
Mommy sarah dan Bunda Ais kini tengah sibuk memasak di dapur di bantu oleh dinda dan sofi,sedangkan jihan hanya duduk manis di meja makan layaknya nyonya yang mengawasi pekerjaan asisten nya.
Jihan tidak di perbolehkan ikut membantu oleh mereka
Berbeda dengan para laki-laki yang kini tengah bersantai di samping rumah sean sambil menunggu makan siang siap.
di tengah perbincangan mereka Tiba-tiba ponsel sean bergetar, tampak pesan masuk.
Sean terlihat mengerutkan dahinya bingung melihat siapa pengirim pesan tersebut,
"Gue izin ke ruang kerja dulu ya ada email masuk ini mau gue cek dulu bentar" Ucap Sean pada semua yang ada di sana
"Iya daddy juga mau istirahat sebentar ke dalam" daddy Sakha juga ikut pamit untuk istirahat
Di ruang kerjanya jeno sudah lebih dulu duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.
"ada apa no,ada masalah serius sampai lo minta ketemu berdua" Sean duduk di sofa single di samping jeno
Jeno pun langsung menjelaskan apa yang dia tau dari teman-temannya.
"kurang ajar,sudah gue duga" Sean nampak mengepalkan tangannya
"Kakak harus lebih hati-hati mulai sekarang,apalagi kak jihan akan kuliah di kampus Kakak yang pasti akan sering ketemu dia,kondisi kak jihan juga Sekarang lagi hamil muda gue juga khawatir itu" Terang jeno
"Gue harus nempatin orang yang bener-bener bisa jaga jihan tapi gak membuat jihan risih atau gak nyaman" Ucap Sean tampak berpikir
"Gimana kalo Kakak minta kak rendy aja yang jagain kak jihan,selain kak rendy sahabat Kakak gue juga liat kak jihan juga dekat dengan kak rendy begitu juga kak rendy yang terlihat menyayangi Kakak ipar" Usul jeno
"Ide bagus itu,nanti gue akan bahas dengan yang lainnya" Ucap Sean
"Apa sahabat kak jihan perlu di kasih tau kak?" Tanya jeno
Sean tampak memikirkan apa yang di pertanyakan oleh jeno
"Kalo menurut gue mending Kakak kasih tau aja mereka,tapi dengan syarat jangan kasih tau kak jihan takutnya itu mengganggu pikiran kak jihan"
***
Tanpa terasa hari pun mulai gelap,mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing,
"Sayaangg,,mommy sama daddy pulang dulu yaa," Pamit mommy sarah
"mommy gak nginap aja" kata jihan dengan muka bete nya membuat mommy sarah tersenyum
"besok daddy mau keluar negeri sayang dan mommy ikut dengan nya,jadi mommy gak bisa nginep,lain kali mommy janji akan nginap di sini bareng-bareng dengan tarzan ini semua biar rame ya" ucap mommy sarah terkekeh melihat ekspresi kesal mereka semua yang ada di sana
"Hehehe,,iya deh mommy hati-hati ya" Ucap jihan memeluk mommy sarah lalu bergantian memeluk daddy Sakha
"Princes daddy udah dewasa sekarang,dulu selalu merengek minta coklat kalo daddy datang sekarang Jangankan coklat anak daddy aja udah daddy kasih dengan suka rela" Ucap daddy Sakha sambil mengelus rambut jihan
sedangkan mommy sarah mengelus pundak nya karna jika sudah seperti itu pasti daddy Sakha teringat dengan almarhum ayahnya jihan yang merupakan sahabatnya
"Daddy lama banget sih peluknya,lepasin ih" Sean melerai pelukan keduanya dengan menarik jihan ke pelukannya.
"Dasar posesif,bapak sama anak sama aja" Ucap mommy sarah tak habis pikir dengan kelakuan sean yang sama persis dengan suaminya
"kak,,bunda pulang dulu yaa,ingat jangan nakal dengarkan apa kata suami kamu,jangan membantah,dan jaga baik-baik calon cucu bunda,kalo sampai bunda dengar kamu masih suka ngelawan bunda bakalan potong telinga kamu biar tuli sekalian" Ancam bunda Ais
"Kejam amat bun sama anak sendiri" Jihan memajukan bibirnya kesal
Setelah kepulangan orang tua jihan dan sean kini tinggal para sahabatnya.
"Sayang kamu mandi dulu ya sana udah sore" Perintah sean pada jihan
"Iya mas,aku pamit dulu ya mau ke kamar,din,sof Kalian kalau mau mandi di kamar tamu udah gue siapin baju buat kalian"
"Oke ji,entar gue mandi masih mager mau rebahan dulu nanggung ini udah mau tamat" Jawab Dinda sambil menunjukkan drakor di hp nya dan di angguki oleh jihan
"Kalian kalo gak ada yang mendesak jangan pulang dulu,ada yang mau gue omongin sama kalian" Ucap Sean menatap mereka semua yang tampak heran