
Jihan menggeliat sembari membuka matanya, Pemandangan yang pertama dia dapatkan adalah wajah tampan suaminya,membuat jihan tersenyum melihat keindahan ciptaan tuhan yang berada di depannya saat ini.
Cup
Sean mengecup singkat kening jihan,
"Morning" Ucap Sean dengan suara serak khas bangun tidur
"Morning juga" jawab jihan sambil nyengir dan salah tingkah
"Ngapain lo nyengir gitu" Tanya sean menaikkan sebelah alisnya
"Hari ini hari kan hari terakhir kesepakatan kita,gimana lo ngijinin gak gue ikut camping?" ucap jihan menjawab sekaligus bertanya
"Hah,,,bisa-bisanya lo bangun tidur langsung ingat itu,, huhh,,Dasar, iya udah gue ijinin lagi pula gue juga ikut kok," Ucap Sean santai sambil tersenyum
"Kenapa enggak bilang dari awal sih,kenapa mesti pakek bikin kesepakatan segala kalo lo juga ikut" kesal jihan memukul lengan sean
"Suka-suka gue lah" jawab sean bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi meninggalkan jihan yang masih duduk di tepi ranjang.
Sedangkan jihan hanya menatap sean kesal
Kini sean dan jihan tengah sarapan
"Lo ganti baju kita akan jalan-jalan sambil cari perlengkapan buat camping, mumpung libur" Ucap sean setelah menghabiskan sarapannya
"Oke,," jawab jihan singkat
***
"Lo mau cari apa dulu,?" Tanya sean pada jihan
"Hemm,,kayaknya gue mau cari sepatu deh,soalnya sepatu gue udah lepas bagian bawahnya,gak mungkin di pakek buat camping nanti" jawab jihan
Tanpa jihan sadari perkataan dia membuat sean merasa bersalah karna kurang memperhatikan istrinya.
"Ya udah yuk" sean menggenggam tangan jihan menuju sebuah toko khusus sepatu
sepanjang jalan menuju toko,jihan melihat tangannya yang di genggam oleh sean,ada rasa nyaman ketika berada di dekat suaminya itu.
saat berada di toko sepatu
"Ini bagus kayaknya,pas buat di pakek sekolah dan camping juga" ucap jihan menatap sebuah sepatu yang sangat cocok untuk aktivitas
jihan melihat dan mencobanya,namun Tiba-tiba jihan menaruh kembali sepatu itu. hal itupun tak luput dari pandangan sean.
"Ya tuhan,,, Pak mending kita cari di pasar aja yuk" Ucap jihan Setelah mengetahui harga sepatu tersebut
"Hah,yang bener saja," bingung sean dengan kelakuan istri kecilnya itu,pasalnya mereka sudah berada di toko tersebut namun Tiba-tiba saja jihan ngajak ke pasar
"Bapak tau gak,Itu harga sepatu bisa buat beli bakso sama gerobak nya tau,mending beli di pasar aja jauh lebih murah" jelasnya yang membuat sean semakin bingung sekaligus kesal
"Nih anak bego* Apa gimana sih,dimana² orang pengen barang yang mahal dan bermerek ini malah mau yang murah" sean membatin sambil menggaruk tengkuk nya dengan tampang seakan mau nangis
"Lo ngapain beli sepatu itu sih kan sayang uangnya,mending di tabung aja kan" ucap jihan Setelah mereka keluar dari toko tersebut
"Lo kira gue gak mampu apa beliin lo sepatu itu,jangankan sepatu satu pasang bahkan toko sama mall nya bisa gue beli kalo gue mau" ucapnya dengan sombong,jihan yang mendengarnya hanya memutar kedua matanya jengah
"Mulai deh keluar sombongnya,jangankan gue monyet aja tau kalo lo tajir" gumam jihan
setelah selesai membeli keperluan yang akan di bawa camping sean mengajak jihan jalan jalan ke taman dekat dengan tempat itu .
"pak,,,
sean yang mendengarnya mendelik dengan panggilan jihan
"Ehh,,,mas, maksudnya" cengir jihan
"Beli itu yuk,," ucap jihan menunjuk pada seorang penjual makanan yang menggunakan gerobak.
"Ayo,,, mumpung kita lagi jalan berdua,,kan jarang jarang lo ajakin gue jalan gini" ucap jihan menarik tangan sean
sean yang merasakan genggaman tangan jihan tersenyum
"Entah kenapa gue merasa nyaman di dekat lo,gue suka liat lo tersenyum," batin sean
"Mang,, corn dog nya dua ya, rasa coklat sama yang pedas" Ucap jihan pada penjualnya
"Siap neng,tunggu ya" ucapnya
"Mas gak apa-apa kan gue ajak jajan di pinggir jalan gini" Tanya jihan yang kini duduk di sebuah bangku di samping sean
"Emangnya kenapa,gue juga biasa makan di tempat seperti ini" Jawab sean santai sambil memainkan ponselnya
"Neng,,ini pesanan nya" Ucap penjual itu sambil menyodorkan sebuah kotak di bungkus plastik pada jihan
"oh,,, suda jadi ya mang,bentar." ucap jihan
"Mas,,minta uang dong" ucap jihan mengadahkan tangannya ke depan sean
"hemm,, ini ambil sendiri" Sean memberikan donpetnya pada jihan
Ketika membuka dompet tersebut jihan sempat terpaku dengan sebuah foto yang terpasang si dalamnya.
Kini jihan dan Sean duduk di sebuah bangku di bawah pohon menghadap pada sebuah danau.
Jihan memakan makanan itu dengan lahap, saat jihan tengah asik bermain dengan keju mozzarella yang terdapat pada makanan itu Tiba-tiba sean mengambil bagian tengahnya yang ujungnya berada di dalam mulut jihan
Jihan yang mematung dengan aksi sean tak menyadari jika saat ini wajah mereka hanya berjarak tiga senti bahkan hampir tersentu.
"Mas cobain deh ini,,,,
Sean langsung ******* habis bibir jihan yang belepotan coklat,tanpa sadar jihan memejamkan matanya menikmati sentuhan yang sean berikan meski jihan tidak membalas ciuman itu. Membuat sean tersenyum