My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Salah paham



"Lo ngapain di sini" Ucap Sean datar


"Aku mau bicara sama kamu mas" ucap jihan duduk di samping sean


"Apalagi yang mau lo omongin,gue gak punya waktu banyak buat dengerin omong kosong lo" tanpa sadar perkataan sean membuat jihan tersinggung


"Kamu kenapa sih,kenapa kamu jadi seperti ini?" Ucap jihan yang mulai terbawa emosi


"Gue kenapa emang,gue gak Kenapa napa,lo aja yang baperan" ucap Sean ketus


"Maksud kamu aku gak boleh baper saat aku melihat suami aku tertawa bersama wanita lain,bahkan lebih membela wanita itu dari pada istrinya sendiri" kata jihan


"Hahah,,, sejak kapan lo nganggap gue suami lo"


"Apa maksud kamu,apa selama ini kamu tidak perna menganggap aku sebagai istri kamu mas?" Tanya jihan dengan suara bergetar


"Lo pikir aja sendiri" Sean beranjak meninggalkan jihan


Namun beberapa langkah sean terhenti karena ucapan jihan


"Gue pikir lo orang yang baik,tapi ternyata gue salah. Kenapa selama ini lo bersikap baik sama gue,kenapa lo memberikan gue harapan kalau akhirnya lo tetap gak akan nerima gue. Gue menyesal telah memilih lo, dasar sean brengsek" Ucap jihan lirih lalu meninggalkan tempat itu mendahului sean yang masih berdiri di tempatnya.


"Apa maksud ucapannya,dia menyesal memilih gue" gumam Sean


Sean mengejar jihan Namun terhalang oleh Arman Dan ubay Yang Tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Apa yang kalian lakukan, minggir" Ucap Sean


"Kalau saya tak mau bapak mau apa?" Ucap Arman


"Saya tidak akan minggir, saya tidak mau bapak menyakiti sahabat saya lagi" Ucap ubay dengan berani


"Minggir,,saya mau menemui istri saya" Ucapnya tegas


"Istri,,sejak kapan bapak menganggap jihan sebagai istri bapak?"


Perkataan Arman berhasil membungkam sean


"jihan telah mengorbankan perasaannya demi mempertahankan pernikahan kalian,tapi ternyata ini yang jihan dapatkan. Bukannya membantu jihan melupakan masa lalu nya tapi malah membuat jihan kecewa, mungkin saat ini jihan merasa kalo perjuangannya sia-sia setelah melihat apa yang bapak lakukan padanya" Ubay bicara dengan lantang dengan keberaniannya.


Tak perduli lagi siapa sean,yang kini dia adalah suami dari sahabatnya, bukan lagi gurunya.


***


Jam sembilan malam


Kini mereka tengah berkumpul mengelilingi api unggun yang menyala di tengah-tengah.


Mereka bernyanyi bersama sambil membakar jagung,sosis dan juga ikan hasil sore tadi dari sebagian dari kelompok yang memancing


"Ji,,,nih buat lo" ujar seseorang menyodorkan jagung bakar


"Makasih ya gas,,punya lo mana kok cuma satu" ucap jihan menunjukkan senyum manisnya


"Gue udah kenyang,habis makan ikan sama jagung satu" ucap bagas


"Lo doyan makan juga ya" kata jihan sambil memakan jagung pemberian bagas


"Doyanlah,apalagi kalo sedang sakit hati,paling mantap dah kalo makan" Bagas tertawa sendiri dengan ucapannya


"Iya juga ya,," jihan manggut manggut dengan ucapan bagas


"Iyalah,, sakit hati juga butuh tenaga kali" ujar bagas lagi membuat jihan tertawa


Tanpa jihan dan bagas sadari,dua pasang mata menatap tajam ke arah mereka.


"Bisa-bisanya lo tertawa seperti itu dengan cowok lain," batin sean


"Aku masih belum percaya ji,jika senyuman manis itu bukan lagi menjadi milikku" batin rehan sambil mengelap sudut matanya yang berair dan itupun tak luput dari pandangan sean


"Kenapa dia melihat jihan seperti itu, apa dia sudah tau kalau jihan sudah menikah" batin sean


"Kak pinjam gitarnya dong" ucap salah satu murid pada rendy yang duduk di sebelah sean


"Nih,,pinjam sepuas lo,nyanyi yang bagus" ucap rendy memberikan gitar nya


"Gaesss,kita nyanyi yuk,ubay lo yang nyanyi ya" ucap murid yang bernama aji


"Segitu candu nya lo ji sama suara gue" tawa ubay dengan percaya dirinya


"Biar gue yang nyanyi," ucap dinda Tiba-tiba


"Yang bener lo,," Tanya aji memastikan


"Iya,lo gak percaya sama gue, cepetan putar musiknya gak usah pakek gitar gak enak kalo cuma pakek gitar doang" seru dinda


"Razi mulai,,," ucap dinda sambil mengacungkan jempolnya


###


Sudah kubilang jangan terlalu yakin


Mulut lelaki banyak juga tak jujur


Bila sakit hati wanita bisanya nangis


Sudah ku bilang jangan terlalu cinta


Kalau patah hati siapa mau nolong


Seperti langit dan matahari tak bersatu lagi


Hey ladies jangan mau di bilang lemah


Kita juga bisa menipu dan menduakan


Bila wanita sudah beraksi dunia hancur


Hey ladies sekarang cinta pakai otak


Jangan mau rugi hati,juga rugi waktu


Bila dia merayumu ingat semuanya bohong


Memanglah tak semua laki-laki busuk


Namun ladies tetaplah harus waspada


Semogalah kita semua akhirnya


Mendapatkan cinta yang tulus


Sudah kubilang jangan terlalu yakin


Mulut lelaki banyak juga tak jujur


Bila sakit hati wanita bisanya nangis


Hey ladies jangan mau di bilang lemah


Kita juga bisa menipu dan menduakan


Bila wanita sudah beraksi dunia hancur


Hey ladies sekarang cinta pakai otak


Jangan mau rugi hati,juga rugi waktu


Bila dia merayumu ingat semuanya bohong


Hey ladies


Cinta pakai otak


Jangan mau rugi hati dan juga rugi waktu


Bila dia merayumu ingat semuanya bohong


Memanglah tak semua laki-laki busuk


Namun ladies tetaplah harus waspada


Semogalah kita semua akhirnya


Mendapatkan cinta yang tulus