
"wahhh,,bagus banget pemandangan nya,coba aja dateng nya lengkap kan jadi makin seru" Jihan tak henti-hentinya mengoceh melihat pemandangan yang begitu indah di depannya
Hamparan sawah,bukit dan gunung terlihat begitu indah,sejuk dan menenangkan.
"Kita foto dulu yukk," Jihan mengeluarkan ponselnya dan meminta tolong kepada seseorang untuk memotret mereka.
"wahhh,,cantik banget gue disini" Pujinya terhadap dirinya sendiri
"Embeeekkkk" Jay menirukan suara kambing setelah mendengar perkataan jihan
sedangkan sahabat jihan yang mengerti maksud jay tertawa melihat wajah kesal jihan.
"Kak rendy kepo yaa" Dinda menyenggol bahu rendy dengan bahunya,karna mereka duduk berdampingan
"Kakak tau kan kalau eek kambing itu bulat,,?" Tanya dinda melirik jihan,Sedangkan jihan mendelik seolah menyuruh dinda untuk diam
Beda dengan rendy yang kelihatan begitu penasaran dengan maksud dinda
"Eek kambing itu bulat dari dalem,dan gak bakal bulat karna gak ada yang mau buletin,begitu istilahnya,jadi si kambing itu yang buletin eeknya sendiri," Terang jihan pada rendy
Tapi rendy masih terlihat belum menangkap maksud dari penjelasan dinda
sampai beberapa saat kemudian rendy tertawa terbahak bahak setelah menyadari istilah baru yang dia dapat dari kelompok orang utan menurut nya.
"Puas ketawanya,,lo jay awas lo yaa gue bilangin bunda" tunjuk nya pada jay
"yeee udah tua masih suka ngadu" jay sama sekali tidak peduli dengan ancaman kakaknya
###
Jam 14.30 mereka memutuskan untuk pulang dengan formasi yang sama
Pada saat di mereka keluar jalan raya Tiba-tiba dua mobil van tampak memepet mobil jihan.
"Ini mobil mau ngapain sih" Ucap jihan kesal
"Udah biarin aja paling juga orang mabuk" jawab dinda
Sedangkan rendy hanya diam dan terus memperhatikan mobil yang di sampingnya
Ting,, sebuah notice masuk ke ponsel milik rendy
Rendy tampak membulatkan matanya yang tampak panik dan terkejut,namun dengan cepat dia berusaha menetralkan kembali raut wajahnya agak tidak terlihat panik oleh ketiga gadis yang bersamanya.
"Kak pegangan yaa,aku mau kasih mereka sedikit pelajaran" Ucap jihan membuyarkan lamuman rendy
"Lo jangan macem-macem Ji,gue bisa di kubur hidup hidup kalo sampai sean tau" ucap rendy berusaha mencegahnya
namun ucapannya sudah terlambat,jihan sudah menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Kedua mobil tersebut saling menyalip dan menyenggol satu sama lain.
Rendy menghela nafas dalam-dalam untuk mengontrol emosinya saat ini.
tampak sekitar lima belas pria berbadan tinggi besar keluar dari tiga mobil tersebut dan mendekati mobil jihan.
"Jihan,dinda dan sofi,,kalian tenangin diri kalian yaa jangan panik,biar aku yang hadapi mereka,kalian diam di dalam mobil dan hubungi yang lain" Perintah rendy pada ketiganya
"Kakak jangan konyol,mereka banyak Kakak sendiri,udah Kakak diam juga disini" Ucap jihan
Jihan tak mungkin membiarkan rendy melawan belasan orang dengan tangan kosong,sedangkan lawannya sudah memegang senjata masing-masing.
rendy terus mengotak atik ponselnya entah apa yang dilakukannya.
Sampai dia di kejutkan oleh hantaman tepat pada kaca tempat duduknya.
"Kalian diam disini gue mohon,apapun yang terjadi jangan keluar kalau perlu kalian langsung pergi saat gue melawan mereka,kalian pergi dan cari bantuan" Pesan rendy sebelum keluar dari mobil
Jihan terlihat mulai berkaca-kaca,jihan tidak bisa menghubungi sean karna ponselnya mati kehabisan daya.
"Gue takut din,gue mau pulang gue mau disini,,razi,ubay kalian dimana" Sofi mulai menangis karna ketakutan,sedangkan dinda berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa takutnya agar tidak membuat kedua sahabatnya semakin cemas
"lo tenang bentar lagi mereka datang kok,lo percaya sama mereka kan" Ucap dinda mengelus punggung sofi yang memeluk nya
Jihan masih terus memperhatikan rendy yang melawan mereka,beberapa kali rendy terkena pukulan tapi masih tetap berusaha melawan mereka.
Tanpa sengaja jihan menangkap salah satu sosok yang mungkin itu adalah ketua dari orang suruhan tersebut.
Pria tersebut menatap jihan yang juga menatapnya,senyum yang tampak mengerikan terpancar dari bibir dan wajahnya,namun tak membuat jihan takut dan mengalihkan pandangannya
Pria itu berjalan menuju ke arah mobil jihan,dengan mata yang terus menatap tajam.
Sampai orang itu tiba di samping mobil jihan,jihan langsung membuka pintu nya dan mengenai tubuh pria tersebut,membuatnya mundur beberapa langkah.
Tampak jihan melihat seseorang yang berada di belakang rendy memegang bat baseball hendak memukul nya.
Dengan cepat jihan langsung menendang orang tersebut dari Belakang,membuat nya terjerembab ke depan.
"Jihan ngapain keluar,gue kan udah bilang jangan keluar mobil" Rendy tampak semakin khawatir dengan keberadaan jihan
Jihan dan rendy berdiri saling membelakangi guna untuk saling melindungi,
Dengan gerakan yang cepat jihan langsung melawan dan menghindari serangan mereka,rendy terlihat tak mempercayai apa yang di lihatnya saat ini.
Jihan yang terlihat biasa saja meski kelakuan nya bar-bar namun ada sebuah bakat yang terpendam yang tidak di tunjukkannya pada semua orang.
"Hati-hati ji" Ucap rendy saat menghali dua dari preman itu yang akan menyerang jihan
jihan berhasil mengalahkan lima dari preman itu,namun kondisi jihan juga semakin menurun akibat kelelahan karena kondisi jihan yang hamil besar.