My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Janji seperti anak kecil



Di kediaman sean


"Mas,,,minggir dong aku mau selesaikan masak dulu biar cepet" Ucap jihan menggoyang goyangkan badannya


"Bentar mas masih kangen" Bukannya menjauh sean malah semakin mengeratkan pelukannya


Menghirup aroma tubuh jihan yang kini sudah menjadi candu untuknya.


"Aku belum mandi loh mas,gak bau apa" pasrah jihan yang dengan kelakuan suaminya


"Enggak,,malah mas suka" Jawab sean mendusel di area leher dan tengkuk jihan


"Geli mas,ih" jihan memukul pelan lengan sean yang melingkar di perutnya


Setelah beberapa menit akhirnya jihan menyelesaikan pekerjaannya dengan penuh perjuangan,bagaimana tidak. Sean selalu menempel pada jihan layaknya bayi yang tidak mau di tinggal Oleh ibunya.


"Aku mandi duluan ya mas" ucap jihan ketika sudah berada di kamarnya


"Mandi bareng yuk" Ucap Sean tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya


"Enggak mau aku duluan" jihan buru-buru berjalan ke kamar mandi


Sean hanya tersenyum melihat tingkah jihan yang masih malu-malu terhadapnya,padahal mereka sudah pernah melakukan hubungan suami istri.


Ketika jihan di kamar mandi Sean dengan otak mesum nya tersenyum, berjalan ke arah nakas, mengambil sebuah kunci dan berjalan ke arah kamar mandi.


Jihan dengan santainya melepaskan pakaian nya,tak menyadari sean yang kini sudah berada di belakangnya menyembulkan kepalanya, sean menutup pintunya dengan sangat pelan sehingga tidak menimbulkan suara sama sekali.


Sean menelan ludahnya kasar saat jihan melepaskan kain terakhir di tubuhnya,tempat yang menjadi candu sean yang selalu membuatnya merasa terbang ke awan kala menikmati nya.


Sean masih terus memperhatikan jihan yang sudah polos. Dengan respon cepat ternyata junior sean sudah berdiri tegak di tempatnya,membuat sean semakin sesak.


Jihan menyalakan shower dan berdiri di bawahnya,sedikit demi sedikit badan jihan mulai basah karna guyuran air.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di perutnya membuat jihan terlonjak kaget dan memukulnya.


Sean membalikkan tubuh jihan agar menghadapnya.


"Ya ampun mas,,mau bikin aku jantungan ya,,sejak kapan ada di sini" tanya jihan dengan kesal


"Sejak kamu melepaskan pakaian kamu" jawab sean enteng


Sean tersenyum menyeringai sedangkan jihan menatap wajah suaminya yang mesum.


Sean langsung ******* bibir jihan,lalu turun ke leher,sean sedikit lama bermain di leher jihan dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikannya.


Sean melepaskan pelukannya menatap jihan yang mulai terbawa Suasana,cukup lama sean menghentikan aksinya.


Tiba-tiba jihan memeluk sean dan menciumnya,beralih pada leher sean,jihan menyusuri leher sean memberikan tanda kepemilikan di sana.


Jihan memeluk pinggang sean lalu sedikit menunduk dan langsung menyesap dan memainkan ****** milik Sean,membuat sean semakin sesak napas di buatnya. Melihat sean yang mendesah nikmat karenanya membuat jihan merasa senang karna bisa memuaskan suaminya.


Setelah cukup lama jihan bermain,sean kembali mengambil alih membawa jihan ke arah closet dan mendudukkan disana.


Sean langsung melahap belahan benda kenyal yang menjadi candu nya,sean ******* dan menyesapnya kuat dengan kedua tangannya yang juga ikut bermain di kedua gunung tersebut. Dan terjadilah penyatuan keduanya.


***


Malam hari


Sean dan jihan bersantai di ruang keluarga sambil nonton Drakor favorit jihan.


"Mas tau gak kalo di sekolah ada murid baru" Ucap jihan pada sean


"Tau sih tapi mas gak tau wajahnya seperti apa,emang kenapa?" Tanya sean


"Enggak nanya aja,soalnya itu murid bikin heboh seluruh sekolah,sama seperti awal mas dan jeno masuk" jawab jihan


"itu pasti karna murid barunya ganteng kalo enggak ya tajir,mas dulu juga gitu tiap masuk sekolah selalu jadi pusat perhatian karna ketampanan mas" ucap Sean dengan percaya dirinya menatap jihan


"hahh,,,dasar narsis" gumam jihan


"Jangan ngumpat suami gak baik," kata sean dengan mata yang mengintimidasi


"siapa yang ngomongin mas" elak jihan


"Mas dengar loh tadi ucapan kamu" ucap Sean lagi


"Hehehe Maaf mas" ucap jihan sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V


sean yang merasa gemas dengan istri kecilnya itu mengacak rambut jihan lalu mencium keningnya.


"Mas sayang sama kamu" Ucap Sean merengkuh tubuh jihan


"Aku juga sayang banget sama mas,jangan tinggalin aku ya mas" balas jihan


"tidak akan,,mas tidak akan pernah meninggalkan kamu,kecuali maut yang memisahkan" sean mengecup pipi jihan beberapa kali


"Janji" jihan menyodorkan jari kelingking nya,awalnya sean bingung dengan apa maksud jihan,sebelum jihan mengambil jarinya dan mengaitkan jari kelingking keduanya.


"iya sayang,,Mas Janji,," sean mengecup tangan jihan


"kayak anak kecil aja beginian," celetuk sean saat jari keduanya terlepas


"Aku kan emang masih kecil kalo mas lupa,umur aku baru 17th loh mas,beda sama mas yang udah tua" ucap jihan mengejek suaminya


"Mulai lagi deh" sean mendengus kesal