My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Upacara



"sendiri aja ji yang lain mana?" Tanya max yang baru saja selesai memarkir motor nya sambil Melepaskan helm


"Ehh,elo Max,, gue gak tau soalnya baru sampe juga" jawab jihan menghentikan langkahnya berbalik pada max


"Noona ayaaaannngggg" Tiba-tiba Ubay berlari dan langsung memeluk jihan tanpa memperdulikan motornya yang di parkir sembarangan


"ubay lepasin gue gak bisa napas" Jihan berusaha melepaskan diri ubay sedangkan yang lain hanya menatap malas ke arah jihan dan ubay yang di bilang lebay


"Ini tarzan kenapa kayak orang kesurupan gini" Tanya jihan menatap penuh Tanya pada yang lain


"Habis di tolak dia ji,sepertinya pamor dia udah luntur" Jawab razi terkekeh


"Kalian Mau sekolah apa mau jadi reporter acara gosip?" Baru saja dinda membuka mulut hendak menjawab jihan namun Suara bariton terdengar dari arah belakang menghentikan mereka


"Pagi pak sandy" Ucap mereka serempak


"Hemm,,cepat masuk segera ke lapangan,saya tidak akan mentoleri jika ada murid yang terlambat saat upacara" Sandy berlalu begitu saja tanpa menghiraukan mereka


"Guru di sini kenapa modelan gitu semua ya yang muda" Seru ivan menatap kepergian sandy


"hooh,,Pak sean juga gitu,bahkan lebih parah dari pak sandi,wajah aja yang elit tapi senyum sulit" tambah dafa dengan tawanya


"Dasar cumi,guru sendiri di gibahin" Ubay memukul pundak dafa


"Mau elit mau sulit pak sean jelas lebih oke dari pada lo" ucap sofi tepat di depan wajah dafa dengan suara yang lantang


"waahhh jangan galak galak neng entar jatuh cinta baru tau rasa" kata dafa sambil mengedipkan sebelah matanya


uweekkkk,,,, mereka semua kompak berlagak seolah mau muntah


"Udah diam cepet masuk" arman berjalan di tengah-tengah mereka memasuki sekolah dan di ikuti oleh yang lainnya.


Di tengah-tengah Upacara pas pengibaran bendera merah putih


"Bay,,,kok gue lemes gini yaa,gemetar juga badan gue panas dingin bawaannya" Bisik jihan pada ubay Yang berbaris tepat di sebelahnya sambil mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya


"Lo pucat banget ji,lo sakit?" Tanya ubay dengan raut wajah yang terlihat begitu khawatir


Mendengar ucapan ubay,sahabat jihan yang lain menoleh kearah barisan belakang dimana jihan dan ubay berada.


"Ji,,sumpah lo itu pucat banget mendingan lo ke uks aja istirahat" Ucap dinda tak kalah khawatir melihat keadaan sahabatnya itu.


Bruukkk


Bertepatan dengan komandan upacara memberikan komando untuk hormat Tiba-tiba jihan pingsan tepat di dalam dekapan ubay


Melihat itu sempat terjadi kehebohan namun tak berlangsung lama,Ubay langsung menggendong jihan keluar dari lapangan untuk membawanya ke UKS.


Sean yang melihatnya tak tinggal diam,dia izin untuk melihat keadaan jihan dengan alasan bahwa hanya sean guru yang tidak memiliki peran saat upacara dan usulan itu mendapat persetujuan juga dari guru yang lain.


Dengan langkah lebarnya ubay membawa jihan di ikuti dinda dan sofi.


"Ubay,," Sean langsung masuk ke dalam UKS dimana jihan berada


Sean langsung memeluk jihan sambil mengelus kepala jihan sedangkan dinda dan sofi mereka sibuk mengoleskan minyak angin di seluruh tubuh jihan,


"Gimana ceritanya jihan bisa pingsan" Tanya sean tanpa mengalihkan pandangannya dari jihan yang masih belum sadarkan diri


Ubay menjelaskan sesuai apa yang dia bicarakan dengan Sahabatnya tadi