
Pagi hari di sekolah
"Selamat pagi anak-anak" ucap Sean berdiri di kelas tersebut
Hari ini sean mengajar di jam pertama di kelas jihan,sean menjelaskan tentang Peredaran darah manusia,sebenarnya ini pelajaran kelas 11 tapi mengingat sekarang akan ada ujian maka pelajaran pun di rangkum jadi satu.
"Baiklah sekarang ada pertanyaan, apa ada yang kurang mengerti?" Tanya sean
Dari awal mulai pelajaran sean tak henti-hentinya melihat ke arah jihan berada,dia bersyukur melihat jihan baik-baik saja meski dia dapat melihat jelas plaster luka di kening jihan.
Malam itu sean sempat pulang ke rumahnya namun tak menemukan jihan dan Sean pun memutuskan untuk mencari jihan lagi,dan ketika sean kembali pulang ternyata jihan juga sudah terlebih dulu pulang dan mungkin jihan sudah tidur,sean berencana akan bicara sama jihan besok paginya.
Namun lagi-lagi sean tidak menemukan jihan,Jihan sudah terlebih dulu berangkat ke sekolah.
Jam istirahat telah tiba
Jihan seperti biasa,dia berkumpul dengan sahabatnya di taman samping sekolah
"Zi,,Itu si ubay mana kok gak keliatan" Tanya dinda
"Tau tuh anak,paling juga lagi tebar pesona,ngegombalin cewek-cewek terus seperti biasa,, kang ghosting" Ucap razi tertawa di ikuti sahabatnya
"Itu anak kapan berenti nya,suka banget php in anak orang" Ucap sofi lagi masih tertawa
"Ehh,,, itu apa rame-rame,," tunjuk dinda ke arah lapangan
Karena penasaran mereka pergi untuk melihat apa yang tengah terjadi,
Betapa terkejut nya jihan saat melihat pemandangan di depan matanya, dimana sean tengah tengah bermain basket bersama murid lainnya, dan di sana juga ada ubay.
Yang lebih mengejutkan lagi buat ke tiga sahabat jihan yang berdiri di sampingnya,lawan sean adalah Bagas murid yang selama ini menyukai jihan Namun selalu jihan tolak karna jihan sudah berhubungan dengan rehan .
"Caper banget sih jadi orang," ucap jihan lirih namun masih terdengar oleh razi,karna jihan berada tepat di berada di sampingnya.
"Lo cemburu ya,?" ledek razi tepat di telinga jihan
Pas saat itu juga sean tengah menoleh ke arah jihan,melihat pemandangan di depannya membuat sean geram dengan rahang mengeras dan tatapan tajamnya dia menghampiri jihan,dan menarik tangan jihan
"Ikut saya,," Ucap Sean menarik pergelangan tangan jihan meninggalkan permainan yang belum selesai
Semua murid kini tengah histeris melihat kedekatan jihan dan Sean,
"Ya tuhan,,,gue gak salah liat kan,pak sean menarik tangan jihan,"
"Ya Ampun,,,beruntung banget sih jihan bisa dekat dengan pak sean"
"Omg Jihan,, boleh tukeran posisi gak"
"Ahhh,, melenyot gue"
"Haredang haredang haredang,,, panas panas panas,,,"
"Hancur sudah harapan gue buat daftar jadi istrinya pak sean"
Begitulah bisik-bisik para murid yang melihat aksi sean
Sedangkan di sisi lain seseorang mengepal tangannya Ketika melihat hal tersebut
"Lagi-lagi dia yang jadi penghalang gue,kenapa dia selalu mendapat apa yang gue mau" Siapa lagi jika bukan dewi
Selama ini dewi mengincar sean dan selalu berusaha mendekatinya namun sangat sulit,tapi melihat hal yang baru saja terjadi sungguh membuatnya meradang,.
"Dulu kak rehan,sekarang pak sean. Kenapa lo selalu menjadi penghalang gue sih,kali ini gue akan merebut pak sean dari lo jihan" Batin dewi
Di sebuah ruangan
"Lepasin pak,bapak apaan sih narik-narik saya di depan semua murid" Ucap jihan melepaskan cekalan tangan sean
"Apa yang kamu lakukan sama sahabat kamu itu tadi di lapangan" Tanya sean menatap tajam jihan yang merasa heran dengan sikap sean tersebut hanya diam tanpa ingin menjawabnya.
Sean yang melihat jihan hanya diam teringat kejadian semalam,dia memilih tak memperpanjang masalah tadi
"Ji,,,Maaf ya soal semalam,gue gak sengaja membentak lo," ucap Sean
"Santai aja,gue gak apa-apa kok hal seperti itu udah biasa buat gue,lagian wajar jika lo membela pacar lo,gue paham kok" Ucap jihan santai Namun entah mengapa saat mengatakan hal itu ada sedikit rasa perih di hatinya,apalagi mengingat statusnya yang kini menjadi istri sah sean
"Dia bukan pacar gue,Lebih tepatnya Mantan pacar" Jelas sean
"Mau pacar mau siapa gak ada urusan dengan gue,kalo gak ada gue mau keluar takut murid yang lain berpikir yang macam-macam" ucap jihan hendak keluar
"Emang kenapa kalo mereka berpikir yang macam-macam, paling juga di kiranya pacaran" jawab sean datar
"Nanti siang pulang bareng,tungguin gue, awas kalo lo pulang duluan gue kunciin pintu entar" Ucap Sean lagi
"Dasar pemaksa" Gerutu jihan sambil memanyunkan bibirnya lalu pergi dari ruangan sean
"Imut juga tuh bocil kalo lagi kesel" gumam Sean
Senyum sendiri
Sedangkan jihan terus mengerutu sepanjang jalan menuju kelasnya
"Nah kan,,gara-gara dia gue jadi bahan gosip seluruh sekolah,. Ini lagi cewek-cewek centil amat sih kayak gak ada cowok lain aja,gimana lagi kalo mereka tau kalo gue istri dari guru yang idolakan nya ya,Aoto patah hati berjamaah kayaknya" batin jihan senyum sendiri
Karna tidak memperhatikan keadaan jihan tak sengaja menabrak seseorang sampai terjatuh
"Eh,,,maaf Gas,gue gak sengaja lo gak apa-apa kan?" Ucap jihan mengulurkan tangannya untuk membantu bagas
"Pertanyaan bodoh macam apa itu jihan,,,udah tau gue jatuh pastinya sakit lah," Seru bagas menerima uluran tangan dari jihan
"Hehe,,, sorry gas gue gak fokus tadi," Orang yang menabraknya malah cengengesan tanpa rasa bersalah
"Iya gak apa-apa, oiya ji. Seminggu lagi kita ada acara camping seperti biasa,lo harap lo ikut ya" ucap bagas
"Gue usahakan ya gas,takut gak di ijinin soalnya" kata jihan lemah, karna mengingat statusnya sekarang