
Dua hari Berlalu hubungan sean dan jihan semakin dekat.
Kini jam istirahat sekolah telah tiba.
Suasana tampak ricuh dengan kedatangan dua alumni sekolah itu,murid cowok yang perna menjadi incaran seluruh cewek di sekolah itu.
***
Di sisi lain
Kini jihan berada di taman sendirian menunggu para sahabatnya yang belum datang.
Jihan memandangi taman bunga di depannya dimana banyak berbagai bunga yang bermekaran dengan macam warna dan jenis bunga yang tumbuh dengan indah di tempat tersebut,
Jihan merasakan ketenangan itu,sambil memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang begitu menyejukkan.
Tiba-tiba dari belakang jihan merasakan seseorang memeluk nya,mau tak mau memaksa jihan untuk membuka matanya, jihan terlihat biasa saja mengira jika itu ubay atau Arman, namun ketika jihan mendongak hendak melihat siapa yang memeluknya,Tatapan keduanya bertemu.
Dengan cepat orang tersebut mencium kening jihan singkat.
"Rehan,,," Ucap jihan lirih
Jihan berdiri mematung,bingung dengan kehadiran rehan yang muncul dengan Tiba-tiba di hadapan nya.
"Ji,,,Aku kangen banget sama kamu" Ucap rehan yang kini memeluk erat tubuh gadis yang selama ini di rindukannya.
Rehan menghirup dalam-dalam aroma tubuh jihan,gadis yang selama ini sangat di rindukan nya. Gadis yang membuatnya menjaga jarak dengan perempuan mana pun,yang membuat dirinya tak bisa melihat perempuan yang lain,karna jihan semua perempuan di sekitarnya seakan buram.
Jihan yang semula terdiam kini turut membalas pelukan rehan.
Rindu yang selama ini mereka pendam, kini berakhir karena pertemuan ini.
"Kemana aja kamu selama ini?" Tangis jihan pecah kala mengingat statusnya saat ini yang sudah menjadi istri orang lain.
"Maafkan aku sayang,akhir ini aku sibuk dengan kuliah ku,aku ingin cepat kembali dan menemuimu" ucap rehan yang masih memeluk erat tubuh jihan seakan enggan melepaskannya.
Mereka larut dengan pertemuan dan perasaan masing-masing.
Sedangkan di sudut sekolah tampak seseorang dengan tatapan tajam penuh kilat amarah tengah mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
"Jadi dia yang lo maksud saat itu" gumam nya
***
Jam pulang sekolah telah tiba
Jihan dan sahabatnya berjalan bersama menuju parkiran,sepanjang jalan jihan lebih banyak diam.
Mereka yang mengerti jaga tak banyak bicara,memberi jihan waktu untuk memikirkan semuanya.
"Ji,,lo pulang sama pak sean apa pulang sendiri?" Tanya dinda ketika mereka sudah berada di parkiran
"Gue pulang sama pak sean aja deh din,kalian duluan aja" ucap jihan
"Oke,,kalo ada apa-apa hubungi kita ya" ucap dinda lalu memasuki mobilnya begitu juga dengan yang lain.
"Lo jangan macem-macem Ji,kalo ada sesuatu cari gue di Cafe jangan apa-apa di pikirin sendiri" ucap Arman pelan dari dalam mobilnya seraya mengacak rambut jihan
"Tenang aja,gue gak apa-apa kok" Jihan memaksakan senyumannya.
Tiga jam jihan menunggu di halte dekat sekolah nya namun sean tak kunjung keluar, bahkan sekolah kini sudah sangat sepi.
Jihan sudah berkali-kali menghubungi sean tapi tak kunjung di jawab.
❤
"Mas kamu di mana,?"
❤️
"Mas aku nungguin kamu di halte depan sekolah,katanya mau pulang bareng"
❤️
"Mas,,, kamu kemana?"
❤️
"Kok gak di bales?"
❤️
"Ya sudah,kalau kamu sibuk,aku pulang duluan ya, Hati-hati..."
Isi pesan jihan pada sean
"Kenapa gak bilang kalau gak jadi pulang bareng,aku kan gak usah nunggu sampek berjam-jam di sini" lirih jihan
"Assalamualaikum"
"Kok sepi ya,Apa mas sean belum pulang" gumam jihan saat membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang di milikinya
Jihan memasuki kamarnya menyimpan tas melepaskan seragam yang di pakainya.
Jihan lalu membersihkan dirinya.
Tak terasa kini sudah menunjukkan jam 9 malam.
Jihan duduk sendirian di sofa kamarnya sambil memainkan ponsel,menunggu sean yang tak kunjung datang.
Tiba-tiba ponsel jihan bergetar menandakan pesan masuk
Drttt,,drtt
Dinda "Ji kita di cafe arman nih,,sini dong nongkrong bareng"
Pesan masuk dari dinda
Jihan "Pak sean belum balik,gue belum ijin"
Dinda "Ya elah Ji,cuma bentaran doang,dia gak bakal marah kalo jalannya sama kita"
Jihan "Oke deh tunggu gue di sana,gue ganti baju dulu"
Jihan mengganti bajunya dan mengambil tas.
"Lagian gue sendiri di rumah se gede ini kan sepi gak punya teman,"ucap jihan saat berjalan keluar rumah
Ketika di perjalanan jihan melewati sebuah cafe,tanpa sengaja dia melihat seseorang yang sangat di kenalnya,seorang yang di tunggunya.
Kini dia bersama dengan Seorang wanita yang pernah bermasalah dengan jihan waktu masih bekerja di Cafe arman.
terlihat jelas karna posisi sean yang duduk dekat dinding kaca cafe tersebut.
"Pak,berhenti sebentar ya," ucap jihan pada sopir taksi yang di pesannya
jihan keluar menuju Cafe tersebut, ketika di pintu masuk tampak sean tengah tertawa bersama wanita itu yang jihan ingat namanya Rani,disana juga ada rendy dan Angga.
Jihan menghampiri mereka,rendy dan Angga yang melihatnya tampak terkejut namun dengan cepat menutupi ke terkejutan itu.
"Mas,,,kamu di sini?" Ucap jihan saat berada tepat di belakang antara sean dan rani
Awalnya sean terkejut mendengar suara jihan,namun sean berusaha menutupi nya.
"Lo ngapain di sini?" Tanya sean pada jihan
"Harusnya aku yang nanya itu sama kamu" Ucap jihan
"Lo gak liat kita lagi apa,, lagian apa urusan lo kalo sean di sini,emang lo siapa?" Bukan sean yang menjawab tapi rani
"Lo tanya gue siapa,, Lo tanya aja sama dia" Jawab jihan menunjuk suan dengan wajahnya
"Sen,,kamu kenal sama dia,?" Tanya rani pada sean
"Dia murid gue di sekolah tempat gue ngajar" Jawab sean
Jawaban sean berhasil membuat jihan terkejut, bukan itu yang jihan harapkan.
"Jadi lo muridnya sean,,terus ngapain lo ngurus² sean,Lo naksir sama dia,guru lo sendiri" Ucap Rani dengan senyum mengejek
"Terus kalo gue naksir sama pak sean kenapa,?" Jihan sudah mulai tersulut emosi
"mau lo ngejar sean seperti apapun,dia gak bakal tertarik sama anak kecil kayak lo," ucap rani
"Terus maksud lo dia akan tertarik sama lo gitu," kata jihan
"Lo gak tau gue ini mantan pacarnya Sean,dan mungkin sebentar lagi kita akan balikan,jadi lo buang jauh² mimpi lo itu buat mendapatkan sean,masih banyak cowok lain,masih kecil udah belajar jadi ******" Sinis rani
Plakk
Satu tamparan mendarat sempurna pada pipi Rani
Sean terkejut dengan apa yang jihan lakukan
sedangkan rendy berusaha menenangkan jihan
"Lo punya mulut di jaga,yang ****** itu lo bukan gue" Ucap jihan dengan nada tinggi mendorong tubuh rani
"Lo bisa enggak sih jangan buat masalah, bikin malu tau enggak" Bentak sean dan tanpa sengaja sean mendorong jihan yang juga mendorong rani saat itu.
Untungnya rendy dengan cepat menangkap tubuh jihan,kalau tidak mungkin jihan akan terjatuh.