My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Kejujuran Arman



Arman tampak menghela nafas panjang dan memijit pelipisnya untuk mengurangi rasa peningnya.


Mereka masih terdiam satu sama lain,sedangkan jihan di bawa sean untuk keluar jalan-jalan di taman rumah sakit agar pikirannya sedikit terhibur.


"Huhhh,,, Sebenarnya jihan tak selemah yang kalian lihat" Ucap Arman menghembuskan nafasnya


"Apa maksud lo man" Tanya razi yang tidak mengerti maksud Arman


"Lo pernah dengar sebuah geng motor rangers,yang anggotanya terdapat beberapa perempuan," Arman menjeda ucapannya menatap razi dan beralih pada rendy,Angga dan andi


"Jihan adalah anggota inti dari rangers,jihan bergabung dengan mereka karna gue dan ubay" Lanjut Arman


Di sebuah tempat yang Tampak kelihatan seperti biasa jika di lihat dari luar,namun siapa yang tau isi di dalam nya


"Bentar yaa ji gue mau nemuin seseorang dulu,lo tunggu aja di sini jangan kemana-mana,awas aja lo kalo sampek ilang" Ucap Arman yang di angguki oleh jihan


Jihan duduk di sebuah kursi yang terdapat di teras rumah tersebut,saat jihan asik memainkan ponselnya terdengar samar-samar suara beberapa perempuan yang seperti sedang bertarung,jihan yang memiliki jiwa kepo bangun dan mencari sumber suara tersebut.


Saat di samping belakang rumah tersebut jihan melihat beberapa orang sedang latihan beladiri, jihan yang memang sangat menyukai hal seperti itu tertarik dan semakin mendekat ke sebuah pintu yang mengarah masuk ke ruangan tersebut.


Pukk,, jihan di kagetkan oleh seseorang yang menepuk pundak nya dari belakang.


"Lo siapa,ngapain disini" Pertanyaan itu tertuju pada jihan yang tampak gugup karna ketahuan mengintip


"Guee,,gue kesini bareng Arman,maaf gue tidak bermaksud yang macam-macam kok" jelas jihan takut orang yang di depannya salah paham


"Lo yang bernama jihan,,?" Ucapnya Tiba-tiba membuat jihan terlihat bingung lantaran orang di depannya tau siapa dirinya


"Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" jihan malah balik bertanya pada orang tersebut


"Kenalin gue Jung,tapi orang banyak manggil gue Jake terserah lo mu manggil gue apa" ucap laki-laki yang sekitar umur duapuluh empat tahun itu memperkenalkan diri


"Hehehe,,iya sekarang aku ingat Arman sering bercerita tentang kakak,gak nyangka tertanya aku bisa ketemu langsung sama kak jung" Jawab jihan agak canggung


"Hei,,,lo gue cariin kemana-mana gak ada gak taunya malah disini" Arman mendorong jihan dari belakang dan menangkapnya lagi agar tidak terjatuh


"sorry,,gue bosan lo sih lama banget" Ucap jihan


"Balik yukk" Ajak arman menarik tangan jihan


Sebelum pergi jihan masih sempat menoleh ke ruangan yang di gunakan untuk latihan tersebut.


"Beneran kak,serius aku boleh kesini lagi" Tanya jihan dengan mata berbinar dan melepaskan tangan Arman untuk kembali ke hadapan jake


Heem,, Jake menepuk puncak kepala jihan beberapa kali,terlihat tatapan yang sulit di artikan saat jake menatap jihan,dan arman melihatnya.


khake yang misterius dan tak tersentuh lulus begitu saja pada seorang gadis SMA yang baru di temuinya.


Semenjak hari itu jihan dan jake semakin dekat,banyak orang yang mengira jika mereka adalah kakak beradik karna wajahnya yang sedikit mirip,tapi jika arman dan ubay menelisik wajah jake lebih mirip jay dari pada jihan.


Sampai suatu hari jihan resmi bergabung dengan geng rangers di mana jake yang menjadi ketua.


Banyak yang segan dengan jihan bukan karna hanya kedekatan nya dengan jake melainkan kemampuan jihan dalam bidang apapun,kemampuan jihan setara dengan jake bahkan mereka terbilang saling melengkapi dalam segi apapun.


###


Satu minggu berjalan begitu cepat,jihan sudah kembali ke rumahnya sejak empat hari setelah menjalani operasi,namun setiap hari nya jihan selalu rutin menjenguk ubay di rumah sakit yang masih belum sadarkan diri.


"Mau ke rumah sakit lagi,?" Tanya sean sambil meletakkan sendoknya di atas piring


"Iya mas,,udah janjian sama yang lain juga,mas mau ikut" jihan beranjak sambil membawa piring kotor di tangannya


Tiba-tiba sebuah tangan menelusup melingkari perut jihan,jihan yang sudah tau siapa pelakunya membiarkan nya saja dan terus melanjutkan aktivitas nya.


"Mas gak ikut yaa,ada urusan sama yang lain" Ucap Sean meletakkan dagunya di bahu jihan


jihan hanya diam mengangguk tanpa suara,


###


Di sebuah ruangan sean tengah menatap tajam empat orang yang berada di depannya dengan kondisi tangan yang terikat ke atas dan setuju tubuh yang babak belur


"Lo masih mau menyembunyikan siapa orang sudah membayar lo buat mencelakai istri gue" Sean menatapnya dengan tatapan yang menghunus,membuat siapa saja yang melihatnya akan bergidik dengan ekspresi sean yang sekarang.


Rendy maju sambil merogoh saku celananya dan mendekati salah satu dari mereka.


"Lo kenal dengan mereka,," Tanya rendy menunjukkan senyum iblisnya


Pria tersebut langsung terlihat pucat dan gemetar melihat apa yang rendy tunjukkan.


"Lo belum tau gimana rasanya kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup lo,Apa lo harus mengalaminya dulu baru lo akan sadar" Ucap rendy memukul pelan dada pria tersebut dengan satu lembar benda di tangannya yang bisa di pastikan jika itu sebuah foto