
Satu minggu berlalu bunda Ais juga sudah kembali lagi ke rumahnya
Begitu juga mommy Sarah, dia sering datang ke rumah jihan untuk bertemu bundanya
***
Malam hari di rumah jihan
"Assalamualaikum bunda ku yang paling cantik sedunia,,," teriak jihan dari teras rumahnya
Bunda ais yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas,sudah tak heran lagi dengan salam dari kedua anak tersebut
"Wa'alaikum salam,,, kebiasaan orangnya belum keliatan suaranya udah nyampek di dalam rumah" Ucap bunda Ais yang melihat jihan memasuki rumah
"Ehh,,, ada tante Sarah ternyata,," ucap jihan sedikit salah tingkah sambil melangkah menuju bundanya dan tante Sarah lalu menyalami mereka berdua
"Ji kamu ganti baju dulu sana gih,ada yang mau bunda dan tante Sarah omongin sama kamu,oiya kamu udah makan ji?" Ujar bunda ais dengan wajah serius
"Iya sudah bun" jawab jihan
"Ada apa ya,kok tumben sih bunda serius gitu gak biasanya" batin jihan
"Udah bengongnya,,nanti kamu akan tau apa yang mau bunda omongin, sekarang bersih² ganti baju dulu sana,asem tau" Ucap bunda Ais yang bisa membaca pemikiran jihan
"Mana ada asem,di kira sayur asem apa. Bunda kayaknya udah hafal banget ya sama isi otak aku,sampai² apa yang aku pikirin aja bunda tau" ujar jihan terkekeh meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya
Kini tinggal Bunda Aisyah dan mommy Sarah di ruang tamu tersebut
"Ai,,, Gimana nanti kalo jihan gak mau,?" Tutur mommy Sarah dengan raut wajah gelisah
"Kamu tenang aja ra,, aku akan membujuk jihan. Aku percaya kamu bisa menyayangi dan menjaga jihan dengan baik" Bunda ais meyakinkan mommy Sarah
"Dari awal pertama ketemu aku udah jatuh hati sama dia ai,dan aku juga berniat untuk mencari tau tentang dia,tapi ternyata tanpa aku mencarinya takdir sudah mempertemukan aku lagi dengan jihan" ucap tulus mommy Sarah
Setengah jam berlalu kini jihan telah berada di tengah-tengah antara bundanya dan mommy Sarah
Bunda Ais terdiam sejenak sebelum memulai pembicaraan nya
"Ji,,, Sebenarnya Bunda dan tante Sarah berniat menjodohkan kamu dengan anak tante Sarah,,Dan bunda Gak mau tau kamu harus Setuju gak boleh bantah," ucap Bunda Ais
"Tapi bunda,,,,"
"Gak ada koma,gak ada titik dan gak ada tanda tanya" Potong bunda Ais dengan tegas
"Bunda mah gitu,,, main jodoh-jodohan segala di kira ini jaman siti nurbaya apa" protes jihan cemberut
"Kan udah bunda bilang gak boleh nolak gak boleh perotes" ucap bunda Ais
"Itu namanya bukan niat lagi bunda tapi udah mau dilaksanakan, kalo niat itu baru kepikiran tapi tak mengharuskan." Ucap jihan mengoreksi ucapan bundanya
"Ini anak mau menang sendiri, pokoknya bunda gak mau tau,kamu harus setuju gak boleh protes" Ingat bunda ais lagi
"Gimana jihan gak protes bunda,gimana kalo yang di jodohin sama jihan om-om,jihan gak mau ya punya suami om-om" kata jihan jujur
Sedang bunda Ais dan mommy Sarah saling pandang,detik berikutnya mereka tertawa terbahak-bahak akibat mendengar penuturan jihan
"Kamu tenang aja sayang, anak mommy masih muda kok,ganteng,udah kerja juga,dan sekarang dia juga merangkap jadi guru di yayasan milik keluarga kita,di jamin gak kecewa pokoknya. dia juga masih kuliah tapi bentar lagi selesai kok" ucap mommy sarah memuji anaknya
"Tante ini kesannya kok kayak sedang promosikan anaknya sendiri ya," seloroh jihan nampak berfikir tanpa sadar ucapan yang tidak di filter
Beberapa saat kemudian dia tersadar dengan apa yang di ucapkan,dan langsung menutup mulutnya
Sedang bunda ais dan mommy Sarah tertawa mendengar ucapan jihan