My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Kata yang selalu di nanti



Malam hari


"Mas jalan-jalan yuk" Ucap jihan mendekati sean yang duduk di sofa kamarnya


"Kemana" jawab sean singkat


"Ya Ampun,,,gunung es gue mulai beku lagi" gumam jihan dalam hati


"Udah ayo ikut aja gak Usah protes, kali ini aku yang mimpin" Jihan menarik tangan sean


"kok berhenti di sini?" Tanya sean


"Udah ayo ikut,diam dulu jangan bawel entar kalo mau nanya" Ucap jihan keluar dari mobil sean


jihan menggenggam tangan sean memasuki cafe milik arman


kini jihan dan sean sudah berada di rooftop bangunan enam lantai tersebut


"Taraaaaa,," dengan wajah ceria nya jihan menunjuk kejutan yang dia siapkan untuk suaminya yang di bantu oleh sahabatnya dan juga sahabat sean



"Kamu nyiapin ini buat mas" Tanya sean dengan raut wajah yang terlihat begitu bahagia


"iyaa,jangan ngambek lagi yaa,aku gak bisa kalo mas bersikap seperti tadi aku sedih" ucap jihan


"Makasih sayang,,seumur hidup baru kali mas dapat dapat hadiah sebagus ini,maaf jika sikap mas membuat kamu sedih semua itu karna mas sayang sama kamu" Sean memeluk erat jihan begitu juga dengan jihan yang membalas pelukan suami tercintanya.


"Maaf cuma bisa ngasih seperti ini,tak semewah seperti orang orang" tambah jihan


"ini udah lebih dari cukup," ucap Sean


jihan dan sean duduk berdua sambil berpelukan,menikmati indahnya malam hari dengan suasana yang begitu nyaman.


jihan berdiri berjalan ke arah pagar pembatas,melihat padatnya jalanan kota dari ketinggian rasanya begitu menyenangkan buat jihan,terlihat tampak indah karna lampu dari kendaraan itu semua.


Sean datang menghampiri dan langsung memeluk jihan dari belakang,membungkus nya dengan jaket yang sean kenakan.


"Kebiasaan ceroboh,udah tau mau keluar gak pakek jaket" omel sean


Sedangkan jihan hanya terkekeh mendengar omelan suaminya yang menurut nya lucu.


"Mas,," Jihan mendongakkan kepalanya menghadap pada sean yang berada tepat di di atas kepalanya


"Heemm" dengan cepat sean ******* b*bir jihan


Dengan cepat jihan pun membalikkan tubuhnya menghadap pada sean,menyandarkan tubuhnya pada pagar dengan posisi yang begitu i*tim antara keduanya.


"Makasih yaa,mas udah mau nerima aku sebagai istri mas" Tutur jihan menatap mata sean


"I LOVE YOU" Ucap jihan lalu me**ium bib*r sean lembut,sedangkan sean masih mematung mendengar pernyataan dari jihan,kata yang selama ini dia tunggu


semenjak kejadian waktu jihan mengatakan perasaan nya,jihan tak pernah lagi mengucapkan kata cinta itu,membuat sean takut jika perasaan jihan berubah karna perna membuatnya kecewa


"Kamu bilang apa barusan" Ucap Sean saat jihan melepaskan pangutan nya


"Aku cinta Sama kamu mas,Aku sayang kamu,jangan pernah tinggalkan aku yaa," Jihan mengulang kembali perkataannya dengan tersenyum manis sambil mengelus rahang kokoh milik Sean


sean yang mendengarnya terlihat begitu bahagia


"Akhirnya mas bisa mendengar kata itu keluar dari mulut kamu,Makasih sayang,mas gak akan pernah ninggalin kamu,kamu segalanya buat mas" sean langsung mel*mat habis jihan,menahan ten*kuk jihan memperdalam c**ma*nya


sedangkan jihan sudah mengalungkan tangannya pada leher sean membalas ci*man sean tak kalah ga*as


sean tersenyum melepaskan ci***nnya,dia sadar dan takut kelepasan.


"ikut aku" jihan menarik tangan sean membawanya pada sebuah ruangan yang berada di rooftop itu.


Jihan membawa sean masuk dan mengunci rapat pintu tersebut.


"ini tempat apa sayang" Tanya sean


"Ini kamar aku,di sini kita punya kamar masing-masing, tapi ada juga pintu yang menuju satu ruangan buat kita ngumpul" jelas jihan


jihan berjalan ke arah balkon membuka tirai yang menghalangi


Ketika berbalik jihan di kejutkan oleh sean yang sudah berada di hadapannya


Tanpa aba-aba sean langsung memeluk jihan,kembali menyatukan pan*utan bi*ir keduanya.


sedangkan tangan sean sudah tidak di kondisikan,Satu tangannya bertengger di pinggang jihan sedangkan satunya sudah menari dengan lincah di gun*ng kem*ar milik jihan,sehingga satu ******* lolos begitu saja dari mulut jihan.


Sean beralih pada leher jenjang jihan bermain disana tapi tak meninggalkan jejak hanya ada dua tanda di sebelah kanan dan kiri belakang telinga jihan.


Dan malam panas itu pun terjadi


Di luar


"Enam banget jadi jihan,dingin gini ada yang ngangetin" celetuk dinda


"Dasar omes" ubay menyentil kening dinda


"Apaan sih lagian gue ngomong bener kok" dinda tak terima dengan perkataan ubay


"lo mau di angetin kayak jihan,ayo sini biar gue bantu buat ngangetin lo" ucap Rendy


"Idiihh ogah,," sinis dinda