My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
keributan



Pagi hari di rumah Sean


"Gue jalan duluan,lo jangan lama-lama nanti terlambat, malas Gue hukum lo mulu" ucap Sean beranjak meninggalkan meja makan


"Huhh,,, gini amat punya suami,nasib,,,,nasib" ucap jihan sambil menyelesaikan sarapan nya


Kini jihan sudah berada di sekolahnya,dia di jemput oleh ubay karna ketika mau keluar dari komplek perumahannya ban motor jihan bocor, lalu menghubungi ubay untuk menjemputnya.


Jihan berjalan dengan para sahabatnya,Canda tawa menghiasi wajah mereka. Ada yang menatap Kagum dan ada pula yang menatap iri dengan kedekatan tiga gadis cantik itu dengan most wanted di sekolah nya


"Kak Ji,,," teriak Jay berlari bersama satu temannya dari arah yang berlawanan menuju jihan


Setelah berada di depan jihan tanpa basa-basi jay langsung memeluk Kakak tercinta itu.


"Lo ya,,udah kayak gak ketemu setaun aja" ucap jihan membalas pelukan sang adik


"Jay kangen sama kak Ji,beberapa hari ini Jay banyak tugas jadi gak sempat buat nyamperin Kakak," jelas jay


"Ya udah sana gih balik ke kelas bentar lagi bel masuk,lo belajar yang bener jangan nakal,ger lapor Kakak ya kalo jay nakal atau bikin ulah biar nanti kakak copot telinganya itu" Ucap jihan mengacak rambut adiknya sambil terkekeh


"Oke kak tenang aja entar aku laporin semua sama kakak" ucap gerry yang di balas pukulan oleh jay


"Akhh kak Ji,ubay juga mau dong di elus" ucap ubay mengambil tangan jihan dengan nada manja nya


"Mulai kumat Gila nya" kata Razi memutar bola matanya malas


Mereka lebih dulu meninggalkan jay dan jihan yang masih berada di depan kelas


"Uluh uluh,,,sayangnya kak Ji,sini sini biar di peluk" ucap jihan merentangkan sebelah tangannya ke arah ubay


Dan di sambut dengan senang hati oleh ubay


Dari jauh seseorang memperhatikan mereka semenjak sampai di sekolah lebih tepatnya jihan


Empat jam berlalu kini jihan dan sahabatnya berada di kantin menunggu pesanan mereka datang.


Di tengah tengah mereka makan Tiba-tiba datang seorang murid menghampiri meja jihan


"Kak jihan di panggil pak sean di suruh ke ruangannya" Ucap siswi tersebut agak pelan


Setelah mengatakannya dia langsung pergi meninggalkan meja jihan dan sahabatnya


"Lo di cariin Ji sama laki lo,mending sana buruan sebelum jam istirahat habis" ucap dinda tersenyum


"Tumben mau ngapain sih" ucap jihan


"Kangen kali ji" Goda razi


"Ya kali dia tiap hari ketemu juga" ucap jihan


Tok... tok... tok....


Jihan mengetuk pintu ruangan sean


"Masuk..." jawab sean dari dalam


"Maaf pak,ada perlu apa bapak memanggil saya?" Tanya jihan layaknya seorang murid pada gurunya


"Memangnya tidak boleh kalo saya menemui istri sendiri?" Tanya sean menatap jihan sambil bersedekap menyandarkan tubuhnya pada kursi


"Nanti sore gue mau ketemu sama teman-teman kampus,Lo gak usah tunggu gue pulang malem nanti" ucap Sean


"Mana ponsel lo sini," kata sean mengadahkan tangannya


"Buat apa?" Tanya jihan


"Udah sini gak usah bawel" sean merebut ponsel jihan dari tangannya


Setelah mengetik sesuatu di ponsel tersebut sean mengembalikannya.


Dan jihan pun berlalu meninggalkan ruangan sean.


***


Di sebuah cafe nampak segerombol pemuda tengah asik ngobrol dengan penuh canda tawa


Mereka asik dengan dengan urusannya,.


"Sen lo tau belum kalo Rani udah kembali dari luar negeri,?" Tanya Rendy sahabat Sean


"Emang kenapa kalo rani kembali, gue udah gak ada hubungan sama dia" ucap Sean datar


"Ya siapa tau lo masih ada rasa gitu sama dua,secara dia itu mantan terindah lo" tambah rendy lagi sambil tertawa


Di sisi lain pojok cafe


Prang...


"Ya Ampun mbak,, maaf saya tidak sengaja" ucap seorang pelayan yang tak lain adalah jihan


"Lo kalo jalan pakek mata," ucap gadis tersebut dengan jari telunjuk yang mengarah ke wajah jihan


"Saya sudah minta maaf mbak,saya beneran gak sengaja, apa perlu saya cucikan baju mbak,?" Ucap jihan lagi sambil minta maaf


"Gue gak butuh maaf lo,Asal lo tau ya gaji lo sebulan pun gak bakal mampu beli baju gue." Hina gadis tersebut


"Mbak ini orang minta maaf salah terus maunya apa sih,ya udah kalo gitu saya lanjut kerja aja deh" ucap jihan yang mulai kesal dengan sikap orang di hadapan nya itu dan beranjak dari tempatnya


Baru dua langkah jihan maju Tiba-tiba air mengalir tepat di atas kepalanya membuat jihan diam mematung merasakan dinginnya air yang mengguyur tubuhnya itu


"Lo apa-apaan sih" ucap jihan Setelah berbalik arah melihat pelakunya


Sedangkan si pelaku tersenyum penuh kemenangan.


Dengan emosi jihan mengambil minuman yang berada di meja tepat di sebelahnya .


Plakk


"Dasar orang miskin gak tau diri,berani-beraninya lo nantangin gue,lo gak tau siapa gue heh" ucap gadis tersebut sambil menjambak rambut Jihan


Melihat keributan semua pengunjung cafe tersebut mengerumuni jihan dan gadis tersebut


"Jihan,,?" Ucap dinda yang Tiba-tiba datang


"Heh kunti lepasin gak tangan lo dari rambut jihan" ucap dinda lagi sambil berusaha membantu melepaskan jihan


"Dasar,,, kalian anak kecil kurang ajar, gak di didik lo sama orangtua, sampai jadi liar gini,kurang ajar sama yang lebih tua,Lo tau gue Rani Wijaya putri tunggal Adi Wijaya" Ucap gadis tersebut geram sambil membanggakan statusnya


"Jadi seperti ini kelakuan putri dari seorang pengusaha termana,sangat memalukan" Ejek jihan