My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Jihan semakin Aneh



Keluarga sean fan Keluarga jihan berkumpul di rumah sean,tak lupa juga sahabat keduanya.


menambah rame suasana rumah itu.


Jihan berjalan menuruni tangga dengan sean di sampingnya sedangkan Ubay,jeno dan Jay berjalan menuruni tangga di belakangnya.


Ketika hendak menarik kursi Tiba-tiba mata menangkap sesuatu yang membuat nya tidak berselera


Dengan cepat jihan berbalik dan berlari ke arah dapur sambil menutupi mulut fan hidungnya.


Huekkk,,,


Terdengar jihan yang muntah di wastafel dapur


"Sayang kenapa,,masuk angin yaa?" Tanya sean khawatir sambil memijit tengkuk jihan


Jihan terus memuntahkan isi perutnya tanpa menghiraukan ucapan sean


"Udah mendingan,?" Tanya sean lagi saat jihan mencuci mulutnya


Jihan hanya mengangguk


"Sayang kamu kenapa?" Mommy Sarah datang bersama dengan bunda Ais


"Gak tau bunda tapi enek aja pas liat jengkol tadi di meja makan" Jawab jihan pelan dengan wajah yang merasa tidak enak


"Bukannya kamu paling doyan sama jengkol ya" Celetuk sean


Mommy sarah yang mendengarnya tersenyum sambil melirik besar sekaligus sahabatnya itu.


"Persis dengan kamu dulu" Bisik bunda Ais yang mendapat anggukan dari Mommy Sarah


"Ya udah biar Mommy taruh di belakang aja ya semur jengkol nya" Mommy Sarah berlalu meninggalkan dapur untuk memindahkan apa yang jihan tidak suka


"Sejak kapan lo Anti jengkol" Tanya dinda saat semua sudah berada di meja makan


"Sejak sekarang," jawab jihan singkat


"Biasanya kalo nemu jengkol gak inget dunia sekarang malah jadi kayak orang yang paling anti jengkol" Timpal ubay


"Udah diem deh,gue makin pusing denger kalian ngoceh mulu" Ucap jihan sambil mengambil makanan buat sean


Semua orang sudah makan dengan nikmat tanpa perduli hang lain lagi,sampai pada akhirnya mereka semua di buat terkejut oleh ucapan sean


"Ya Ampun sayang,,,kamu apa-apaan" Ucap Sean yang tampak bingung fan juga kaget


"Haahh" mereka semua tampak tak percaya dengan apa yang mereka lihat


"Jihan lo waras kan" Dinda memegang kening jihan memastikan apakah jihan baik-baik saja


"Apaan sih din" Jihan menepis pelan tangan dinda


"Enggak kok ini enak" jawab jihan masih terus dengan makanannya


Semua yang di sana tampak dengan ekspresi yang sulit di artikan


Sedangkan jihan sama sekali tidak menghiraukan tatapan aneh orang disana,


Bagaimana tidak di Anggap aneh,jihan memakan biskuit manis di cocol dengan sambal.


Setelah beberapa saat semuanya sudah kembali dengan aktivitas masing-masing,para orang gua berkumpul di ruang keluarga dan yang pasukan anak muda berkumpul di halaman samping rumah sean.


Di ruang ruang keluarga tampak dua wanita yang berbeda generasi tengah memasuki rumah sean


"Ngapain kamu di sini,?" Tanya Mommy Sarah yang tampak terkejut dengan kedatangan tamu tak di undang


"Ya Ampun mbak,Ada tamu bukannya di persilahkan duduk mana ditanya ngapain" Jawab nya enteng tanpa rasa malu langsung duduk di sofa


"Keliatan rame banget om emang ada siapa?" Tanya anet pada Daddy sakha


"Itu di belakang sahabatnya sean dan jihan lagi kumpul" jawab daddy Sakha


"Aku boleh gabung gak om" Tanya anet lagi


"Kesana aja langsung asal jangan bikin kericuhan" singkat daddy Sakha


Anet langsung berdiri berjalan ke arah pintu yang menuju taman samping tersebut.


Di taman


"Kak rendy curang banget sih,sini kan aku yang menang" Jihan terus berusaha mengambil coklat yang ada di tangan rendy


"Gak boleh lo curang lo kan di bantu sean jawabnya" Ucap rendy menghindari jihan dengan coklat di genggamannya


"Udah biarin nanti mas beliin yang banyak yang lebih mahal juga" Bujuk sean


"Hai,," Tiba-tiba suara seorang wanita menghentikan semuanya


"Anet" Jawab rendy,jeno dan Angga bersamaan


Anet tampak tersenyum dengan begitu manisnya,dan berjalan semakin mendekat.


Bugghh,,, Anet langsung memeluk sean tanpa permisi,membuat semua yang ada di sana terkejut termasuk juga jihan yang berada tepat di depan sean


"Anet lepasin" Sean melepaskan pelukan anet


"Kak sean kemana aja,kenapa gak bilang kalo pindah ke sini" Ucap nya dengan manja


"Bukan urusan lo gue mau pindah kemana" Jawab sean dingin


"Ngapain lo disini" Jeno langsung mendekat dan berdiri di depan jihan sedangkan anet hanya memutar matanya malas