My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Kesepakatan



Di parkiran sekolah


"Udah lama nunggunya?" Tanya sean menghampiri jihan yang berada tak jauh dari mobilnya di parkir


"Lumayan udah lima menit" jawab jihan santai


"Oh,, ya udah ayo" ajak sean


Sebelum mobil sean meninggalkan area sekolah Dewi sempat melihat jihan yang masuk ke dalam mobil itu,membuat rasa irinya semakin besar


Di perjalanan sean dan jihan sama-sama diam tak ada yang bicara sedikitpun.


Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing


"Emm,, pak," jihan memecahkan keheningan


"Kenapa?" Tanya sean menjawab tanpa menoleh sedikitpun


"Seminggu lagi di sekolah ada acara camping," Ucap jihan hati-hati sambil menggigit bibirnya menahan rasa gugup


"Terussss,,,?" Sean menunggu apa yang akan di sampaikan oleh jihan


"Apa saya boleh ikut," kata jihan memberanikan diri


Sean sudah bisa menduga apa yang mau di katakan oleh jihan,sebenarnya sean dan beberapa teman kampusnya juga yang akan menjadi pembimbing nanti di acara tersebut.


Namun sean hanya mengetes apakah jihan akan meminta izin padanya atau tidak


"Apa imbalan yang akan gue dapat jika gue mengizinkan lo buat ikut" ucap Sean melirik sekilas arah jihan


"Gini doang minta imbalan,di pikir gue orang kaya apa" gumam jihan dalam hati terlihat kesal


"Gue gak minta imbalan duit atau apa,gue cuma mau lo nurutin semua aturan gue selama tiga hari" Tawar sean


"Memangnya aturan apa,?" Tanya jihan


"Terserah gue,aturannya gue yang nentuin" Seringai sean


"Mana bisa gitu" ucap jihan kesal


"Ya bisalah,gimana mau gak,," Tanya sean lagi


Jihan tampak berpikir


"Ya udah kalo gak mau,gue gak jadi,,,


"Iya,,iya,,gue mau,tapi jangan yang aneh-aneh ya" ucap jihan memohon


"Oke,,dan satu lagi,lo gak boleh ngebantah," peringatan sean


"Iya,tapi bener cuma tiga hari doang kan,?" Tanya jihan memastikan


"Iya cuma tiga hari,kalo lo nurut gak ngebantah gue bakal izinin lo ikut camping" Sean memastikan


"Oiya,,,mulai hari ini lo gak usah dateng lagi ke cafe,Ini kartu buat lo belanja segala kebutuhan lo" ucap Sean sambil menyerahkan sebuah kartu pada jihan


Jihan nampak berpikir sebentar sampai akhirnya dia menerima kartu tersebut.


***


Kini mereka berada di sebuah cafe yang tampak begitu ramai,banyak anak muda yang nongkrong disana karna tempatnya yang sangat cocok buat anak remaja


"Dateng juga lo,,. Ehh ada ibu negara ternyata" ucap Rendy melihat kedatangan jihan dan Sean


"Gimana persiapan kita nanti,?" Ucap Sean


"Beres,,,tinggal berangkat aja" jawab rendy santai


Beberapa saat kemudian ponsel milik jihan berbunyi menampilkan nama Dinda


Jihan menoleh kearah sean seolah meminta ijin untuk mengangkatnya dan mendapat anggukan kecil dari sean


"Halo,, kenapa dinda,,," ucap jihan Setelah mengangkat panggilan teleponnya


"Ji,,lo sibuk gak nongkrong yuk," ajak dinda


"Lain kali aja ya din,ini gue lagi sama pak sean di cafe" tolak jihan


"What,,, lo lagi di cafe sama pak sean,,kalian lagi kencan ya,,," teriak dinda heboh mendengar pernyataan jihan


"Kencan pantat lo,dinda bisa enggak sih jangan teriak mulu sakit kuping gue dengernya,di sini ada temen pak sean juga kok, Udah dulu kalo gak penting gue tutup dulu telpon" ucap jihan


"Sialan lo,mentang² lagi nongkrong sama suami tampan lo main lupain aja sahabatnya" ucap dinda tak terima


"Hedeehh mulai lebaynya ini anak,,


"Kenapa ji,?" Tanya sean pada jihan


"Ini dinda tadinya ngajak ngumpul tapi saya bilang gak bisa lagi bersama bapak" jelas jihan


"Ya udah ajak gabung aja sama kita" Ucap Sean lagi


"Emang gak apa-apa pak,soalnya si dinda orangnya berisik,takut kalian nanti terganggu" ucap jihan


"Udah suruh aja kesini,nanti kalo bikin ribut tinggal lempar aja danau itu gampang kan" ucap Sean dengan santainya


Jihan menghela napas panjang lalu memberitahukan dinda jika sean mengajaknya bersama


Sekitar lima belas menit kemudian tampak dinda datang bersama sofi,razi dan Ubay,. Entah apa yang terjadi mereka kini menjadi pusat perhatian para pengunjung, bagaimana tidak dinda tampak di rangkul oleh razi bagian lehernya namun dinda berusaha melepaskan diri tapi tak bisa.


Jihan yang melihatnya hanya menepuk jidatnya sendiri menyaksikan kelakuan sahabatnya yang gak tau tempat saat situasi apapun.


Ubay melihat jihan di bagian pojok cafe memberitahukan mereka dan langsung menuju tempat jihan berada


"Ya Ampun dinda,,,bisa gak lo anteng dikit jadi orang,lo gak liat apa lo jadi pusat perhatian" Ucap jihan geram dengan kelakuan dinda


"Ini dia ji biang keroknya,bikin gue emosi mulu" Ucap dinda manyun


"Biasa ji,,, tadi di depan gak sengaja ketemu ama salah satu mantannya dia terus ya seperti biasalah lo tau sendiri sahabat lo itu,dan si dinda di jadiin tumbal,gimana gak ngereog tuh lampir" Jelas sofi sambil duduk di kursi yang kosong


Mereka memesan makanan dan makan bersama


"Kak Ji ku sayang,," Tiba-tiba ubay mode bocilnya setelah selesai dengan makanannya


"Kenapa lo kumat,?" Tanya razi


"Apaan sih lo sinis aja sama orang" timpal Ubay


"Jangan mulai deh bay,lo gak liat apa di sini ada temennya pak sean,malu tau" Ucap dinda


"Yee lo kayak gak malu-maluin aja,gue kan maunya jihan Kenapa kalian yang pada sewot sih" kata Ubay yang mulai kesal


"Lo gak malu apa sama pak sean,dia itu lakinya jihan masak istri orang mau lo tempelin mulu mau jadi pebinor lo" sarkas Dinda


"Hee mulut petasan kembaran nya jihan,lo ya ngomong nya jelek mulu,gak ada filter nya sama sekali,gue cuma mau pinjam motor jay tapi takut gak dibolehin makanya gue minta jihan buat bilangin ke jay" Jelas Ubay