My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Menikah



Di sisi lain Sebuah rumah mewah


"Mommy tidak bisa gini dong,pokoknya Sean gak mau fi jodohin" Bantah pemuda tersebut yang tak lain adalah sean


"Mommy gak mau tau pokoknya kamu harus terima titik" Ucap mommy Sarah berlalu pergi meninggalkan sean sendiri di sofa ruang tamu


"Aakkhhhh,,,, Sialan" Teriak sean kesal sambil menjambak rambutnya


"Kamu mengatai mommy Sialan heh" Ucap mommy sarah yang sudah berkacak pinggang tepat di belakang Sean


"Mommy, bukan mom sean gak bilang mommy Sialan kok" ucap Sean gelagapan


"Awas aja kamu kalo berani mengatai mommy, bakal mommy laporkan sama daddy biar kamu di hukum" Tegas mommy Sarah kali ini benar-benar pergi ke kamarnya


###


Tiga hari Berlalu kini di rumah jihan tengah ramai acara penyambutan keluarga dari mommy Sarah.


Disana juga sudah ada sahabat jihan


"Bunda,kenapa harus dandan seperti ini sih,kan cuma lamaran doang udah Kayak mau nikahan" Protes jihan yang tengah di rias


"Udah gak usah banyak perotes, kamu diam aja" ujar bunda Ais


"Dinda,sofi kalian juga ganti baju kalian" Ucap bunda Ais sampai menyerahkan sebuah paper bag berisi baju untuk dinda dan jihan


Sebenarnya acara kali ini bukan hanya sekedar lamaran saja tapi sekaligus melangsungkan pernikahan antara jihan dan Sean,Tapi bunda Ais sengaja memberitahukan pada jihan.


Setelah menunggu selama setengah jam akhirnya keluarga Mommy Sarah datang bersama rombongan


"Sar,,, Akhirnya kamu datang juga" ucap bunda Ais menyambut kedatangan calon besannya sambil berpelukan layaknya wanita pada umumnya


"Gimana ai semua lancar?" Tanya daddy Sakha menjabat tangan bunda Ais


"Iya ka lancar,,, Ya sudah sekarang kita masuk dan mulai acaranya" Lanjut bunda Ais memasuki ruang bersama keluarga Mommy Sarah.


Setelah peroses ijab qabul selesai bunda Ais menyuruh jay untuk memanggil jihan yang masih berada di kamarnya di temani dinda dan sofi.


Tok... tok... tok....


"Iya jay kenapa,apa acaranya udah di mulai,?" Tanya dinda yang membuka pintu


"Kakak di suruh turun sama bunda,bukan cuma di mulai kak,tapi hampir selesai" ucap jay membuat mereka terkejut


Mereka bertiga berjalan beriringan dengan Jihan yang berada di tengah-tengah antara dinda dan sofi.


Sedangkan jay mengikuti langkah mereka dari belakang.


Tampak semua mata tertuju pada ke tiga gadis yang kini tengah menuruni tangga,para tamu pun terkesima melihat kecantikan ketiga nya,wajah cantik tinggi dan bentuk tubuh yang ideal apalagi dengan umur mereka yang terbilang masih sangat muda


Ketika sampai di lantai ruang tersebut jihan sedikit terkejut melihat seorang pria dengan posisi duduk membelakinginya berhadapan dengan pria paruh baya berpenampilan seperti penghulu.


Jihan yang mendengarnya masih diam terpaku mencerna semua perkataan bundanya


"Selamat ya sayang,,,mulai sekarang kamu jadi bagian dari keluarga William" ucap mommy sarah yang juga memeluk jihan Setelah bunda Ais


"Sen,, Ayo sini maju ini sambut istri kamu" ucap mommy sarah Setelah melepas pelukannya dari jihan


Degg


"Dia,,,apa maksudnya ini,jangan jangan,," ucap jihan dalam hati menerka-nerka


"Ayo sana salim dulu sama suami kamu" mommy Sarah menuntun jihan dan memberikan tangan jihan pada sean


Sedangkan pasangan pengantin itu saling melempar tatapan tajam satu sama lain


Setelah itu jihan langsung mencium punggung tangan Sean,lalu mereka bertukar dan menyematkan cincin di jari tangan masing-masing.


Tiga jam berlalu kini Jihan tengah berada di kamarnya,setelah membersihkan dirinya jihan memilih bersantai duduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponselnya


Ceklek


Pintu kamarnya terbuka menunjukkan Sean yang kini sudah berada di dalam kamarnya.


Jihan menatap sekilas pada Sean lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.


"Kenapa harus lo sih,,?" Ucap Sean berjalan ke arah sofa dimana jihan berada


"Kenapa emang kalo gue,,lo pikir gue mau di jodohin seperti ini" jawab jihan sinis


"Terus kenapa lo gak nolak" kata sean lagi


"Terus lo sendiri kenapa gak nolak" jihan membalikkan kata-kata sean


Dan berhasil membuat sean diam membisu


"Gue harap lo jaga rahasia ini dengan baik,cukup mereka yang ada di acara tadi saja yang tau soal tentang kita,gue gak mau kalo sampai ada orang lain tau" Ucap Sean berlalu meninggalkan jihan dan masuk ke kamar mandi


***


Satu minggu berlalu kini jihan telah berada di rumah pribadi milik Sean, setelah tiga hari mereka resmi jadi pasangan suami istri.


Sean mengajak jihan pindah dan memilih tinggal sendiri, awalnya mommy Sarah meminta sean untuk tinggal di rumahnya tapi sean menolak dengan alasan mau mandiri


Jihan dan Sean tinggal bersama namun mereka memutuskan tidur di kamar yang berbeda


Jihan melalui harinya seperti biasa saat dirinya masih belum berstatus istri, meski segala kebutuhan nya sudah ada namun Jihan tetap bekerja untuk membantu meringankan bundanya membayar sekolah jay


Dan sean Juga tak mempermasalahkan itu