My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Tak bisa di selamatkan



Di rumah sakit Jihan langsung di tangani oleh dokter khusus kandungan.


Sedangkan ubay di tangani Lansung oleh andi yang seorang dokter.


Di depan ruangan tersebut Semuanya tengah berkumpul menunggu kabar dari dokter.


Sampai akhirnya ruangan tersebut terbuka dan menampilkan seorang dokter yang keluar sambil Melepaskan masker nya.


"Sebelumnya saya mohon maaf tuan muda,tapi saya harus menyampaikan berita ini kepada anda" Ucap dokter tersebut menundukkan kepalanya


Deg,,, Sean merasakan hal besar terjadi menimpanya


"Katakan dokter jangan basa-basi" Ucap Sean lantang namun tepat dengan kedatangan mommy sarah yang kini beralih ke belakang sean dan mengelus nya


"sabar sayang jangan emosi dengar dulu dokter bicara apa" Ucap mommy sarah


"Begini tuan nyonya,Kami sudah memeriksa keadaan nyonya muda dan nyonya muda sudah kembali dari masa kritis nya,tapi,,,,Kami tidak bisa menyelamatkan bayinya,terdapat benturan yang menyebabkan cidera pada bayinya dan juga di tampak nya nyonya muda mengalami syok yang luar biasa disaat yang bersamaan" Jelas dokter tersebut dengan raut wajah yang tak kalah sedih


Mendengar penjelasan dokter sean langsung terjatuh ke lantai,Merasa tak kuat menahan beban tubuhnya.


Angga dan rendy langsung membantu nya membawa sean duduk di kursi.


Mommy sarah tak kuasa menahan tangisnya,bahkan mommy sarah sampai pingsan dan di bawa ke ruang perawatan.


Dinda dan sofi hanya bisa menangis mendengarnya,dua sahabatnya kini terbaring di rumah sakit dengan kondisi yang Sama memperihatinkan.


"Gerry,,Gue akan membunuh lo dengan tangan gue sendiri" arman bangun dari tempat duduknya berjalan dengan wajah yang merah dan kedua tangan yang terkepal kuat


"Arman" Razi menyadari kepergian arman akan menyebabkan sesuatu


"Ga,,gue kejar arman dulu" Rendy berlari mengejar razi yang juga tengah mengejar arman


###


Sean menggendong anaknya menatap wajah makhluk mungil yang ada di gendongannya.


"Kenapa secepat ini Boy,gimana cara daddy mengatakan pada mommy mu nanti" Air mata sean mengalir begitu saja


Wajah dingin dan tegas itu hilang begitu saja.


"Sen boleh mommy menggendong nya,jihan sudah sadar nak,temui istri mu,kita harus segera memakamkan anak mu,kasian dia tak baik di tahan lama lama" Mommy Sarah mengelus pundak anak sulung nya tersebut memberi nya kekuatan


Sean langsung memberikan bayinya pada mommy sarah dan meninggalkan ruangan itu menuju ruangan jihan di rawat.


Ceklek


"Mass,," Airmata jihan langsung mengalir tanpa henti melihat kedatangan suaminya


"Mas mana anak kita mas,mereka diam tak mau menjawab aku dari tadi,dia baik-baik saja kan mas,dimana dia bawa aku kesana mas" Desak jihan menggoyang tubuh suaminya


Sean memejamkan matanya menahan rasa sesak di hatinya.


"Sayang,,,anak kita baik-baik saja dia sudah tidak merasakan sakit lagi,kita menyayangi nya tapi tuhan lebih menyayanginya,jangan gini sayang kasian dia pasti sedih melihat mommy nya seperti ini" Sean mengeratkan pelukannya berucap dengan suara yang bergetar,berusaha kuat di depan jihan


Mendengar ucapan sean,jihan sudah bisa memastikan jika hal buruk terjadi pada anaknya. Jihan tak kuasa menahan tangisnya sampai histeris.


"Ini semua salah aku mas,aku gak bisa menjaganya" Teriak jihan melepaskan tubuhnya dari sean dan menyalahkan dirinya sendiri


"Enggak sayang,,ini bukan salah kamu," ucap Sean berusaha menenangkan jihan


Sean terus membujuk jihan dan menenangkan nya,sampai akhirnya jihan tenang dan meminta ikut untuk tempat peristirahatan terakhir anaknya.


###


"Sayang" Bunda ais dan mommy sarah menoleh saat mendengar suara pintu terbuka


Jihan berjalan ke arah brankar yang terdapat kain putih di atasnya.


Jihan membuka kain tersebut dengan tangan dan tubuh yang gemetar,


"biar mas yang buka" sean menggenggam tangan jihan dan membuka kain tersebut bersamaan


Jihan memalingkan wajah nya saat kain tersebut Terbuka,tampak air mata jatuh membasahi lengan sean


"Lihatlah sayang,,setelah ini mas akan membawanya" Bisik sean


perlahan jihan memalingkan wajahnya menatap tubuh mungil dengan wajah yang begitu tampan dan damai.


Wajah yang hampir sempurna menyemai wajah sean suaminya,hanya hidung yang sedikit berbeda lebih mancung seperti jeno adik ipar nya.


"Rupa nya kamu lebih memilih gen daddy mu nak,,wajahmu persis dengan nya,hidung mu sama seperti paman mu,mommy hanya kebagian ini saja,yang mana bibir ini harusnya kamu gunakan untuk mendapatkan makanan kamu dari Mommy" jihan mengelus bibir mungil yang terlihat pucat dan dingin


jihan menghapus air matanya dan mencium anaknya cukup lama.


"Biar gue yang menggendongnya sen kalau lo gak kuat" ucap rendy saat bayi itu sudah di kain kafani


Sean menggelengkan kepalanya,tanda jika dia tidak menyetujui usulan rendy


"Tak perlu ren,,gue mau menggendong nya sampai ke pemakamannya,Gue mau menggendong nya,biar dia bisa merasakan kasih sayang daddy nya" Ucap Sean membuat orang yang berada di sana ikut meneteskan airmata merasakan kesedihan itu.


"Ya sudah,ayo berangkat" ucap rendy


Pada akhirnya sean dan jihan hanya bisa mengantar anaknya sebatas ini.