
Jihan Berlari di lorong sekolah bersama dengan jeno yang ikut Berlari di belakangnya.
"Kak aku duluan ya" Jeno berbelok di persimpangan lorong menuju kelasnya.
Jihan terus berjalan menaiki tangga yang mulai sepi
huhuhu,jihan tiba di depan pintu kelasnya,tiba-tiba perutnya terasa kram.
Jihan memegang perutnya yang terasa semakin melilit sambil satu tangannya bertumpu pada dinding.
"Lo kenapa?" Max Tiba-tiba muncul di belakang jihan
"Perut gue sakit banget Max" Jihan memejamkan matanya menahan rasa sakit
Tanpa pikir panjang Max langsung memapah jihan membawanya ke UKS.
"Makasih ya max" Ucap jihan Setelah berada di UKS
"Iya sama-sama lo istirahat aja" Ucap Max
"Jihan lo kenapa?" Dinda datang bersama dengan sofi
"Gue gak apa-apa cuma sakit perut doang,mungkin gara-gara gak sarapan" Jelas jihan pada kedua sahabatnya
"Gue pamit ya ji,udah ada Sahabat lo yang jagain moga cepet sembuh" Max pamit meninggalkan UKS
"Makasih ya max udah bantuin jihan" Dinda mengucapkan terimakasih
***
Ponsel Jihan bergetar
My Hubby❤️
(Mas tunggu di rooftop seperti biasa)
Jihan:(Siap pak bos😉)
Jihan langsung ke atas bersama dengan sahabatnya
Semuanya duduk di luar rooftop sambil menikmati cemilan yang mereka bawa.
ceklek
Jihan membuka pintu ruangan yang Menjadi Basecamp bersama sahabatnya
"Mas,,," Jihan menyebut nama sean yang telah menunggunya dengan posisi duduk bersandar pada sofa menghadap ke arah jihan yang baru datang
Sean langsung bangun dan menghampiri jihan
"Sayang kamu gak apa-apa kan," Sean mengecek keadaan jihan membolak balikkan tubuhnya
"Mas ihh,aku gak apa-apa" Ucap jihan bingung
"Jangan bohongin mas,mas tau tadi kamu Masuk UKS" Sean menatap jihan dengan tajam
"Iya tadi cuma sakit perut doang, sekarang udah gak apa-apa nih tengok udah sehat wal'afiat kan" Jihan berputar putar di depan sean
Happp
Sean menangkap tubuh jihan,memeluk pinggang jihan dengan erat
"Apa mas harus tunggu kamu sarapan dulu tiap harinya baru mas bisa pergi kerja" Kata sean dengan wajah datar
"Maaf tadi aku buru-buru,Aku gak selera makan kalo gak sama mas" Jihan menundukkan kepalanya berucap dengan nada yang bergetar
Merasa tak tega sean menarik nya membawa kedalam pelukannya.
"Jangan bikin mas khawatir sayang,Maafin mas ya" Sean mengecup pucuk kepala jihan
"Aku kangen sama mas,Aku pengen dekat mas terus" Jihan mengeratkan pelukannya,menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya
"Sekarang makan mas suapin" Sean membuka sebuah paper bag yang berisi kotak makanan
"Itu apa mas?" Tanya jihan
"Ini mas bikin khusus buat istri kecilnya mas" Sean tersenyum sambil membuka kotak makanan tersebut
"Kamu panggil mereka suruh gabung,kebetulan ini mommy bawain juga buat mereka" Ucap Sean
Jihan memanggil mereka semua untuk bergabung
"Waahhh makan enak ini kayaknya" Mata ubay berbinar melihat semur hati ayam kesukaannya
"Untung tadi gak langsung pesan makanan,jadi gak rugi deh" Timpal razi yang mendapat pukulan dari Arman
mereka menikmati makanan yang sean bawa.
"Pak kok punya jihan beda sendiri sih?" Tanya ubay melihat kotak makan jihan yang berisi nasi goreng
"Iya lahh,ini spesial buat gue" Sombong jihan dengan gaya tengilnya
"Bagi dong,," Ubay hendak menyendok punya jihan
"Ambil satu sendok saja kamu ganti dengan uang lima puluh juta" Ucap Sean membuat ubay melotot tak percaya
"Ya Ampun pak,,nasi goreng satu sendok doang do suruh bayar lima puluh juta" ucap ubay tak percaya
"Udah bisa gue tebak,pasti itu buatan mantan calon chef" Jeno angkat bicara
"Maksud lo apa Mantan,tapi masih ada kata calon nya juga" Bingung ubay
"Ji,,itu masakan siapa?" Tanya dinda kepo
Jihan menoleh ke arah Sean "Buatan Suami gue lah" Jawab jihan
jeno tertawa melihat wajah bingung mereka
"Dulu itu daddy menjamu salah satu rekan bisnis nya di mansion,mereka makan malam bersama gitu,saat mommy berbincang dengan istri rekannya itu tak sengaja dia melihat Sop buntut yang baru kakak masak,dia meminta untuk mencicipinya,kata mommy saking enaknya istrinya itu ngabisin sop punyak kakak" Jeno terkekeh mengingat kembali kisah sean yang di cerikan oleh mommynya
"teruss" Jihan penasaran dengan lanjutan ceritanya
"Besoknya rekan bisnis daddy ngabarin mengatakan kalo istrinya tak mau makan kalo bukan masakan orang yang memasak sop itu,terus meminta agar yang memasak sop itu bisa dia pindahkan sementara ke rumahnya,bahkan dia menawarkan gaji lima puluh juta saking nekatnya,luar biasa kan,dia melakukan itu juga Karna istrinya lagi hamil muda pas ngidam ngidamnya" Lanjut jeno
"Terus kamu mau mas" Tanya jihan pada sean
"Gak ada ceritanya Tuan muda Sean William mau di jadiin pelayan" Sambung Angga yang baru datang
"Bener mas?" Tanya jihan lagi dan di benarkan oleh sean
"Ya Ampun pak tega amat jadi orang,terus kalo anaknya ngences gimana" Celetuk Sofi tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya
Sedangkan sean menatap horor jeno dan Angga,berbeda dengan yang di tatap mereka malah cengengesan tanpa dosa.