salah satu murid yang tak lain adalah Jihan


"Memangnya sebelumnya bapak tidak tampan begitu?" Tanya pak iwan balik


"Bukan gitu pak,tapi beda aja, wajah bapak keliatan berseri-seri seperti orang baru dapat jackpot aja" kali ini bukan jihan yang menimpali tapi dinda


Membuat seluruh murid di kelas itu tertawa karna tingkah jihan and the gang


"Kamu ini ada² saja" pak iwan menggelengkan kepalanya, sudah tak heran bagi pak iwan dengan sikap enam murid di kelas tersebut, mereka terkenal dengan kenakalan nya,namun juga kecerdasan nya,namun meskipun begitu pak iwan tetap menyayangi Mereka terlebih lagi jihan dan sahabatnya,meski di balik kenakalan nya itu terdapat kebaikan dan kelembutan yang di miliki oleh mereka.


Tiba-tiba.....


"Kak Ji,ikut gue sekarang, jay dalam masalah" Ucap seorang siswa yang langsung masuk ke ruangan tersebut dan menarik tangan jihan


"Kamu ini gerry,datang² tanpa Permisi langsung nyelonong aja" ucap pak iwan pada gerry yang tengah berjalan melewatinya menuju arah pintu


"Hehe,,,maaf pak,saya tidak sadar kalo di sini ada bapak,maaf ya pak saya pinjam dulu kak jihan nya ada masalah darurat soalnya" Ucap gerry berhenti sejenak lalu berjalan lagi menuju tempat yang sebelumnya dia tuju.