My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Terlambat



Di depan gerbang sekolah


Jihan dan ke lima sahabatnya tengah berdiri dengan posisi berjajar sedang berdebat dengan pak adam satpam penjaga gerbang sekolah.


"Pak adam yang baik hati dan tidak sombong,,ayolah bantu kita bukain gerbangnya ya,,,plisss" dinda memohon dengan wajah yang di buat semelas mungkin


"Tidak boleh,,kalian terlambat. Sebentar bapak telpon pak iwan dulu" ucap pak adam merogoh saku celananya untuk mengambil Ponselnya


"Jangan pakkk,,," ucap mereka bersamaan


Membuat pak adam menghentikan gerakannya karna kaget dengan suara keras mereka


Tin... tin... tin...


Suara klakson mobil yang juga berhenti di depan gerbang


Keluar tiga murid yang tak lain adalah max,ivan dan dafa.


"Kamu juga terlambat tidak boleh masuk" ucap pak adam mengacungkan tongkat nya menunjuk pada ketiga murid baru tersebut.


"Ya Ampun pak,,baru sepuluh menit doang" ucap dafa


"Mau sepuluh menit Mau lima menit kalo terlambat tetap gak boleh masuk,siapa suruh telat makanya kalo berangkatsekolah langsung pada tujuan jangan keluyuran" tegas pak adam


"Pak saya kan udah bilang dari tadi kita telat karna ban mobil kita bocor jadi ganti ban dulu,bukan keluyuran pak" dinda tak terima dengan perkataan pak adam yang bilang mereka keluyuran


Mereka terdiam dengan wajah pasrah


Ubay melirik jihan yang hanya diam sedari tadi,padahal biasanya dinda dan jihan lah yang paling rame


"Ji," Panggil ubay


"Hem" jawab jihan sambil nyengir kuda menunjukkan deretan giginya bagian depan


Jihan seakan mengerti dengan apa yang di maksud oleh ubay,jihan melangkah ke depan dinda,berdiri di tengah-tengah pak adam dan dinda.


"Pak adam sayang,,,biarkan kami masuk yaa,," ucap jihan manja dengan wajah sok imut nya sambil mengerjapkan matanya


Pak adam yang awalnya terlihat galak jika berhadapan kini berubah menjadi seperti layaknya bapak yang di rayu oleh anaknya,, pak adam memang cukup mengenal jihan dan menyayangi nya,meski dengan kenakalan jihan tapi pak adam menyayangi jihan tulus,pak adam bilang jika melihat jihan dia seperti melihat anaknya yang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


"Ya Ampun,,,sedang apa dia" ucap ivan yang melihat tingkah konyol jihan


Sedangkan sahabat jihan berusaha keras menahan tawa mereka agar tidak pecah.


Bahkan razi dan sofi sampai jongkok di belakang dinda dan ubay,mengintip dari celah mereka berdiri.


"Ayolah,,,,janji lain kali gak telat lagi kok" ucap jihan menunjukkan jari kelingkingnya.


Pak adam yang melihatnya tak mampu lagi menahan dirinya agar tidak tertawa.


Membuat mereka semua ikut tertawa.


Kecuali max dan Arman yang hanya terkekeh, mungkin Arman tertawa kencang di dalam hati aja yaaa😅


"Ada apa ini?" Suara bariton yang sangat familiar di telinga jihan membuat jihan menghentikan aksinya.


"Mampus gue,bisa kena hukum gue kalo ketauan telat" batin jihan mematung mendengar suara suaminya


"Waduhhh,,,,lebih Gawat ini" gumam ubay menyenggol lengan dinda,dan di benarkan oleh mereka


"Kenapa pada diam" ucap Sean tegas


"Ini pak,mereka semua terlambat dan maksa untuk di bukakan pintu gerbang" jelas pak adam,sebenarnya pak adam tidak tega melihat wajah mereka yang tegang,terlebih jihan yang mungkin sudah di pastikan habis ini mereka akan mendapatkan hukuman.


Sean yang mendengarnya menatap jihan dengan tajam,seolah bertanya kenapa bisa terlambat. Padahal jelas tadi jihan berangkat bersama jeno setengah jam sebelum jam sekolah di mulai,jika tepat waktu jihan masih punya waktu 15 menit Santai di sekolah. Sean lalu melirik semua sahabat jiha seolah mempertanyakan kenapa bisa bersama mereka tidak bersama jeno.


Sean menghela nafas panjang


"Apalagi ini jihan,ada aja kelakuannya" batin sean


"Ya sudah pak,biarkan saja mereka masuk. Dan kalian habis ini kumpul di lapangan,saya tidak mau tau alasan kalian,dalam waktu lima menit kalian tidak berkumpul, kalian akan tau sendiri akibatnya" tegas sean membuat mereka bergidik ngeri melihat sean. sean melirik jihan kembali lalu pergi meninggalkan tempat itu.