My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Aroma pelakor



"Sayang ini coklat nya" Sean bangun dan pindah tempat duduk di samping jihan


Rendy yang mendengar ucapan sean tampak bingung mencari coklat yang di pegangnya dari tadi


"Kak rendy nyariin yaa" Ucap jihan terkekeh sambil menunjukkan coklat di tangan nya pada rendy


"Kak rendy tiap hari bawain coklat aku pasti bakal seneng banget" sambung jihan tersenyum dengan wajah imutnya


"Gemes banget sihh,apapun buat adik kesayangan gue,lo mau di bawain berapa tiap hari heh" Tantang rendy sambil mencubit gemas pipi jihan yang berisi


"Lepasin tangan lo" Sean menepis guna menyingkirkan tangan rendy yang memegang pipi jihan


"Ya Ampun sen,posesif amat lo jadi laki" ejek rendy tak terima sambil mengusap tangan nya yang di terasa sedikit panas


Degg,,,Anet yang baru kembali bergabung Tiba-tiba merasa jantungnya berhenti berdetak mendengar perkataan rendy,membuatnya mematung di ambang pintu


"Maksud Kak rendy apa?" Tanya anet ingin memastikan sambil berjalan ke arah mereka berkumpul


"Emang lo lupa kalo sean udah nikah" Tanya rendy balik dengan senyum Sinisnya


"Maksud Kak rendy dia istri kak sean" Ucap anet lagi sambil menunjuk pada jihan dan di balas anggukan oleh rendy dan juga jeno.


Tampak wajah anet yang seketika berubah dengan tatapan tajamnya dan tangan yang terkepal.


"Ohh,,,Aku kira istri kak sean itu setara dengan keluarga kita ternyata jauh banget levelnya,mana masih kecil juga" Ucap anet Tiba-tiba membuat jeno dan Angga menatapnya dengan tajam


"Apa maksud lo ngomong gitu" Ucap jeno berdiri dari tempat duduknya


"Gue bicara fakta jen,sedikit banyak kita tau tentang keluarga nya,om dan tante apa gak salah pilih pendamping hidupnya kak sean" Ucap anet dengan gampangnya tanpa memikirkan perasaan orang lain


"Setidaknya dia dari keluarga terpandang yang setara dengan keluarga kita" Jawab anet dengan santainya


"Pangkat dan derajat itu gak ada gunanya,yang terpenting hatinya tulus bukan seperti perempuan di luar sana yang mengejar sean karna hartanya,bahkan ada yang berkedok domba padahal aslinya dia serigala" Jelas Angga dengan tegas membuat anet berdecak merasa tersinggung


"Gak Usah pakek pribahasa gitu kak ngga,cukup langsung bilang kalau Srigala berbulu Domba,siapa tau yang denger omongan lo bukan manusia tapi hewan, binatang mah gak bakal ngerti sama bahasa manusia" Timpal jeno yang di iringi tawa rendy


sedangkan yang lain hanya terdiam tanpa mau ikut campur, karna mereka juga tidak mengenal Anet


Sedangkan Anet menggeram kesal dengan tangan terkepal erat.


"Sampai kapanpun kak sean cuma milik gue,cuma gue yang pantas buat kak sean bukan cewek kampungan itu" Batin Anet menatap tajam jihan yang berada di rengkuhan sean yang di apit juga oleh rendy di sebelah kirinya sedangkan jeno berdir di samping rendy


"Kak sean besok entar malem bisa temenin aku gak ke toko buku ada yang mau aku cari soalnya ada tugas yang harus segera di selesaikan" Anet tampak tak menyerah untuk mendekati sean


"Gue gak bisa lo cari aja sendiri,lagian gue udah punya istri gak baik dan juga gak pantes gue terlalu dekat dengan perempuan" Jelas sean dengan tegas


"Kak hanya milik gue dan akan selalu begitu" Batin Anet berlalu meninggalkan tempat itu karna panggilan dari mama nya


"Ji,,,dia siapa kok gelagat nya gitu,aroma pelakor nya berasa banget" Ucap Ubay tanpa sadar


"Awww,,Sakit ogeb,lo ngapain cubit gue di kira gue ikan di cubit,masih laper ya lo din,sampek nyubit gue segala" Omel Ubay tak terima karna dinda menyubitnya dengan keras.


"Lo punya mulut kalo ngomong itu di filter dulu napa,gak liat situasi banget lo" Ucap dinda sambil mengatupkan giginya karna geram dengan kelakuan ubay


"Dia itu anaknya tante Mila sepupu daddy" Jawab jeno


sedangkan yang lainnya hanya ber oh ria,mendengar jawaban dari jeno