My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Rehan pamit



Jihan meneteskan airmata,tiba-tiba muncul semua kenangan saat dirinya bersama rehan dulu,dari jaman sekolah sampai akhirnya mereka berpisah karna rehan yang kuliah di LN.


Setelah ubay Dan juga razi kembali ke mejanya,mereka memutuskan untuk pulang.


Jihan berjalan berdampingan dengan sean,tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut sean.


Raut wajah yang akhir² ini mulai kembali ceria kita terlihat kembali dengan raut wajah dan tatapan dingin.


"Sabar ya kak,dia itu cemburu liat kak jihan sama mantannya tadi" bisik jeno dari belakang jihan,jihan menoleh pada jeno seolah meminta penjelasan. Namun jeno hanya mengangkat bahunya menunjuk sean dengan dagunya. Seolah menyarankan agar jihan bicara langsung dengan sean.


"Din,,lo bareng siapa?" Tanya jihan


"Gue Sama mereka" tunjuk dinda pada Arman,sofi dan razi yang berada di depan mobil Arman.


"Owh,,ya udah kalian hati-hati,dan kalian langsung pulang ke rumah gak boleh kelayapan kemana-mana,awas aja kalo melanggar" Ucap jihan menunjuk jay adiknya dan ubay


"Siap bunda ratu" patuh jay dan ubay


"Tenang ji,mereka bareng gue kok,gue pastikan aman" sambung Rendy


Setelah itu jihan langsung menuju mobil sean,sedangkan sean sudah berada di dalam mobilnya. Ketika membuka pintu mobil sean jihan di kejutkan oleh kedatangan rehan yang langsung memeluknya. Sean yang melihatnya mengepalkan kedua tangannya dengan raut wajah yang memerah.


Bukan hanya sean bahkan semua kembali beralih menatap pada jihan dan rehan. Seakan dunia berhenti berputar, semua diam terpaku pada tempatnya masing-masing. Mereka menelan ludahnya dengan susah payah, hanya Arman dan Angga yang terlihat lebih santai.


Jihan masih dengan posisinya yang seolah terpaku,melebarkan kedua matanya. Sampai akhirnya jihan berontak namun rehan semakin mengeratkan pelukannya.


"Biarlah seperti ini,sebentar aja,ku mohon ji" bisik rehan. Membuat jihan kembali bingung.


Tiba-tiba tangan jihan merasakan tarikan yang lumayan keras,membuatnya membentur sesuatu, namun setelah jihan sadar jihan mendongakkan kepalanya dan mendapati wajah sean yang berada tepat di depan wajahnya,bahkan hampir hidungnya bersentuhan dengan hidung mancung milik suaminya.


Sean melepaskan jihan dan membawanya e belakang tubuhnya


Bugghh,,,


Sean memukul rehan dengan cukup keras,membuat sudut bibir rehan lebam dan berdarah.


Semua yang disana terlonjak kaget melihat aksi sean. Mereka kembali mendekati sean,rehan dan jihan.


"Istri,,, istri yang lo dapat dari cara merebut dari kekasihnya" ucap rehan sambil mengelap sudut bibirnya


"Sialan,,," sean kembali menghajar rehan,sedangkan rehan yang mendapat pukulan dari sean hanya diam tanpa perlawanan,bahkan wajahnya yang seolah menantang semakin membuat siapa saja yang melihatnya merasa kesal.


Sampai akhirnya jihan berteriak menghentikan aksinya


"Cukup mas berhenti,,," teriak jihan sambil menarik lengan sean yang akan kembali menghajar rehan.


Sean menoleh menatap pada jihan


"Kenapa,kamu gak rela jika aku melukainya,apa kamu masih mencintainya" ucap Sean tersenyum kecut


"Bukan itu mas,aku gak mau kamu mendapat masalah gara-gara ini,ini tempat umum" ucapan jihan yang membuat mereka semua sadar,namun untung nya keadaan sekarang seolah berpihak pada sean,karna keadaan parkir yang terlihat begitu sepi.


Rehan bangun dengan di bantu oleh ubay Dan jay,rehan membenarkan pakaiannya dan berjalan ke arah Sean


"Maaf,,," Kata-kata itu keluar dari mulut rehan, membuat sean dan lainnya mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang rehan katakan


"Gue cuma mau tau gimana reaksi lo aja tadi,sekarang gue percaya dengan lo setelah melihat semuanya," rehan menepuk pundak sean


"Gue ikhlaskan dia buat lo,jaga dia dan sayangi dia,jangan sampai lo membuat jihan terluka,karna jika itu terjadi gue akan pastikan lo enggak akan bisa lagi mendapatkan nya. Gue yakin lo orang yang yang tepat jadi gue gak perlu khawatir lagi,jaga jihan baik-baik." Setelah mengatakannya rehan meninggalkan tempat itu.


Sebelum pergi rehan menghampiri jihan


"Jaga diri baik-baik,aku akan selalu menjaga kamu mesti itu dari jauh,semoga kalian bahagia" ucap rehan sambil mengacak rambut jihan seperti yang biasa dia lakukan


"lo mau kemana re," Tanya Arman


"Besok akan kembali ke LN,kehadiran gue di sini sudah tidak ada gunanya lagi," Jawab rehan menoleh pada jihan yang menunduk


"Jaga dia baik-baik,jika terjadi sesuatu kabari gue" ucapnya lagi sambil berpelukan ala cowok



Mas sean kalo marah makin seksi yaa🙈😅