
Satu minggu berlalu ujian sekolah sudah berlalu dan tinggal menunggu hari kelulusan,kini jihan tengah bersantai di taman rumahnya sambil menikmati potongan buah yang menjadi temannya.
"Sayang,,,ternyata disini,aku cari kemana-mana gak ada" Sean duduk di sebelah jihan dan memberikan ciuman singkat di kening jihan
"Aku bosan di kamar terus,mas tadi aku bangunin gak bangun bangun ya aku tinggal aja" jawab jihan dengan nada merajuk
"Ya udah mas minta maaf yaa,gimana kalo sekarang kita jalan-jalan mumpung mas lagi longgar" Ajak sean tersenyum sambil mengelus kepala jihan
"beneran mas gak ada jadwal apapun?" Tanya jihan antusias
"Kalo jadwal sih ada di kantor,tapi itu gampang masih ada Angga yang hendel,kalo di kampus gak ada" Jelas sean
"Udah ayo ganti baju dulu,sekalian kita sarapan di luar aja" Sean berdiri dan membawa jihan bersamanya
"Masss" teriak jihan sambil menuruni tangga
"Apa sih teriak teriak" Jawab sean yang duduk di ruang tamu
"Liat deh bagus gak" Jihan memutar badannya menunjukkan penampilan dirinya pada sean
"Ya tuhan,,,Apa apaan ini,ganti cepetan ganti" sean begitu terkejut melihat jihan yang memakai setelan dengan rok yang cukup pendek pas di tengah-tengah pahanya,dan kaos yang pas-pasan dengan rambut di kuncir menampakkan leher jenjang jihan
"Kok ganti sih orang bagus juga" ucap jihan cemberut menatap kesal pada sean
"Ganti mas gak suka kamu pakek baju kek gitu,Ayo biar mas yang pilih bajunya" sean menggandeng tangan jihan membawanya kembali ke kamar untuk berganti pakaian
Setelah beberapa menit akhirnya sean selesai dengan acaranya
"Ribet banget sih,katanya aku gak boleh kayak cowok,pas giliran aku udah jadi cewek beneran malah salah" protes jihan tak terima dengan sikap sean
"Huuhh,,,Sayang bukan itu yang mas maksud,kamu tau pakaian kamu tadi,mungkin itu biasa buat kamu tapi belum tentu dengan orang yang di luar sana"
"Kamu menampilkan anggota tubuh kamu bisa saja itu mengundang niat jahat orang lain,dan satu lagi,mas gak mau kalo sampai ada orang lain yang melihat apa yang menjadi milik mas,Pakailah sesuka hati kamu mas gak ngelarang,tapi tetap yang sopan yang tidak terbuka,okee" Sean menjelaskan apa yang menjadi kekhawatiran nya
"Maaf aku gak kepikiran itu,lagian aku juga heran,akhir akhir ini aku pengen pakek baju yang seksi terus,biar kayak cewek beneran seperti yang mas bilang" Ucapnya sambil cengengesan tanpa dosa
"Dasar mesumm" Jihan mencubit pinggang sean
"Aww sakit Sayang" sean mengusap pinggang yang bekas cubitan jihan
Sean dan jihan menghabiskan waktu bersama jihan dengan jalan-jalan seharian
"Mas kok ke mall lagi" Tanya jihan sedikit bingung
"Kita nonton biar kayak anak remaja pada umumnya yang pacaran" Ucap Sean di iringi kekehan kecil
"Emang aku masih remaja,mas aja yang udah tua" Timpal jihan tanpa sadar dan langsung mendapat pelototan mata dari sean
"Maaf keceplosan" cengir jihan
Sean memilih keluar mobilnya dan membukakan pintu buat jihan
"tunggu mas" Ucap jihan ketika sean hendak menggandeng tangannya menuju pintu masuk
Jihan kembali ke mobil dan keluar dengan sebuah masker di tangannya
"Nih pakek,gak usah tebar pesona mulu udah tua udah punya istri juga," Jihan memasangkan masker pada sean
Mendengar penuturan jihan membuat sean tersenyum dan langsung menarik pinggang jihan
"Bilang aja cemburu, kamu gak rela aku jadi pusat perhatian kan" Goda sean
"Mas lepasin ini tempat umum gak enak di liatin orang" jihan berusaha melepaskan diri dari sean namun sean tak memperdulikan itu
Sean dengan santai nya mencium kening jihan cukup lama dan membenarkan masker nya kembali
"Kamu satu-satunya wanita yang akan menemani hidup ku sampai akhir hayat,meski kamu bukan yang pertama tapi kamu yang terakhir dalam hidup aku" Ucap Sean lembut dan di sambut dengan pelukan hangat oleh jihan