
"Lo gak balik ji,biar gue anterin kalo mau pulang" Ucap Arman yang berpapasan dengan jihan ketika hendak keluar dari ruangannya.
"Bentar Man gue selesain dulu pekerjaan gue tinggal dikit,sekalian gue Sholat isya' disini biar nyampek rumah tinggal santai² aja" jawab jihan
Jihan melaksanakan ibadahnya bersama dengan Arman yang menjadi imamnya,mereka sudah terbiasa dengan ibadah bersama dan yang paling sering menjadi imam adalah Arman
"Ji,mending lo gak usah kerja sampek semalam ini,gue kan udah bilang cukup lo kerja sampai sore aja" ucap Arman duduk di teras mushalla bersama jihan
"Gue bukannya gak mau man,tp itung² nambah² penghasilan gue juga kan kalo kerja sampek malem," Jawab jihan
"Tapi lo pasti capek Ji,belum lagi lo harus belajar. Gue rasa waktu belajar lo gak kurang" jelas Arman berharap sahabatnya itu mau mendengarkan perkataannya
"Lo tenang aja man,meski gue cuma belajar Bentar tapi otak gue encer kok,muda nyerap" Ucap nya sambil terkekeh
"Lo kira otak lo kanebo? Maen nyerap² aja" timpal Arman
Mereka tertawa bersama, Arman memang termasuk dalam pasukan cowok dingin dan kaku. Tapi itu hanya berlaku pada orang yang di anggapnya tidak penting. Arman bisa bersikap hangat jika bersama orang tersayang,termasuk para sahabatnya.
Di parkiran cafe
"Jii,,, lo udah mau pulang?" Tanya Arman dari dalam mobilnya
"Iya man,,, Ini gue mau ambil motor," Jawab jihan
"Sorry ya ji,gue gak bisa anter lo,mama Tiba-tiba telpon nyuruh gue balik,atau gak gue suruh razi buat antar lo pulang,gimana?" Tawaran Arman yang mengkhawatirkan sahabatnya itu pulang sendirian
"Udah,,, gue juga udah biasa kok,ini belum terlalu malem, lo tenang aja gue gak apa-apa" ucap jihan mengacungkan jempolnya pada Arman
"Ya udah lo hati-hati ya di jalan, kalo ada apa-apa kabarin gue sama yang lain, oke." Arman memastikan
lalu pergi meninggalkan cafe tersebut
jihan yang berada di jalan melajukan motor nya dengan kecepatan rata-rata
Ketika di tengah jalan jihan tak sengaja melihat seorang yang tengah mondar mandir sambil sesekali menendang ban mobilnya.
"Permisi Bang,ada yang bisa saya bantu,?" Tanya jihan pada seseorang yang berdiri membelakinginya dan bisa di pastikan jika dia pemilik mobil tersebut
"Hem,,ini mobil saya ban nya bocor" ucap orang tersebut tanpa menoleh pada lawan bicaranya
"Ni orang di ajak bicara bukannya nengok malah asik sendiri, si kira gue makhluk halus apa" Gumam jihan dalam hati
"Apa abang ada ban serep gitu?" Tanya jihan lagi
"Itu dia masalahnya,saya lupa tidak bawa ban serep" jawabnya sambil menoleh ke arah jihan
"Lo,,?" Mereka saling menunjuk satu sama lain
"Lo ngapain di sini?" Tanya jihan pada orang tersebut
"Jagain mobil" jawabnya singkat dan padat
"Hahh,,," jihan melongo mendengar jawaban dari orang tersebut
"Apa gue gak salah denger,gue juga tau kali kalo dia lagi nungguin mobilnya tp bukan itu maksud gue,kok ada ya manusia kek gini,ganteng sih iya tapi sayang,,,"
"Gue tau lo ngumpat gue dalam hati lo" sarkasnya menatap sekilas pada jihan
"Kok dia bisa tau gue ngomongin dia,apa jangan² dia punya indra ke enam ya" gumam jihan pelan
Tin... tin... tin...
Sebuah mobil menepi tepat di belakang jihan
"Maaf bos saya sedikit telat,terjebak macet tadi di jalan ada kecelakaan" jelas seseorang yang baru saja sampai tersebut
"Gue gak nanya,mending lo segera beresin mobil gue sekarang" jawabnya
"Sombong amat lo jadi orang" timpal jihan sambil beranjak menuju motornya