My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Lampir Lemes



"Mas ke kampus dulu ya,,nanti mas jemput kamu di tempat biasa" ucap Sean saat berada di teras rumahnya


"Iya mas hati-hati,ingat jangan centil gak boleh tebar pesona" ucap jihan yang membuat sean melongo tak percaya


semenjak sean Kenal jihan,jihan tak pernah sekalipun bersikap seperti ini. sekarang yang sean lihat seolah bukan jihan istrinya.


jeno yang melihat wajah Kakak nya yang terlihat bodoh mengulum bibirnya menahan tawanya agar tidak pecah begitu juga dengan angga yang berada di sana.


Jihan meninggalkan rumahnya bersama dengan jeno yang setia antar jemput atas permintaan sean


jihan berjalan beriringan bersama jeno menuju kelasnya


"Kak gue duluan ya," ucap jeno saat berada di persimpangan lorong sekolah


"belajar yang bener" jihan mengacak rambut jeno


jihan terlihat sangat menyayangi jeno sama seperti dirinya menyayangi jay adik kandung nya.


"Kheem" seseorang berdehem dari belakang jihan


"eh,, pak sandy,selamat pagi pak" Sapa jihan dengan senyuman manisnya


"pagi" jawaban singkat dari orang yang jihan panggil sandy


jihan masuk ke dalam kelasnya bersamaan dengan sandy yang meninggalkan tempat itu.


"lama banget sih gue kesepian tau" Ucap jihan pada sahabatnya hang baru saja datang


"atuuu tuhhhh tayang,,jangan cemberut gitu dong nanti jelek ilang" Goda dinda mencubit pipi jihan gemas


"Sialan lo" jihan memukul pelan lengan dinda


"rajin amat bu pagi-pagi udah jaga kelas" celetuk ubay


"Tobat bay,ya kali punya laki teladan tapi bininya model tarzan" timpal sofi yang di sambut dengan tawa yang lainnya


"Satu kali ujian lagi kita bebas" Ucap razi mereganggkan ototnya


"berarti kita bakal jarang ketemu dong" jihan menunjukkan wajah sedih


"siapa bilang,bahkan kita akan sering bertemu" jawab ubay


"Lo nanti kuliah bareng kita juga kan?" Tanya sofi


"maunya gitu tapi takut gak di ijinin sama pak su"


"Gue yakin lo pasti di ijinin kok,apalagi kalo kuliahnya di kampus suami lo" ucap Arman dengan santainya


Di tempat lain


"Gimana dengan sandy sen" Tanya rendy


"Seperti yang gue duga,dia mulai mengincar jihan,tapi bukan dia yang gue khawatir. gue lebih waspada pada Anet" Jawab sean menjelaskan


"Iya,,dia selalu nekat jika menyangkut tentang lo" timpal rendy sambil meneguk minuman nya


***


Brukkk


"Aduhh,,Apaan sih" ucap jihan yang hampir tersungkur


"ups sorry sengaja" Dewi tersenyum setelah menabrak tubuh jihan dari belakang


"Dasar dewi sambi kw,lo hampir bikin jihan jatuh" sofi tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh dewi pada jihan


"Terus mau lo apa,," tantang dewi


"Kurang ajar ini cabe kriting" dinda maju dan langsung mendorong dewi


"Udah sof din,gak guna ngadepin orang seperti dia buang waktu gak ada gunanya juga" Jihan menarik tangan dinda dan sofi


"Dasar lampir" Ucap ubay berlalu pergi


"Dasar penbansos" teriak dewi pada ubay,membuat ubay menghentikan langkahnya


Ubay mendekati dewi kembali dengan tatapan tajamnya yang jika orang melihatnya membuat mereka bergidik ngeri.


"Ulangi lagi apa yang lo katakan barusan" Ubay berdiri tepat di depan dewi


"Dewi,lo itu bener keterlaluan, jangan mentang mentang bokap lo menjadi donatur tetap di sekolah ini lo bisa seenaknya sama orang lain" ucap razi membela ubay


"Emang ada yang salah dengan perkataan gue,gue bicara fakta temen lo ini emang penbansos" Ucap dewi lantang


Plakk


Satu tamparan mendarat sempurna di pipi dewi


"Mulut sampah lo itu lebih baik di timbang ke tukang rongsokan dari pada ngebacot gak guna" Entah sejak kapan jihan,dinda dan sofi sudah berada di sana


"Emang circle para penbansos" Dewi tersenyum menghina


dengan geram dinda langsung menarik rambut dewi dengan kencang


"Sialan lepas gak lo" Teriak dewi sambil memegang tangan dinda yang masih menarik rambutnya


"Gue gak bakal lepasin lo sebelum lo minta maaf sama ubay" dinda semakin mengeratkan cengkraman nya


"Berhenti kalian" Ucap seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari tempat mereka berada


tapi dinda masih tetap pada pendirian nya tak sedikitpun melepaskan dewi


sehingga mau tak mau ubay Dan razi yang menghentikan dinda secara paksa


"Mau jadi jagoan kalian?" Ucap seseorang yang tak lain adalah sandy


"Dia yang mulai pak,tiba-tiba langsung menampar saya" Tunjuk dewi pada jihan dengan muka di buat semelas mungkin


"Dasar lampir lemes bisa-bisanya lo ngebalikin keadaan" ucap ubay tak terima


"Haaahhh" jihan menghembuskan nafasnya kasar, jika bermasalah dengan dewi pasti berakhir seperti ini dan jihan yang berakhir di salahkan sekalipun dia benar