
Makan siang kini sudah tersedia di meja makan dengan berbagai menu termasuk juga belut permintaan bumil tadi.
"semua udah siap" Tanya Mommy Sarah pada dinda yang tengah membawa sup di tangannya untuk di taruh di meja makan.
"Udah siap semua mom" Jawab Dinda
"Ya sudah kalian panggil dulu yang lainnya ajak makan" perintah mommy sarah
Dinda dan sofi langsung menuju ke ruang keluarga dimana yang lainnya berada
"Mom,,jihan ke depan yaa,mau panggil mas sean juga" Ucap jihan Setelah meletakkan beberapa buah di atas meja
"Iya sayang pergilah" jawab Mommy sarah sambil menata beberapa piring
Saat jihan hendak masuk ke ruang keluarga dia berpapasan dengan semua yang akan menuju ruang makan
"loh,mas sean mana" Tanya jihan celingukan mencari keberadaan suaminya
"suami kamu lagi ke kamarnya,kamu panggil sana ajak makan siang bersama" jawab daddy Sakha
"baik dad,,jihan permisi dulu ke kamar" ucap jihan berlalu menuju kamarnya
Jihan membuka pintu dengan sangat pelan,mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan sean.
Tapi pandangannya berhenti pada sebuah celana sean yang baru di pakainya kini tergeletak di keranjang baju kotor,Terdengar pula gemercik air dari mandi.
Saat sean keluar dari kamar mandi dia tak menyadari keberadaan jihan yang berada di belakangnya karna dia sibuk menggosok rambutnya dengan handuk
Ehhh,,, Sean terkejut saat sebuah tangan mungil yang sangat dikenalnya melingkari perutnya meski tangannya tidak melingkar sempurna
"Sayang,,,,sejak kapan kamu di sini" Tanya sean menggenggam tangan jihan dengan salah satu tangannya
"Sejak mas ada di kamar mandi" jawab jihan sambil menduselkan wajahnya di punggung sean
"Kenapa,kok manja banget sih" sean membalikkan tubuhnya menghadap pada jihan dan memeluk pinggangnya sehingga menempel pada tubuh sean
"Gak Kenapa napa cuma pengen peluk aja,,biarkan seperti ini dulu mas" jihan mengeratkan pelukannya sehingga perutnya menempel sempurna pada pinggang sean
"Jangan kencang kencang nanti dedeknya sesak gara-gara kejepit" Ucap Sean mengingatkan
Dughh,dughh
Sean dan jihan melotot tak percaya dengan apa yang mereka rasakan saat ini.
"Mas apa anak kita yang barusan gerak,kamu merasakan nya juga kan mas" Kata jihan dengan mata berbinar dan senyuman yang tak lepas dari bibirnya
"Sayaangg adek yang sehat ya di perut Mommy,jangan rewel kasian Mommy,jangan rewel juga sama uncle dan onty ya kasian mereka" bisik Sean terkekeh di akhir ucapan nya
Melihat itu jihan merasa sangat bahagia,dia terus menatap sambil membelai rambut sean.
"Sayang aku sangat mencintaimu" kata jihan mengusap rahang kokoh milik Suaminya
Sean mendongakkan kepalanya dan beralih memeluk pinggang jihan masih dengan posisi yang sama,dimana jihan berada di atas dan sean duduk di bawah menghadap jihan,menggunakan lutut jihan sebagai tempat sandaran.
"Aku lebih mencintaimu,tapi sekarang cinta mas udah bertambah buat adek juga" sean mengusap perut jihan dengan lembut
Jihan langsung mencium bibir sean dengan lembut,sean yang mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya tersenyum di balik ciuman keduanya.
Sean langsung menarik tengkuk jihan guna memperdalam ciumannya,sean pun ikut memejamkan matanya merasakan manisnya bibir jihan yang menjadi candu nya
"Udah dulu,sekarang kita kebawah dulu udah di tungguin sama yang lain buat makan" Jihan melepaskan pangutan nya
Sean langsung memakai pakaian yang telah di siapkan oleh jihan.
"Kenapa ganti baju yang tadi emang kenapa" Tanya jihan pada sean sambil menuruni tangga
"Kelakuan si rendy sama ubay,minumnya tumpah ke baju mas" jawab sean
"mereka masih berlanjut" Tanya jihan lagi yang di jawab anggukan oleh sean
"Mereka berdua itu balita beda generasi," mereka berdua terkekeh mengingat gimana kelakuan ubay Dan rendy Jika bersama
"Maaf sudah membuat kalian menunggu" Ucap jihan ketika sudah berada di tempat makan
"Lo habis ngapain emang,kok pak sean mandi lagi" Tanya dinda tanpa saringan
"Lo emang polos atau pura-pura polos sih din masak gitu aja gak tau" Timpal sofi
"Dasar omes,dia mandi karna tadi bajunya terkena minuman rendy yang lagi berantem sama ubay" Andi menjelaskan apa yang menjadi sebab sean mandi lagi
"Ohh,,,kirain garap sawah siang bolong begini" Sofi langsung membekap mulutnya sendiri saat menyadari ucapan nya.
"sudah sudah jangan berdebat terus sekarang makan dulu" Daddy Sakha menghentikan keramaian itu.
"Maaf ya dad,mom pasti pusing ya dengan kelakuan nya,mereka emang gini kalo kumpul,bahkan biasanya lebih dari ini hebohnya,kebayang gimana pusing nya bunda kalo mereka di rumah" jihan merasa tidak enak dengan kelakuan sahabatnya yang tak tau akhlak itu
"tidak apa-apa sayang,,daddy malah senang ada mereka,andai saja ini rumah daddy pasti Mommy kalian senang sekali karna tak akan kesepian lagi karna ada kalian,beda dengan ke empat cecunguk itu mereka malah sibuk sendiri,yang satu di suruh tinggal di mansion malah ngekor kalian ke sini" Ucap daddy Sakha menatap sengit sean,Angga, andi dan rendy,yang terakhir yang di maksud daddy Sakha adalah Angga.