My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Kabar baik 2



"diam gak lo,maju satu Langkah gue gak bakal mau periksa istri lo lagi" Ancam andi yang tetap fokus tanpa menoleh ke sean namun bisa merasakan pergerakan sean


"Lo harusnya bahagia hari ini,tapi gue perlu memastikan lebih jelas lagi" andi menarik alat yang di gunakannya dari perut jihan


Andi memberikan sebuah alat dan memberitahukan cara penggunaan nya pada jihan


"Apa yang lo kasih ke istri gue" Tanya sean penasaran


"Kepo lo kayak emak-emak" Bukannya menjawab andi malah membuat sean semakin kesal dengan jawabannya


"Ini kak udah selesai" Ucap jihan keluar dari kamar mandi berjalan ke arah andi sambil menunjukkan sebuah alat tes kehamilan di tangannya


Andi pun juga langsung menerima nya untuk melihat hasilnya


"Selamat ya jihan" Ucap Andi tersenyum pada jihan dan beralih ke sean


Buggghh


Tanpa di duga andi langsung meninju perut sean membuat sean kaget begitu juga Angga dan jihan yang berada disana


"Apa-apaan lo Ndi" Ucap Sean yang tersulut amarah


"Selamat bro,lo bentar lagi akan jadi bapak,jaga baik-baik istri lo" Setelah mengucapkan itu Andi menepuk pundak sean


Sedangkan sean yang masih belum faham dengan maksud ucapan andi masih berfikir keras mencerna setiap kata yang andi ucapkan


"Lo gak peluk atau cium istri lo gitu,dapet kabar bahagia bukannya seneng malah melongo kayak orang bego" Ucap Andi menyadarkan Sean


"Tunggu,,tunggu,,maksud lo istri gue hamil gitu," Tanya sean lagi menunjukkan dirinya sendiri


"Ya Ampun sen,kurang jelas apalagi coba ucapan andi tadi,bener-bener lo ya" Angga ikut geram dengan kebodohan sean


"Tuan muda Sean William Adler yang terhormat,selamat atas kehamilan istri anda" Ucap Andi mengulang kembali perkataannya dengan menekankan setiap katanya


"Sayaangg" Sean menghadap ke arah jihan yang duduk di pinggir ranjang sambil terus menatap tespek dengan tatapan bahagia


"Mas,,,Aku hamil" Ucap jihan menatap sean dengan air mata yang mengalir


Sean langsung memeluk jihan dan menciumnya,


"Makasih sayang,,makasih banyak,aku sangat bahagia" Ucap Sean mencium kening jihan berkali-kali


Sean memajukan wajahnya ke arah jihan,terasa Derulo nafas di wajah keduanya,jihan yang mengerti maksud sean langsung memejamkan matanya.


"Aahh,Sial" Hampir saja sean mencium bibir jihan ,Andi lebih dulu menarik kerah baju sean dari Belakang


"Lo yaa bener-bener,gak liat disini ada orang main nyosor aja se enaknya" Kata andi dengan berkacak pinggang


Angga yang melihatnya hanya tertawa cekikikan di sofa.


"Definisi Setan yang sesungguhnya" Ucap Sean duduk di pinggir ranjang bersama dengan jihan


sedangkan jihan jangan ditanya lagi,wajah nya sudah seperti kepiting rebus.


***


"Assalamualaikum Everybody" Terdengar suara bising dari teras rumah sean


"Siapa sih teriak teriak kayak di hutan aja" Ucap Andi


Andi masih berada di rumah sean karna kebetulan jadwalnya kosong karena baru kembali dari luar negeri.


"Jihaann,,," Jihan dan sofi teriak sambil berlari ke arah jihan yang duduk di sofa ruang keluarga


"Stop" Tiba-tiba sean menghentikan aksi dinda dan sofi dengan cara menghadang mereka tepat di depan jihan


"Pak sean apa-apaan sih orang mau peluk jihan" Ucap Sofi dengan bingung


"Pengen di peluk juga ya pak,ya udah sini sekalian" Dinda merentangkan kedua tangannya kearah sean


"Kamu jangan kurang ajar ya,siapa juga yang mau di peluk sama tarzan" Kata sean tak terima


"Tarzan,Siapa yang bapak maksud tarzan" Tanya Dinda dan sofi bersamaan


"Kalian" Tunjuk sean pada dinda dan sofi


Jihan yang melihat perdebatan antara suami dan sahabatnya hanya diam menyaksikan sambil terkekeh


"Enak aja kita cantik cantik gini di bilang tarzan,kalo kita tarzan terus jihan apa dong" Tanya Dinda


"Orang utan din,tarzan sama orang utan kan gak jauh" Sahut Ubay


"yaa bedalah,yang jelas istri aku bukan seperti kalian" Sean tak terima jihan di samakan dengan orang utan


"Belum tau aja siapa istrinya" gumam sofi yang masih bisa di dengar oleh Angga andi yang duduk di samping sofi berdiri