My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Ngidamnya jihan



Dua bulan berlalu begitu cepat,kini jihan dan sahabatnya menjalani kuliahnya dengan normal setelah drama panjang ospek di bulan sebelumnya.


Kandungan jihan pun juga mulai tidak serewel sebelumnya,mualnya sekarang sedikit berkurang namun tidak dengan ngidamnya,selama tiga bulan ini jihan selalu membuat sean maupun sahabatnya frustasi dengan berbagai permintaan dan perintah bumil tersebut, bahkan mereka lebih banyak tinggal di rumah sean,mereka pulang hanya sekedar mengambil baju ganti dan menengok orangtuanya,setelahnya mereka akan kembali ke rumah sean.


Seperti sekarang ini jihan yang tengah merajuk pada Rendy karna tidak di ambilkan belut yang langsung dari sawah.


"Ji,,gue mohon minta apa aja boleh asal jangan minta yang aneh aneh kayak sekarang,kagak sanggup gue kayaknya" Tutur rendy dengan raut wajah memelas memohon pada jihan


Sedang bumil itu hanya diam acuh bersedekap dada Sama sekali tidak menghiraukan rendy yang sampai duduk di depannya hanya demi supaya jihan mengganti permintaan nya dengan yang lain.


"Kak rendy ternyata cemen juga" Tawa dinda terdengar mengejek yang di ikuti oleh yang lainnya.


"Dinda bisa diam gak lo,kalo masih ngomong gue gak segan segan buat ngunci mulut lo" Ancam rendy dengan Seringai liciknya


Angga dan andi yang melihat gelagat aneh akan sikap rendy saat mengatakan hal tersebut mengundang rasa kepo keduanya,Andi songak menoleh pada Angga dengan menaikkan kedua alisnya.


Angga seolah mengerti dengan maksud andi dia pun juga membalas dengan mengangkat kedua bahunya dan menunjuk rendy menggunakan wajahnya, seolah berkata "Gue gak tau Tanya aja langsung ke orangnya"


Mendapat Jawaban tersebut andi memilih diam,mungkin akan mengintrogasi rendy nantinya,sekarang mereka lagi fokus dengan bumil yang selalu bikin heboh


"Kak rendy omong doang yang banyak,ya udah aku gak mau makan deh kalo gitu" Ucap jihan memalingkan tubuhnya menghadap pada sean


"Ren lo denger sendiri kan istri gue gak mau makan" Ucap Sean tersenyum licik


"Dasar lo yaa"


"Ada Apa a ini kok rame gini" Saat rendy hendak memukul sean Mommy sarah muncul bersama daddy Sakha


"Apalagi kalo bukan drama menantu kesayangan Mommy" Jawab rendy, mommy sarah yang mendengar jawaban rendy menaikkan sebelah alisnya,mommy sarah sudah bisa menebak jika sekarang rendy lah yang menjadi sasaran nya


"Emang kamu kenapa sayang,kamu mau apa biar Mommy yang nurutin" Mommy Sarah duduk di samping jihan yang tengah cemberut menatap rendy dengan tatapan horornya


"Gawat ini,ini mah lebih Gawat dari ngidamnya jihan kalo begini" Gumam daddy Sakha saat sudah mendudukkan tubuhnya


mendengar perkataan daddy Sakha sontak membuat semua orang yang berada disana tak kuasa menahan tawanya.


"apa yang lucu sampai kalian tertawa seperti itu" Tanya Mommy Sarah


"Ahh tidak mom,ini anak-anak tertawa liat rendy yang sampai duduk di lantai demi memohon pada jihan" elak daddy Sakha yang di dukung oleh mereka


"Mom aku pamit dulu,sepertinya ada beberapa berkas yang belum aku selesaikan" Angga pamit agar bisa menghindar dari sasaran Mommy Sarah


"Siapa yang memberi izin kalian meninggalkan rumah ini" ucapan mommy bagaikan simalakama buat mereka semua.


Angga dan andi yang hampir sampai di ambang pintu diam mematung dan melirik satu sama lain.


"Tamat riwayat gue" Ucap andi memejamkan matanya dengan kesal


Mau tak mau andi dan Angga kembali ke tempat duduknya semula dengan perasaan dangkal


"Emang enak" Bisik sofi yang berada di samping andi


"Awas lo ya" Bisik andi juga,sedangkan sofi hanya terkekeh mendengarnya


"aku punya ide" Jihan Tiba-tiba menjentikkan jarinya dengan tersenyum begitu lebar


jika senyuman jihan tanda kesenangan namun senyuman jihan kali ini malah di anggap ancaman bagi sahabat sean dan sahabatnya sendiri


"Lo jangan aneh-aneh lagi deh ji,pusing gue sama kelakuan lo" Ucap ubay mengacak rambutnya


"Enggak kok bay gak bakal aneh aneh" timpal nya


"Awas aja lo kalo yang aneh-aneh lagi,gue ambil alih anak lo kalo udah lahir,enak aja siapa yang bikin siapa yang di repotin" Dinda ikut menimpali perkataan ubay


"Gimana lo mau ambil anak jihan suami aja gak punya" Ucap rendy


"Iya entar gue nyari dulu,biar nanti kalo dia nanya mana bapaknya gue gak mesti bohong kalo punya suami" Jawab Dinda enteng


"Lo ngambil dia aja udah bohong namanya bege" Razi menjitak kepala dinda


"Kalo lo gak nemu terus lo bilang apa" Tanya ubay lagi


"Bilang aja bapaknya ada di rumah sakit jiwa" Jawab Dinda tanpa sadar


Ucapan dinda spontan membuat yang lain tertawa Karna hal itu membuat sean menggeram kesal


"yang ngambil anak orang sembarangan itu yang harus di masukkan ke rumah sakit jiwa" Ucap Sean dengan kesal


Dinda yang baru sadar langsung menutup mulutnya


"Maaf pak keceplosan,,heheh" ucap sambil cengengesan,sean yang sudah hafal dengan tingkah sahabat istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya