
Di parkiran sekolah
"Ngapain di turunin di sini sih,gue kan udah bilang turun di depan" kesal jihan karna sean menurunkan nya di parkiran sekolah
"Lo ya jadi cewek bawel banget,bisa anteng dikit gak sih" ucap Sean
"Heh, pak sean yang terhormat. Bukannya anda sendiri yang meminta saya untuk tidak membocorkan rahasia pernikahan kita, anda sendiri yang menjaga jarak itu" Ucap jihan mengingatkan perkataan sean saat hari pertama pernikahan mereka
Mendengar itu hati sean merasa tercubit,dia sadar dengan apa yang di ucapkan nya itu pasti membuat jihan sakit hati.
"Lo lupa dengan kesepakatan kita,ini baru hari pertama lo udah protes mulu. Kalo ada yang liat ya tinggal bilang aja kita pacaran gampang kan" ucapnya memberikan alasan
"Terserah deh capek gue" ucap jihan keluar dari dalam mobil namun Baru beberapa langkah jihan langsung berlari dan sudah berada di samping sean kembali
"Lo kenapa balik lagi,ada yang ketinggalan?" Tanya sean mengedarkan pandangan nya mencari apa sekira nya yang jihan lupakan
Tanpa aba-aba jihan langsung meraih tangan sean dan menciumnya
Deghh
Sejenak jantung sean seakan berhenti detak,begitu sulit untuk bernapas sampai akhirnya jantung itu berfungsi lagi tapi dengan detak yang lebih kencang dari biasanya.
"Kenapa dengan gue,jantung gue mulai gak sehat ini kayaknya" batin sean yang masih terdiam
"Mulai sekarang gue akan melakukan ini setiap pagi" ucap jihan hendak membuka pintu mobil itu
Belum terbuka sempurna sean sudah menarik jihan dan menutupnya kembali
Sean memandangi jihan sampai akhirnya dia menempelkan bibirnya di kening jihan.
Cukup lama sean melakukan itu sampai akhirnya sean melepaskannya
"Setiap pagi juga gue akan melakukan ini" ucapnya
jihan pun berbalik hendak keluar karna merasa cukup dengan yang di katakan sean, namun lagi-lagi sean menariknya dan dengan tiba-tiba sean membenamkan bibirnya pada bibir jihan
Jihan membulatkan matanya dengan aksi sean terhadap dirinya yang membuat jantung jihan maraton
"Dasar omes,,, lo pagi ini udah dua kali nyium bibir gue,lo tau kalo ini ciuman pertama" ucap jihan kesal
"Bagus dong,,, makasih udah menjaga nya buat gue" lalu pergi meninggalkan jihan yang masih bengong sendiri di mobil
"Lo mau sekolah apa mau nongkrong di mobil gue?" Ucap Sean membuka pintu mobilnya tempat jihan duduk
Jihan yang mendengarnya terlonjak kaget,
Tanpa menoleh sedikitpun jihan keluar dari mobil dan berlari meninggalkan sean sendiri di Belakang
"Manis juga" ucapnya tersenyum sambil mengulum bibirnya yang tadi di gunakan mencium jihan
Sedangkan jihan yang kurang memperhatikan keadaan sekitar Tanpa sengaja menabrak seseorang
"Aduhh,,,pantat gue" jihan meringis merasakan pantatnya yang mendarat sempurna pada lantai
"Jihan,,maaf ji.gue gak sengaja,Ayo bangun biar gue bantu" kata orang tersebut yang merupakan bagas
Jihanpun menerima uluran tangan tersebut dengan senang hati.
"Iya gak apa-apa, lagian gue juga yang salah karna gue juga jalan sambil baca buku," jelas bagas menunjukkan senyum termanisnya
"Cie,,cie,,, pagi-pagi udah ngapel aja neng" ucap seorang tepat di telinga jihan suaranya sangat jihan hafal
"Lo,,sejak kapan kalian di sini,,?" Ucap jihan karna dia tidak merasakan kedatangan mereka
"Sejak lo jatuh" jawab razi sambil tertawa
"Sialan bukan nya ngebantu malah di tonton" kesal jihan memukul lengan razi
"Kan udah ada bagas yang bantuin lo,kalian romantis banget di liat dari jauh" goda sofi
"Lo apaan sih gitu aja bilang Romantis, lebay lo" ucap jihan
Mereka masuk kelas bersama,sepanjang lorong sekolah mereka tanpa henti bercanda dan sesekali saling kejar-kejaran
Dan ketika mereka hendak memasuki kelas dari jauh tampak sean yang juga berjalan ke arah mereka,sean memiliki jandawal pelajaran olahraga di kelas tepat sebelah dengan kelas jihan.
Jihan yang seketika menghentikan langkahnya membuat ubay Dan dinda menabraknya karna tidak fokus dan mereka juga sedang memainkan ponsel
"Aduhh,,Ubay lo kok berhenti mendadak sih,kan nabrak jadinya" ucap dinda memukul kepala ubay
"Lo kalo mau marah jangan sama gue,noh di depan. Ngerem mendadak,lo syukur cuma jidat doang, gue udah di hantam depan belakang,sakit juga tau" kesal ubay menunjuk jihan dengan dagunya
"Hadehhh,,, kayaknya mulai tumbuh bibit bibit nih," timpal razi
Sedang jihan masih menatap sean yang kini sudah berada di depan pintu kelas sebelah
"Ngapain kalian bengong di sana,Ayo masuk" ucap Sean datar
"Lagi nonton bapak,fashion show. Jalannya damage banget udah kayak oppa korea" Ujar dinda
"Apa lo bilang?" Tanya jihan menoleh pada dinda dengan tatapan tajam
"Yeee,,,, santai aja kali ji,gue gak ada bakat jadi pelakor,gue cuma mau bilang kalo pak sean itu ganteng" Goda dinda lagi
"Hahahh lo cemburu ji,,? Cie,,cie,, jihan cemburu ni yee,,," goda ubay sambil tertawa begitu juga dengan yang lainnya
Sedangkan sean hanya menatap sang istri dengan wajah datarnya
"Cemburu apanya,,, kagak banget. Ganteng tapi kaku,percuma. Gantengan juga jungkook kali gak ada dua nya" Ucap jihan mengelak
"Terus yang pertama siapa" Tanya Ubay lagi
"Rehan lah"
Jawaban jihan membuat mereka terkejut,mereka membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan jihan.
Jihan yang belum menyadari akan ucapannya hanya melihat aneh sahabatnya yang menunjukkan raut tak biasa,padahal baginya itu sudah biasa
Razi memberi kode pada jihan melalui sorot matanya,jihan yang mulai mengerti dan ingat apa yang telah di ucapkan berbalik menatap sean yang tengah menatap tajam, membuat mereka semua merasa merinding.