My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Beneran Aneh (jihan)



"Ji kesana yuk" Tunjuk dinda pada sebuah toko yang menjual berbagai pernak pernik hiasan laut


"Udah sana mas di sini aja sama yang lain" ucap Sean melepaskan genggaman tangan nya dari jihan


kini jihan bersama sahabatnya dan juga sahabat sean tengah berada di sebuah pantai, menikmati hari libur sekolah mereka.


"Din,sof,,bagus gak?" Tanya jihan memegang sebuah kaos warna hitam dengan corak has pantai tersebut


"Bagus tuh kayaknya kalo kita semua couple" timpal sofi


"Iya ji,ambil aja" dinda mengambil beberapa untuk meliha size pada baju tersebut


Setelah puas berkeliling mereka berjalan untuk kembali ke rombongan para cowok-cowok.


Brukkk


tanpa sengaja jihan menabrak seseorang,


"Maaf tidak sengaja" Ucap jihan


"Lo kalo jalan pakek mata" ujar perempuan yang jihan tabrak tadi


"sekali lagi aku minta maaf,gak sengaja kamu gak apa-apa kan" Tanya jihan lagi


"gampang banget lo minta maaf,lo gak liat ini baju gue kotor semua" gadis itu menunjuk tubuhnya yang kotor


"ada apa ini?" Sean berjalan dari arah berlawanan hendak mendekat pada jihan


"Kak sean" ucap gadis tersebut Setelah berbalik dan melihat keberadaan sean


tampak sean yang menghela nafas,


"anet" ucap rendy


"ngapain lo disini" Ucap Sean datar


"Kak sean aku kangen banget sama kakak" Anet Tiba-tiba berhambur langsung memeluk sean


"Anet jaga sikap lo" sean mendorong anet sedikit kasar namun untung anet tidak terjatuh


"Gue nanya lo ngapain di sini" sean mengulangi perkataannya dengan tatapan tajamnya


"Aku lagi jalan-jalan sama temen aku Kak,terus tadi aku di tabrak sama ini cewek kampungan,kakak liat deh baju aku jadi kotor semua kan" ucap anet mengiba berharap sean mengasihaninya


"Kak,, kakak gak apa-apa kan?" Jeno maju menuju kedepan jihan dan kedua sahabatnya berada


"Enggak kakak gak apa-apa kok" jihan tersenyum meyakinkan jeno


"jeno lo kenal sama dia?" anet heran melihat jeno yang tampak begitu perhatian dengan jihan


padahal yang banyak orang tahu jeno termasuk typical cowok yang dingin yang melebihi dinginnya sean kakaknya,jeno hanya bersikap hangat pada orang yang benar-benar di sayangi.


"Lo jangan perna coba-coba gangguin kakak gue,kalo sampek itu terjadi lo akan berurusan langsung dengan gue" ucap jeno dengan tatapan tajamnya


"siapa dia,kenapa dia kenal dengan mas sean dan jeno,kenapa mas sean dan jeno keliatan gak suka sama dia" batin jihan


"kakak,,,sejak kapan lo punya kakak perempuan,kalo pun iya kakak perempuan lo itu gue bukan dia" dengan sombongnya anet mengatakan itu


"dia adala kakak gue karna dia istri dari Kak sean,meski pun kak jihan bukan istri dari kak sean gue juga gak sudi punya kakak kayak lo" ucap jeno dengan sengitnya


mendengar ucapan jeno yang mengatakan jihan istri dari sean,anet tampak terkejut namun dengan cepat anet merubah ekspresi nya agar terlihat biasa saja.


"ohh,jadi ini istri kak sean" anet tersenyum tapi dengan senyuman yang tampak meremehkan


"Perkenalkan gue Anet sepupu dari kak sean" ucap anet memperkenalkan diri tanpa mengulurkan tangannya


"Mending sekarang kita pergi dari sini" Sean menarik tangan jihan yang masih memegang lengan jeno


jihan hanya bisa mengikuti langkah sean yang di ikuti juga dengan yang lainnya.


"jadi dia istri kak sean" batin anet dengan senyuman horror nya


***


"kita selfi yuk" jihan menarik tangan sean ketengah-tengah taman yang tak jauh dari pantai tersebut


setelah selesai mengambil moment bersama sean kini mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati cemilan yang tadi mereka beli


"Ubay,,," Panggil jihan pada jihan yang duduk tak jauh darinya


"Apa?" sahutnya


"sini deh" jihan melambaikan tangannya


ubay bergeser mendekati jihan yang hanya berjarak dari rendy dan razi


"sini buruan" jihan menarik tangan ubay lalu kemudian menarik kaki ubay agar selonjoran


"mau ngapain sih" heran ubay melihat tingkah jihan


"Udah diem gue mau tidur bentar ngantuk" ucapan jihan membuat mereka semua bingung dan juga heran,pasalnya di samping jihan ada sean yang jelas suaminya, tapi jihan malah meminta ubay untuk menjadi bantal untuk tidurnya.


"Yang ngapain tidur di paha ubay,sini aja di paha aku" sean menepuk pahanya


"gak mau maunya sama ubay" kekeh jihan


"Lo aneh deh,lo udah punya suami malah minta gue jadi bantalan lo,sono deh sekarang lo bukan jihan yang dulu yang selalu bebas mau ngapain" ucap ubay


"lo kok gitu sih bay sama gue,lo udah gak sayang lagi ya sama gue," jihan bangun menatap ubay dengan mata berkaca-kaca


"lahhh,,,kok mau mewek sih" razi tak kalah heran


"Ji,, lo aneh deh ji,sejak kapan lo baperan gini cuma gara-gara hal sepele"