
"Udah deh bay istirahat dulu lo dari dunia jalanan lo itu," jihan mengingatkan
"Gue gak mau balapan jihan,cuma mau kencan sama cewek" ucap ubay
"Ya Ampun bay,, mau kencan sama cewek aja motor lo nyawa,gak modal banget lo jadi cowok" Ucap razi membuat mereka semua tertawa
"Lo mau pinjam motor bay,nih pakek punya gue aja" Ucap rendy melempar kunci motornya ke arah ubay
"Satu frekuensi,kayaknya si ubay bentar lagi punya guru baru deh" Timpal Angga melirik pada ubay Dan rendy
"Lo pada jahat sama gue padahal gue ini sahabat kalian,tapi yang baik malah kak rendy" Ujar ubay seolah bersedih
"Itu bukan baik namanya bay,emang kalian aja yang satu aliran makanya saling mengerti" timpal jihan
"Kak Ji mentang² udah ada suami sekarang udah mulai gak gak sayang sama gue"
"Diem lo,enek gue denger lo ngoceh mulu dari tadi" kata dinda sambil memasukkan potongan stik ke mulut ubay
"Sialan,,,pedes bego" Ubay sibuk mencari air minum dan mendapat air minum sean karna minuman mereka lebih dulu di ambil pas ubay mengipas mulutnya yang terasa pedas
Lagi-lagi mereka tertawa, bahkan teman-temannya sean juga merasa terhibur dengan keberadaan mereka
"Bay,,, nyanyi yuk ada panggung tuh" Tunjuk razi ke arah panggung dekat Danau di Cafe tersebut
"Boleh juga seingat gue kita juga udah lama gak tampil di panggung,tapi kan gak ada Arman yang main keyboard kurang dong" ucap ubay
"Gak ada Arman tapi akan ada dinda," Razi memberi saran
"Biar gue aja yang main keyboardnya" Rendy menawarkan diri
"Nah,udah ada kak rendy,ayo let's go" teriak ubay
Sedangkan jihan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para sahabatnya itu
Kini semua orang tengah memperhatikan mereka yang ada di atas panggung,sofi dan dinda pun juga ikut menuju pindah ke kursi depan panggung.
Ketika ubay Dan Razi naik ke panggung banyak teriakan dari cewek yang ternyata mereka juga murid dari sekolahnya dan ada juga mahasiswa kampus rendy
"Ternyata si ubay lebih ganteng kalo lagi santai gini"
"Ya Ampun razi,,makin tampan aja kalo gini"
"Awas lo di ghosting sama ubay"
"Si kang ghosting mau ngapain"
"Aduh,,kok gue yang deg degan ya liat mereka, itu siapa lagi satunya ganteng banget" kata mereka yang tidak mengenal rendy
Ya begitu teriakan para manusia lebay yang tak pernah melihat orang gantengš¤£
"Pantesan semangat banget,mau tebar pesona ternyata" ucap jihan pelan
"Lo mau pindah ke depan juga?" Tanya sean
"Di sini aja udah keliatan banget kok" jihan menolak tawaran sean
"Lo udah berapa lama sahabatan sama mereka" bukan sean yang bertanya tapi Angga
Angga penasaran dengan persahabatan mereka,karna terlihat mereka sangat dekat layaknya saudara
"Udah dari SMP kita bareng-bareng,tapi yang paling lama si ubay,kita dari SD udah sahabatan. diantara kami Arman yang paling tua bulannya,dan ubay Yang paling muda. Ubay udah sudah seperti adik kecil buat kita meski kelakuan nya sering membuat kita jengkel tapi susah buat marah sama dia," jelas jihan terkekeh
"Lo keliatan sayang banget sama dia" ucap Sean
"Gue emang sayang banget sama dia,dia dan jay sama bagi gue. Ubay sudah yatim piatu sejak kelas dua SMP,dia hidup sendiri dan dewasa karna keadaan,tapi bunda selalu memberinya perhatian layaknya gue dan Jay,bahkan bisa di bilang kita bertiga sama,ya meski bunda juga berlaku sama pada mereka semua,tapi ubay itu beda. Terkadang dia mau di ajak tinggal rumah tapi kadang juga dia tinggal di rumahnya sendiri tapi Arman & razi sering menemaninya secara bergantian,ubay kerja banting tulang dari kecil tapi semenjak duduk di bangku SMA dia mulai ikut hal-hal yang negatif, dia mulai suka balapan,tawuran dan kadang juga ikut lomba yang membahayakan dirinya sendiri. Dia bersikap layaknya anak kecil cuma sama gue doang,karna menurutnya hanya gue yang bisa mengerti dia padahal mereka juga peduli gak ada bedanya sama gue,mungkin karna kita lebih lama bareng ya,, makanya dia merasa seperti itu" Ucap jihan dengan mata yang berkaca-kaca namun dengan cepat dia mengalihkan pandangannya agar tidak terlihat oleh sean dan Angga
"Di antara kita berlima Arman yang paling dewasa,Arman Dan razi sama seperti gue udah gak punya ayah,sedangkan dinda masih punya orang tua lengkap dan sofi cuma punya Ayah, Arman yang selalu ada buat kita semua,dia membangun usaha dengan tujuan membantu sahabatnya mendapatkan pekerjaan agar tidak kesulitan,dua tahun Arman membangun usahanya sampai akhirnya dia bisa sukses seperti sekarang dengan bermodal dari harta peninggalan ayahnya Arman benar-benar menggunakannya dengan baik,gue bangga punya sahabat seperti dia,dia tempat gue bersandar selama ini" ucap jihan pelan saat ucapan terakhir
"Ternyata dia sangat menyayangi sahabatnya yang satu itu,dan arman yang ada buat dia" Batin sean
"Sedih juga kisah kehidupan bocah tengik itu,gue jadi malu sama mereka,gue yang serba ada masih aja banyak ngeluh tak bersyukur" batin Angga Setelah mendengar penjelasan jihan