
Kini jihan sudah berada di halaman parkir sekolah bersama jeno,parkir yang sudah di klaim menjadi tempat parkir jihan dan sahabatnya.
Jeno yang yang biasa menggunakan mobil mewahnya,dan kini menggunakan motor sport menjadi pusat perhatian banyak orang.
Banyak murid yang berbisik bertanya siapa murid tersebut,dan ketika jihan dan jeno turun mereka semakin terkejut dan kagum akan pesona jeno yang terlihat makin keren dengan menggunakan motornya.
"Ya Ampun jeno, keren banget"
"Ternyata jeno lebih keren pakek motor dari pada naik mobil,lebih keliatan ganteng nya"
"Beruntung banget jadi jihan,di kelilingi cowok-cowok ganteng dan kaya lagi"
"Jelas mereka dekat,katanya gue denger nyokap jihan sama jeno itu sahabatan dari dulu"
"Pantes mereka bisa deket banget gitu"
"Enak jadi jihan,tiap hari di antar jemput dengan mobil mewah,kalo bukan jeno ya sahabatnya"
Itulah krasak krusuk dari murid yang melihatnya
"Kakak,aku duluan ya,ada janji sama jay udah di tungguin" ucap jeno buru-buru dan menyalami tangan jihan
"Iya sana belajar yang bener,jangan bikin ulah,kakak masih mau tunggu yang lain dulu" ucap jihan sambil duduk
Ketika jihan duduk di bangku yang ada di parkiran Tiba-tiba dafa dan ivan datang dan menghampiri jihan
"Haii pagi,," Sapa dafa
"Pagi juga,btw makasih ya buat bantuannya yang kemaren" ucap jihan tersenyum ramah
"Iya sama-sama,lo kelas 12 IPA kan,?" Tanya ivan
"Iya kenapa emang" Tanya jihan balik
"Kebetulan kita bareng aja masuknya,kita juga masuk di kelas lo" jawab ivan
"Jadi kalian di kelas gue," Tanya jihan yang di angguki oleh keduanya
Jihan memeriksa ponselnya dan mendapat chat dari sahabatnya kalo mereka masih di jalan,dan jihan memutuskan untuk masuk terlebih dahulu.
Saking asiknya jihan tidak menyadari jika dirinya berjalan lebih dulu dari ivan dan dafa,jihan masih tetap fokus pada ponsel di tangannya berbalas pesan bersama dengan dinda.
Sedangkan dafa dan ivan kini diam mematung di tempatnya,melihat kerumunan yang ada di depannya, sampai mereka lupa kalau jihan terus berjalan menuju kerumunan itu.
Berbeda dengan jihan,,dia baru tersadar jika dirinya kini sedang berada di tengah-tengah antara banyaknya murid yang berkerumunan.
Jihan mendongakkan kepalanya,terkejut kini dirinya berada di tengah-tengah banyaknya murid sekolah itu,jihan menoleh sebelah kanan dan tak sengaja tatapan matanya bertemu dengan max,namun dengan cepat jihan mengalihkan pandangannya dan menoleh ke arah kiri membuat jihan semakin terkejut. Namun dengan cepat jihan merubah ekspresi nya agar terlihat biasa saja.
Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menarik tangan jihan dan membawa jihan menjauh dari tempat itu
"Ubay,,," Ucap jihan saat tau jika orang yang membawa nya adalah ubay
"Lo ngapain di sana,berdiri di tengah-tengah mereka" ucap ubay ketika sudah berada di taman tempat biasa mereka kumpul
"Kita ke Basecamp aja bay,gak enak bicara di sini" Seru Arman dan di setujui oleh yang lain
"Kita boleh ikut gak?" Ucap ivan dan dafa membuat mereka menoleh bersamaan
Mereka tampak berfikir sampai akhirnya mereka mengizinkan keduanya untuk ikut bergabung.
Razi membuka kunci Pintu sebuah ruangan yang berada di rooftop sekolahnya,tempat itu terlihat kotor dan tak layak di tempati jika hanya melihat dari luar saja,tapi tidak dengan isi ruangannya.
Di dalam ruangan tersebut tampak layaknya sebuah rumah petak yang terdapat satu kamar tidur dengan kamar mandi dalam,dapur,ruang tamu serta kamar mandi untuk bersama.
Terdapat televisi,lemari,juga alat game dan alat musik lainnya. Lemari yang berisi pakaian dari mereka berenam,foto kebersamaan mereka dari sejak SMP sampai sekarang.
Dengan pemandangan yang indah di tengah-tengah pusat kota,dari tempat itu bisa melihat padatnya jalan kota dan bangunan.
"Waahhh,,gila ini keren banget," Celetuk dafa mengedarkan pandangan nya pada ruangan tersebut.
"Norak banget sih lo" ivan memukul pelan kepala dafa yang bersikap seperti itu.
"Biasa aja kali,ayo duduk,santai aja gak usah sungkan kita terbuka buat siapa saja agar tidak mengganggu ketenangan kita" Ucap Ubay sambil duduk dibawah menyandarkan tubuhnya pada sofa
Mereka semua ikut duduk mengambil posisi ternyaman masing-masing.