
###
Hari ini kau pergi
Meninggalkan diriku
Semua begitu saja
Terjadi dan takkan kembali
Sungguh ku tak berdaya
Jika harus tanpamu
Menghabiskan waktuku
Jelajahi dunia
Dirimu laksana surgaku
Tempat ku mencurahkan
Segala rasa cinta suci
Yang tulus di dalam batinku
Tiada yang mampu gantikan
Titahmu di hatiku
Menyejukkan seluruh jiwa
Melebur ke dasar sukmaku
Haruskah kuberpasrah
Hadapi semua ini
Mencoba memulainya
Kembali dengan harap pasti
Namun kadang raguku
Mengusik damai hati
Membawa kebimbangan
Dengan arah tak pasti
Dirimu laksana surgaku
Tempat ku mencurahkan
Segala rasa cinta suci
Yang tulus di dalam batinku
Tiada yang mampu gantikan
Titahmu di hatiku
Menyejukkan seluruh jiwa
Melebur ke dasar sukmaku
Adakah di benakmu
Seberkas celah rasa
Meskipun semu semata
Ringankan kesedihan
***
Semuanya bertepuk tangan dengan lagu yang di bawakan oleh rehan,apalagi sean menyanyikan nya dengan penuh penghayatan.
Mereka tidak tahu saja jika lagu itu yang mewakili perasaan rehan saat ini.
Mereka berfikir hubungan rehan dan jihan masih baik-baik saja.
"Beruntung banget sih jihan punya pacar seperti kak rehan"
Kata-kata itu terdengar jelas di telinga jihan
Jihan memilih pergi meninggalkan tempat itu.
Jihan duduk di bibir pantai menerawang jauh kedepan
"Lo kenapa pergi sendiri?" Arman duduk di sebelah jihan
"Gue merasa gak nyaman aja di sana,terlalu ramai" jawab jihan
"Bukan di sana yang terlalu ramai,tapi hati lo yang terlalu kosong" tanggap arman
***
Pagi hari pun tiba
Seluruh murid bersiap akan melakukan jelajah ke bukit
Masing-masing tim terdiri dari lima anggota beserta satu pembina
Tim jihan terdiri dari dinda,ubay,razi,aji dan juga jihan dengan sean yang menjadi pembimbing
"Ji,, lo masih kuat kan?" Tanya ubay pada jihan
"Kuatlah,,,gini doang mah gue masih sanggup" jawab jihan sambil mengusap keringat nya
Setelah setengah jam mereka mendaki akhirnya mereka sampai di puncak bukit tersebut, tampak pemandangan yang begitu indah. Luasnya laut dengan hamparan ombak terlihat begitu indah.
Dengan angin yang bertiup kencang menambah kenyamanan, membuat siapa saja yang ada di sana ingin berlama-lama menikmati keindahan alam ini.
"Bay kesana yuk," ucap aji kepada razi dan ubay menunjukkan rombongan para murid laki-laki
Kini tersisa jihan dan dinda
"Ji,,,lo gak apa-apa kan?" Tanya dinda yang melihat jihan tengah melamun
"Gue bingung dengan semuanya din,kenapa nasib gue gini ya," Ucapnya menghela nafas panjang
"Gue kira pilihan gue udah tepat ternyata gue salah," sambung nya lagi
"Apa lo udah mengatakan perasaan lo sama pak sean?" Tanya dinda lagi
Jihan pun menggelengkan kepalanya
"Apa pun keputusan lo gue akan selalu mendukung lo" dinda memeluk jihan dari samping
"Dinda,,lo gue cariin ternyata ngumpet disini" ucap sofi yang baru datang
"Selfi yuk" ajaknya
Mereka berfoto bersama dengan pose dan juga latar yang berbeda.
"Zi,,,minta rokok dong" ucap jihan pada razi
"Lo mau apa Ji,jangan macem-macem deh" Ujar Ubay
"Udah lo tenang aja,gue cuma minta satu batang doang gak bakal lebih kok" jihan langsung mengambil rokok razi yang masih ada di saku jaket nya
"Jangan jauh² dan jangan berlebihan ji" Ucap razi mengingatkan
Mereka hanya menatap kepergian jihan dengan tatapan yang sulit di artikan.
Jihan duduk di bawah pohon yang sedikit jauh dari keramaian, dengan pemandangan yang langsung ke arah laut.
Jika jihan tengah mengalami masalah merokok yang menjadi pelarian nya,jika tidak jihan terkadang juga pergi ke club namun tetap dalam pengawasan ke tiga sahabat cowoknya.
"Sialan" ucap jihan sambil mematikan sisa rokok di tangannya.
Jihan berdiri sambil membersihkan pantatnya yang terdapat daun kering yang menempel, namun Tiba-tiba suara bariton milik Sean mengagetkannya.
"Apa yang lo lakukan di sini jihan" sean berdiri tepat di hadapan nya dengan tatapan tajamnya seakan mau memakannya hidup²
"Lo,,, sejak kapan lo ada di sini?" Tanya balik jihan sedikit gugup
"Ikut gue sekarang" Sean menarik tangan jihan membawanya entah kemana