My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Serba salah



"Ngapain di sini sendirian,mas cariin kemana mana ternyata di sini" Ucap Sean mencium pipi jihan sekilas dari belakang


"mass,bikin kaget aja ihh," jihan memegang dadanya


"Ngapain di sini hemm," Tanya sean ulang sambil memeluk jihan dari samping


"lagi liatin tanaman bunga ku yang udah mulai berbunga,tuh cantik banget kan" tunjuk jihan dengan salah satu tangannya sedangkan sebelah tangannya memegang tangan sean yang melingkar di pinggangnya


"Boleh mas nanya sesuatu?" Sean berucap dengan hati hati


"Kenapa harus minta izin,tanyakan aja apa yang mau mas tanyakan" jawab jihan sambil menatap wajah suaminya


"Kamu kenal dengan murid baru yang bernama beni?" Tanya sean to the point membuat jihan terkejut


"Mas kok nanya seperti itu, emang kenapa,?" Tanya jihan balik


"Kebiasaan kalo di tanya malah balik nanya" sean mencubit pipi jihan dengan gemas membuat jihan cemberut


"aku kenal sama beni kebetulan dulu dia juga satu sekolah sama aku waktu SMP" jawab jihan menjawab pertanyaan sean tadi


"sekedar itu?" Tanya sean lagi dengan tatapan mengintimidasi


"Mas apaan sih aku ngerasa di introgasi deh" celetuk jihan membuat sean tertawa


"Mas cuma nanya sayang," ucap Sean masih tergelak


"Tapi mas jangan marah yaa, biar aku kasih tau,dulu waktu aku masih SMP beni sempat beberapa kali menyatakan perasaannya sama aku,tapi selalu aku tolak dengan alasan mau fokus belajar," ucap jihan membuat sean menghentikan tawanya dan fokus pada cerita jihan


"sampai akhirnya beni tau kalo aku sudah mengetahui rencana mereka,tapi meski begitu beni tetap memperlakukan ku dengan baik,sampai akhirnya aku memilih untuk memutuskan dia,tapi beni bersikeras tak mau putus bahkan beni sampai melakukan hal nekat untuk menpertahankan aku," jihan menghentikan ucapannya memejamkan matanya mengingat kejadian waktu itu


"Apa yang dia lakukan sayang?" Ucap Sean mengusap punggung jihan mengerti dengan suasana hati jihan


"saat itu beni membawa aku ke belakang sekolah,hampir saja beni melecehkan aku, tapi ubay Dan razi datang tepat waktu dan keributan tak bisa di hindari lagi,ubay menghajar beni habis-habisan sedangkan razi menahan kedua teman beni agar tidak bisa membantu,sejak saat itu aku kemana pun tak perna sendiri selalu di jaga oleh mereka berlima,sebelum melakukan itu beni sempat mengatakan kalo dia beneran cinta sama aku meski hubungan kita do awali dengan cara yang salah,dia bilang kalau dia benar-benar tulus mencintai aku,dia pun juga ngaku jika pada awalnya aku hanya di jadikan taruhan"


"Ya Ampun sayang" sean menarik jihan ke dalam pelukannya


"Mas kan udah tau,jangan nanya lagi ya aku risih kalo bahas dia,aku mati-matian menghilangkan rasa takut aku sampai akhirnya aku kenal dengan rehan,dia dengan sabar meyakinkan aku sekaligus menyembuhkan lukaku waktu itu" Terang jihan


sedangkan sean mendengar nama rehan di sebut membuatnya merasa panas


"Mas kenapa kok jadi diam gini" Ucap jihan menatap wajah sean


"Kamu tau gak sih,mas gak suka dengar kamu menyebut nama mantan kamu itu di depan mas" Ucap Sean datar


"hehh,,," jihan di buat bingung sendiri


"mas cemburu,,ingat mas rehan itu masa lalu aku,sedangkan yang di sini itu masa depan ku" tunjuk jihan pada dada sean


"Mas cemburu karna dia yang bisa menyembuhkan mu waktu itu,mas cemburu dengan semua tentang dia" jelas sean


"Dasar tuan muda posesif" ucap jihan dan mendapatkan sentilan dari sean lalu sean pergi meninggalkan nya begitu saja


"Dia yang mulai dia juga yang kesal,serba salah pusing jadinya" gumam jihan memijit pelipisnya