
"Mama aku gak mau tau pokoknya aku pengen kak sean menjadi milik aku" Anet merengek pada Mama nya
"Tidak semudah itu sayang,sabar dulu ya kita harus lebih dulu singkirkan perempuan kampung itu" Ucap Mila dengan yakin
"Tapi gimana caranya ma" Tanya anet
"Itu urusan Mama kamu tinggal jalani aja nanti" Mila senyum menyeringai dengan mantapnya
***
"Makasih ya kak udah nganterin aku" Dinda hendak membuka pintu mobil rendy
"Iya sama-sama,udah sana masuk keburu di kunci pintu rumah lo" Ucap Rendy
"Ini juga udah mau keluar,rempong amat lo kak" Dinda keluar dari mobil
"Byee kak rendy hati-hati" dinda melambaikan tangannya
setelah mematikan Dinda benar-benar masuk kedalam rumah rendy pun pergi meninggalkan rumah Dinda
"Ya tuhan,,,kak rendy ada-ada aja kelakuannya" Dinda menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang di kamarnya
# Di perjalanan pulang
"Kak Mampir di depan bentar ya,ada yang mau aku beli" Tunjuk dinda pada sebuah supermarket
Rendy memarkir mobilnya dan turun bersama dinda
"Kakak kalo males tunggu aja di mobil gak apa-apa kok aku cuma bentaran doang" Ucap dinda
Saat memasuki supermarket rendy dan dinda menjadi pusat perhatian,tak jarang orang memuji ketampanan rendy,bahkan ada yang terang terangan meminta nomor ponsel rendy secara langsung
Ketika dinda tengah memilih keperluan yang di butuhkan,samar-samar dinda mendengar sebuah keributan dari seberang rak tempat nya berada
karna merasa tidak asing dengan suara pria tersebut,dinda mencari asal suara
"Kamu kemana aja sih yang,aku kangen banget sama kamu" seorang perempuan cantik dengan pakaian yang seksi bergelayut manja di lengan rendy
"Apaan sih lepasin gak tangan lo,atau mau gue potong sekalian. ingat baik-baik hubungan kita sudah berakhir dua bulan yang lalu jadi lo udah bukan siapa-siapa gue lagi" Tegas rendy menepis dengan kasar tangan wanita tersebut
"Siapa lo" Ucap wanita yang berada di depan rendy menatap dinda dengan Sinisnya
"Bukan urusan lo" Sanggah rendy
Dinda yang bingung dengan keadaan hanya bisa diam menyaksikan adegan di depannya.
"Jangan bilang dia pacar baru kamu" Tebak wanita tersebut
"Memangnya kenapa kalo dia pacar gue,gk ada urusannya dengan lo" Rendy yang biasa terlihat santai kini tampak berbeda
Dinda yang melihat rendy serius seperti ini ada rasa kagum
"Kan keliata keren kalo serius gini,tak seperti biasanya yang ugal-ugalan gak jelas" Batin dinda
"Berhenti natap gue seperti itu,gue tau kalo emang gue tampan,satu lagi jangan ngumpat gue dalam hati lo" Bisik rendy sambil menggenggam tangan dinda
"Lo jadi bener lo pacar nya rendy" Tanya wanita itu memastikan
"Dia emang pacar gue,jadi mulai sekarang lo berhenti ganguin gue" Baru dinda akan menjawab rendy sudah lebih dulu menjawab, jawaban yang membuat jihan melongo tak percaya dengan ucapan rendy yang menurut nya gila.
Dengan cepat rendy menarik tangan dinda membawa dinda keluar dari super market.
"Kak Rendy apa-apaan sih bilang gitu sama orang lain" Protes dinda saat berada di dalam mobil
"Sorry gue melibatkan lo dalam masalah gue" Ucap rendy tulus
huhhh... dinda menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar
"Jangan di ulangi lagi ya kak,gue gak mau gara-gara pengakuan konyol kak rendy gue jadi gak laku" Ucap dinda spontan yang membuat rendy melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang di depannya itu.
"Ini bocah otaknya bener-bener minus kayaknya" rendy menggelengkan kepalanya
"gue ngomongin fakta kak ren,kak rendy mah enak gonta ganti cewek gak mikirin mana yang baik mana enggak,tinggal dealin aja kalo idah cocok,lah gue Harus bener-bener milih dengan bener setidaknya gue yang model begini dapat nya laki-laki yang lebih baik & bener dari gue buat di jadiin imam,kalo kak rendy ngaku-ngaku gitu gimana ada yang mau deket sama gue" jelas dinda panjang kali lebar
Entah kenapa ucapan dinda mampu membuat hati kecil rendy tersentil,rendy yang biasanya hanya bermain dengan wanita tak pernah ada kata serius kini di ceramahi oleh gadis umur 17thn yang di anggapnya Bocah.