My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Dinda berbeda



Di Kampus,kini mereka tengah berkumpul setelah kurang lebih tiga minggu dari kejadian yang menimpa jihan


"Gimana kondisi lo bay" Jihan langsung menggeser posisi nya saat ubay masuk ke kantin kampus bersama dengan razi


"Udah mendingan ji,meski masih rada ngilu dikit kalo banyak gerak" jawab ubay langsung mengambil bakso milik jihan


"Makasih banyak yaa bay,lo udah berkorban buat gue" Ucap jihan lagi dengan tulus


"Mulai,,,udah gak usah bahas itu lagi,cuma bakal bikin sedih kalo di ingat,cukup kita kenang dan berdoa buat yang terbaik ke depannya" Timpal Arman yang di angguki oleh yang lainnya


###


Kini mereka berada di rumah jihan,berkumpul dengan berbagai macam bahasan yang di penuhi dengan canda tawa mereka


Jeno keluar dari kamarnya di rumah sean dengan membawa dua gitar di tangannya


Dengan cepat dinda langsung mengambil nya,


"Nyanyi lagu apa nih" Tanya razi mengubah posisi tempat duduknya yang awalnya duduk di sofa beralih ke karpet yang ada di depan sofa


"Takkan hilang," jawab dinda


"Reff nya yang Gimana,gue gak tau judulnya cuma tau reffnya doang kalo lagu" cengir razi


Dinda langsung memberitahukan reff nya pada razi dan di angguki oleh yang lain


Perlahan dinda memetik senar pada gitar yang di tangannya di iringi oleh jeno


*Jangan pergi dari diriku


Tak sanggup harus hidup tanpamu


Kar'na jauh lebih indah


Bila kita bersama


Seperti yang terjadi kemarin*


Dinda tampak memejamkan matanya saat memulai lagu tersebut


*Kini harus aku lewati


Langkah demi langkah yang menyepi


Membalut luka lagi


Yang kutahan hingga kini


Habis sudah nafasku


Menyebutmu namamu,*


Mereka bersama menyanyikan lagu tersebut,tapi mereka berhenti saat reff saat melihat dinda yang begitu mendalaminya,seakan dinda mengisahkan dirinya dengan lagu ini.


*Takkan hilang cintaku padamu


Takkan hilang walau kau memilih pergi


Takkan hilang


Sampai di ujung waktuku


Mencintamu


Tak terganti


Padamu, wo-oh-oh-oh-ho


Takkan hilang walau kau memilih pergi


Takkan hilang


Sampai di ujung waktuku


Takkan hilang


Takkan hilang


Sampai di ujung waktuku


Takkan hilang walau kau memilih pergi


Takkan hilang


Sampai di ujung waktuku


Mencintamu,*


Mereka menatap dinda dengan lekat saat lagu selesai,dinda yang merasa di tatap,mengangkat kepalanya menatap balik satu persatu sahabatnya


"Kenapa?" Tanya dinda


"Lo baik-baik aja kan din?" Tanya jihan dengan tatapan menelisik


Mendengar pertanyaan jihan dinda menatap kembali sahabatnya,dan menggelengkan kepalanya


"Gue baik-baik aja kok,emang kalian pikir gue kenapa?" Dinda tersenyum lebar Namun sahabatnya memperhatikan senyum tersebut dan mereka tau jika senyum itu senyum kepalsuan


###


Rendy keluar bersama dengan yang lainnya


"Gue balik yaa,lain kali nginep nya bareng yang lainnya" Dinda memeluk jihan di ikuti oleh sofi


"Heem,,kalo ada apa-apa jangan tanggung sendiri yaa,lo punya kita yang akan selalu ada buat lo kapan pun" kata jihan di sela sela pelukannya


Melihat itu para cowok-cowok ikut memeluk mereka dengan posisi ketiga cewek berada di tengah-tengah


Arman dan razi menaiki motor sport nya masing-masing,sedangkan sofi membawa mobil sendiri,beda dengan dinda yang tidak mau di antar karna masih ada keperluan lain


Satu persatu Mereka sudah meninggalkan rumah sean,hanya dinda yang baru keluar dari gerbang


Ubay dan jihan menatapnya penuh ke khawatiran,


"Kak ren" Panggil jihan ketika rendy akan membuka pintu mobilnya


Rendy yang merasa namanya di panggil langsung menoleh.


Jihan mendekati rendy di ikuti oleh ubay di belakangnya.


"Kak bisa bantuin aku gak,?" Ucap jihan sudah berada di hadapan rendy


"Tolong ikuti dinda,kita merasa ada yang tidak beres dengan dinda" lanjut jihan lagi


Rendy langsung mengangguk menyetujui permintaan jihan,karna sebenarnya rendy juga hendak melakukan itu.


Sesuai dengan apa yang di katakan pada jihan,rendy benar mengikuti dinda tanpa di ketahui oleh dinda


Dinda berhenti di sebuah cafe yang ternyata itu milik rendy sendiri.


Terlihat dinda menemui dua orang paruh baya,


"Paman,bibi maaf aku telat" Ucap dinda sambil duduk di kursi menghadap ke arah pasangan tersebut


"Bagaimana dinda,apa kamu menyetujui usulan yang paman sarankan" Tanya laki-laki tersebut yang merupakan paman dinda


"Paman,,,tidak adakah cara lain selain itu?" Tanya dinda sambil meremas kedua tangannya sendiri


"Tidak bisa dia,itu adalah jalan satu-satunya,paman kasih kamu waktu tiga hari untuk kamu berpikir dan mencari solusi nya,jika tidak maka kamu harus setuju dengan keputusan paman jika tidak mau terjadi sesuatu pada ibumu" tegas pamannya dan meninggalkan dinda begitu saja dengan tangan yang terkepal dan mata yang berkaca-kaca


Dinda meninggalkan tempat itu dengan cepat,dan lagi rendy mengikuti nya dari Belakang.


Ternyata dinda berhenti di sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya


namun kini dinda menuju danau yang lumayan jauh dari jangkauan orang,sepi dan terlihat nyaman.


"Gini banget hidup gue" gumam dinda di balik pohon sambil bersandar menyembunyikan wajahnya di sela kedua kakinya yang di tekuk


Tubuh dinda bergetar karna menangis namun tak bersuara. dinda menjambak rambutnya sendiri,menatap lurus ke depan dimana danau yang begitu luas dan air yang begitu tenang.


"Capek banget ya allah,,," Dinda meletakkan dagunya di atas tangannya yang menumpu pada kedua lututnya