My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Perasaan Aneh



Pagi ini jihan bangun seperti biasanya, sebelum berangkat dia selalu menyempatkan diri buat memasak sarapan untuk sean dan dirinya.


Jihan sudah terbiasa dengan kebiasaan seperti itu. Kadang ada rasa rindu jika mengingat bunda dan adik kesayangan nya itu,meski jihan sering bertemu jay di sekolah tapi mereka tidak se leluasa dulu buat bercanda dan membahas hal yang tidak terlalu penting menurut orang lain. namun menyenangkan buat jihan dan Jay.


Ketika kembali ke kamar jihan tidak mendapati sean di tempat tidur,sudah bisa di tebak jika sean berada di kamar mandi karna terdengar suara air mengalir dari kamar mandi tersebut.


***


Di sekolah jihan sudah di tunggu oleh ke lima sahabatnya,siapa lagi kalau bukan Arman,razi,ubay,dinda dan sofi


"Jiiiii,,," teriak dinda saat melihat jihan turun dari mobil sean


"Heh,,mulut petasan,berisik tau gak lo" Ujar Ubay


"Ah,,lo biasa aja kali gak usah emosi" ucap dinda menatap sinis ubay.


"Gimana gue gak emosi,tiap hari kuping gue selalu lo teriakin nanti lama-kelamaan bisa pecah gendang telinga gue" ucap ubay


"Iya,, sorry gak sengaja" kata dinda


"Gak sengaja tapi kok tiap hari" cibir ubay


"Lo berdua bisa diam gak" Suara bariton milik arman seketika membuat ubay Dan dinda terdiam


Sedangkan mereka berdua hanya menampilkan deretan giginya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


Jihan yang melihat Arman di tengah-tengah ke lima sahabatnya langsung berlari tanpa memperdulikan sean di belakangnya.


"Armannnn,,, gue kangen banget sama lo,lama banget sih ke luar kota nya" ucap jihan yang kini tengah memeluk Arman


"Belum juga sebulan di bilang lama" jawab Arman membalas pelukan sahabatnya itu


Sedang sean yang berjalan mendekat kearah mereka terkejut dengan kelakuan istri kecilnya itu, bisa-bisanya dia memeluk cowok di hadapan suami sendiri, sean menatap dengan tatapan tajam pemandangan di depannya saat ini.


"Ji,,,awas singa jantan lo ngamuk" bisik dinda di telinga jihan


Sedangkan jihan yang tidak mengerti maksud dinda sama sekali tak mengubris nya


Semakin sean mendekat Arman semakin mempererat pelukannya, bahkan arman tak segan mengusap kepala dan mencium pucuk kepala jihan, Sedangkan jihan tak merasa aneh dengan sikap Arman terhadap dirinya,karna mereka sudah seperti saudara.


"Hem,,, kalian ngapain masih di sini,ayo masuk atau mau saya hukum keliling lapangan 100x putaran" suara sean tepat di belakang jihan


Suara itu menyadarkan jihan dengan apa yang dinda katakan tadi,dia mengurai pelukan Arman tapi Arman malah semakin erat memeluknya


"Jihan,, kamu ikut saya ke ruangan dan bawa ini" ucap Sean memberikan tasnya pada jihan yang masih berada di pelukan Arman


Sean pergi meninggalkan tempat itu begitu saja


"Lo sengaja ya mau bikin pak sean marah" ucap jihan Setelah Arman melepaskan pelukannya


Sedangkan dinda dan lainnya malah tertawa melihat jihan tampak kesal


"Lo ya ji,,masih belum sadar Juga lo,coba aja lo liat tadi muka pak sean,kelihatannya dia marah deh ji" kata dinda yang masih tertawa


"Kalian ini,seneng banget kayaknya bikin gue dapat masalah" ucap jihan cemberut


"Ya udah gue pergi dulu mau nganterin ini" ucapnya menunjukkan tas milik Sean


**


Kini jihan tengah berada di depan ruangan sean,berusaha agar tidak terlihat gugup


Tok,,, tok,,, tok,,,,


Jihan mengetuk pintu tersebut


Setelah mendengar jawaban dari dalam,jihan membuka pintu dan masuk.


"Aakkhhhh" Teriak jihan saat ada tangan yang menariknya


"Lo bikin kaget aja, ini ngapain,sana jauhan dikit" Ucap jihan saat sean mengurunhnya di antara kedua tangan sean


Ada rasa cemas yang terlihat di wajah jihan


"Bapak ngapain sih,jangan gini nanti kalo ada yang masuk dan liat gimana" jihan berusaha mencari alasan agar sean menjauh darinya


"Emangnya kenapa heh,," tanpa aba-aba


Sean langsung ******* bibir jihan


"Eemmmhhhh


Jihan terus berontak tapi sean tidak memperdulikan sama sekali.


"Hukuman Karna masih manggil gue bapak" ucap Sean menghentikan ciumannya mengusap lembut bibir jihan


"Nanti pulang bareng sama gue,satu lagi jangan terlalu dekat dengan cowok lain,ingat kamu itu sudah punya suami harus tau jaga batasan" Ucap Sean


"bapak,,eh,mas Maksudnya,cemburu sama gue dan Arman?" Tanya jihan dengan percaya dirinya


"Gue cemburu,,lo percaya diri banget,gue cuma ngingetin status lo sekarang" jawab sean


"Ya udah,,kalau gitu gue ke kelas dulu bye,," ucap jihan keluar meninggalkan sean,entah kenapa ucapan sean membuat jihan merasa sedih


"Duhh,,,gue kenapa sih,ngarep banget dia cemburu,kenapa gue jadi baper gini" Batin jihan sepanjang jalan