My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Pekerjaan Jihan



Di sebuah cafe tempat jihan bekerja


"Ji,,lo tau gak,guru baru itu,Ganteng banget,,,sumpah mana masih muda lagi,katanya sih dia masih kuliah,keren kan udah Ganteng,mapan,pinter lagi. Idaman banget" Ucap sofi sambil membayangkan wajah guru barunya itu


"Alahh,,, masih gantengan gue,lebih muda gue,gue juga udah kerja jadi sama kan,Tampan dan mapan" timpal Arman


"Iya,, emang sahabat gue yang satu ini paling best,paling Ganteng" ucap jihan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arman


"Terus maksud lo gita jelek gitu?" Sambung ubay tak terima dengan pernyataan jihan


"Lo ini bay,bisa diam gak sih," jihan melempar ubay dengan lap meja yang dia pegang


Membuat mereka semua tertawa dengan kelakuan jihan dan ubay


Di antara tiga cowok sahabatnya,ubay lah yang paling dekat dengan jihan. Mereka sudah bersama dari kecil,bagi jihat ubay seperti jay adiknya sendiri,bahkan ubay lebih manja dari jay ketika bersama dengan jihan,beda halnya dengan Arman,razi,dinda dan sofi, mereka bersama semenjak sekolah menengah pertama


"Tapi beneran ji,dia ganteng banget kayak oppa² korea" ucap dinda gemas membayangkan gurunya itu


"Lebih ganteng mana dia dengan jungkook" Tanya jihan


"Sebelas duabelas lah,tapi lebih keren pak sean auranya itu loh ji,,susah buat di definisikan" seru Sofi


"Kalian kalo liat cowok bening dikit udah kayak cacing kepanasan" sambung jihan


"Udah gue lanjut kerja dulu,takut di potong gaji gue sama pak bos" canda jihan sama sahabat²nya


"Mulut lo ya emang paling bisa bikin orang emosi" jawab Arman


"Hehe,,becanda pak bos,jangan masukin hati" ucap jihan sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V


"Udah sana lo,sempet mata gue liat lo mulu" timpal Razi


"Sialan lo,awas ya lo kalo berantem sama cewek lo gue gak bakal bantu" kata jihan berlalu meninggalkan sahabatnya


Membuat mereka semua tertawa melihat wajah kesal dari razi,mereka tau jika razi ada masalah dengan ceweknya pasti jihan lah yang di cari untuk membantunya.


Namun status ekonomi itu tidak membuat mereka merasa beda,bahkan orang tua mereka masing-masing menyayangi sahabat anaknya.


###


Di sebuah rumah


"Assalamualaikum bunda ku yang paling cantik sedunia," Ucap seorang pemuda memasuki rumahnya sambil menyalami tangan bundanya.


"Waalaikum salam,,, udah dateng jay,, Gimana sekolahnya lancar?" Tanya sang bunda pada anaknya yang tak lain adalah jay adik dari jihan


"Alhamdulillah lancar bun,bunda ngapain?" Kata jay lagi


"Bunda lagi masak buat makan malam kita nanti,ini bunda buatin ayam kecap sama semur jengkol kesukaan kamu dan kakak kamu" jawab bunda Aisyah


"Bundaku emang yang terbaik,ya udah jay ke kamar dulu ganti baju ya bun" ucap jay setelah mencium pipi sang bunda dan berlalu meninggalkan dapur


"Jay tunggu dulu,sini balik lagi" Panggil bunda ais ketika Jay hendak keluar dari dapur


Bunda Aisyah memperhatikan penampilan Jay,Sampai ia menemukan hal paling tidak disukai nya itu


"Apa lagi ini Jayzan,kamu berkelahi lagi,,?" Tanya bunda ais mulai geram


"Mereka yang mulai bunda bukan Jay" lirih Jay


"Jay,,,bunda tau jay gak akan cari gara-gara kalo gak ada yang mulai lebih dulu" ucap bunda Ais menjeda ucapnya


"Tapi ingat nak,kita cuma orang susah. Jangan buat masalah apalagi di sekolah kasian kakak kamu yang udah capek cari uang tambahan buat sekolah kalian,kakakmu ingin kamu jadi orang sukses jay,kalian bisa sekolah di tempat kalian sekarang itu udah luar biasa banget,karna tak mudah buat masuk kesana. Disana itu tempat orang² kaya. jadi jangan buat bunda kecewa ya Nak" Nasehat bunda sambil mengusap kepala Jay


"Iya bunda,Maafin jay"


"Ya sudah,kamu ganti baju dulu sana. habis itu turun biar bunda obati itu luka kamu" ucap bunda Ais