
Huaaw,, jihan melenguh membuka matanya, melihat sean yang masih memejamkan matanya.
"Mas,,bangun udah jam enam" Ucap jihan mengusap rahang sean
"Bentar lagi mas masih ngantuk," ucap Sean masih dengan mata tertutup
"Ya udah,,minggir aku mau bangun mau masak buat sarapan" Jihan menyingkirkan tangan sean yang melingkar di pinggangnya.
Bukannya menyingkir sean malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas,,lepasin aku mau bangun" rengek jihan memukul pelan lengan sean
"Morning kiss nya mana" ucap Sean memajukan wajahnya
"Ya tuhan,,, dasar" gumam jihan
Jihan mengecup kening sean sedikit lama,lalu beralih pada pipi sean. Namun dengan cepat sean menangkap b*bir jihan dengan bib*rnya.
Sean mel*mat lembut bibi* jihan yang terasa manis untuknya.
"Ayo bangun udah siang ini," jihan menarik tangan sean sampai sang empunya terduduk.
Sean bangun dan langsung menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya.
Hari ini hari minggu, jihan maupun sean tidak ada jadwal apapun selain berdiam diri di rumah.
Kejadian semalam sempat membuat jihan dan Sean berseteru,sampai akhirnya mereka bisa berdamai dan meyakinkan satu sama lain.
***
Di kamar sean
"Mas,,," Panggil jihan dari dalam kamar mandi
Sean yang sebenarnya duduk di sofa kamarnya hanya diam memandangi pintu kamar mandi.
Seolah sean sudah mengerti apa yang akan jihan katakan.
Jihan yang tak mendengar jawaban dari sean memutuskan untuk keluar dari kamar mandi.
Jihan baru saja keluar dari kamar mandi menyapu seluruh kamar dengan matanya, mencari keberadaan sean tapi dia tak menemukannya.
Jihan mengambil pakaiannya,menaruh di atas ranjang.
Dan tiba-tiba ponsel jihan berdering
"Halo,"jawab jihan saat menerima panggilan tersebut
"Ji,,jalan yuk ajak pak sean juga dan temennya sekalian" ucap Dinda di seberang
"Iya bentar gue bilang dulu,tapi gak janji takut dia gak mau" ucap jihan
Setelah beberapa menit jihan menyudahi panggilannya.
Setelah mematikan sambungan teleponnya jihan menaruhnya di atas nakas sebelah tempat tidur.
Namun saat jihan berbalik dia menabrak dada bidang sean,membuatnya hampir terjatuh jika sean tidak menangkapnya.
"Allahuakbar" Ucap jihan terlonjak kaget
Sean yang di suguhkan pemandangan yang begitu indah di hadapannya hanya menelan ludahnya kasar.
Jihan yang menyadari pandangan sean dengan cepat mengambil handuk yang sudah berada di kakinya. Namun tangannya sudah terlebih dulu di tarik oleh sean.
Membuat jihan kembali menabrak tubuh sean.
Seal yang awalnya ingin membuat jihan terkejut malah dirinya yang di beri kejutan oleh jihan.
Sean langsung melah*p dan mel*mat habis bi*ir jihan,tanpa peduli lagi jika jihan akan kehabisan nafas.
Jihan yang awalnya tidak siap,mulai ikut terbawa Suasana,dia terus membalas dan menikmati setiap sentuhan yang sean berikan.
Sean merebahkan tubuh jihan di atas ranjang,tak ada yang tersisa pada tubuh mereka selain celana yang masih sean kenakan.
Sean menyusuri setiap inci dari tubuh jihan,******* dan menyes**nya. Sean memainkan kedua gunduk*n milik jihan membuat sang empunya mende*ah nik*at, ada rasa geli dan nikmat secara bersamaan membuat nya ingin merasakan lebih.
Sean tak henti bermain di dua buk*t keny** itu,dan jihan pun juga menahan kepala sean mengisyaratkan jika dia begitu menikmat**ya.
Dia menatap mata jihan,terlihat tampak sedikit rasa kecewa pada tatapan jihan
"Mas jika kamu mau melakukannya,aku juga tidak akan keberatan,ini juga sudah menjadi hak kamu" Ucap jihan membuka suara
"Kamu tidak usah merasa bersalah,aku akan menunggu kamu sampai kamu siap bahkan kamu lulus aku akan selalu menunggu kamu" kata sean membelai rambut jihan dan beberapa kali menc*um bi*ir jihan.
"aku serius mau melakukannya agar aku bisa menjadi istri kamu yang sesungguhnya" ucap jihan menatap mata sean
"Kamu memang istriku seutuhnya tanpa harus melakukan itu,kamu hanya milikku sekarang dan selamanya" Ucap Sean membalas lembut tatapan jihan
Jihan mengalungkan tangannya pada leher sean
"Lakukanlah aku sudah siap,atau jangan jangan kamu punya yang lain selain aku,yang bisa memua**an kamu" ucap jihan dengan tatapan mengintimidasi
Sean menatap mata jihan dengan tajamnya,setelah beberapa saat sean langsung melu*at dan menggigit pelan bi*ir jihan Setelah mendengar apa yang jihan katakan padanya.
"Aku tak pernah sekalipun melakukan hal di luar batas dengan wanita lain selain kamu istriku sendiri,kamu yang pertama dan terakhir dalam hidupku" kata sean menyibak anak rambut jihan yang menghalangi pandangannya
Sean melepaskan celan*nya masih dengan posisi yang berada di at*s jihan.
Jihan melihat dengan kagum tubuh suaminya yang tampak begitu indah dan seksi di matanya,badan atletis dengan perut berbentuk kotak-kotak. Sungguh jihan begitu mengaguminya.
Sean menci*m bi*ir jihan dan meremas satu g*ndukan milik jihan sebelum mulutnya beralih melu*at salah satu gunduk*n itu.
"Ini akan sakit,kamu yakin,?" Tanya sean lagi
Jihan menatap mata sean lalu ******* bi*ir sean dan berbisik "Lakukanlah"
"Maaf aku mengingkari janjiku" ucap Sean
"ini permintaan aku jadi kamu tidak bersalah,Lakukanlah" ucap jihan menatap sean penuh cinta
Sean kembali melu*at dan m**yesap bi*ir jihan dengan lembut saat mengarahkan dan hendak memasu**an junior miliknya ke arah dalam milik jihan.
"Ssss" jihan meringis merasakan sebuah benda tumpul berusaha memasukinya.
"Tahan sedikit lagi" bisik sean kembali menc*um bib*r jihan
Jihan yang merasakan sebuah robekan paksa pada tubuhnya hanya meringis menahan sakit.
Setelah cukup lama usaha sean akhirnya dengan satu henta*an sean berhasil memasuki milik jihan
"Aakkhhhh"
Sean dan jihan mele*guh bersamaan disaat junior milik Sean berhasil memasuki milik jihan.
Sedikit demi sedikit sean menggerakkan tubuhnya,rasa sakit yang di rasakan jihan Perlahan hilang berganti dengan rasa ni*mat seiring pacuan junior milik Sean.
Nafas mereka terus beradu bersama dengan eran*an ni*mat dari mulut keduanya.
"Mas,,aku mau pipis" lirih jihan
"Itu bukan mau pipis tapi kamu mau keluar,,keluarkan saja" ucap Sean dengan nafas tersenggal
Jihan semakin men*erang mend*sah,sean yang melihatnya mempercepat gerakan tubuhnya untuk memuaskan sang istri.
"Akhh,,,mas" Panggil jihan
Sean merasakan milik jihan berk*dut menambah kenik*atan seperti sebuah lum*tan pada junior nya membuatnya semakin tak bisa menahan diri.
Sean semakin mempercepat gerakannya sambil merem*s dan elu*at gunduk*n jihan layaknya bayi yang kehausan,dengan pacuan yang semakin kuat membuat jihan menge**ng dan berter**k kenikmatan
"Akkh,,ahhh mas,, akhh,,mas sean" pekik jihan
Sampai akhirnya
"Akhhh" erangan panjang terdengar saat keduanya mencapai puncak kenikmatan surga dunia
"Terimakasih sudah memberikan segalanya dan menjaganya untukku" ucap Sean mengecup kening jihan cukup lama sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya di samping jihan dan memeluknya dengan erat.
Sehun menatap dalam istrinya yang terlelap akibat pergulatan panas mereka.
"Entah kenapa aku begitu mencintaimu,rasa yang aku miliki berbeda dengan apa yang aku rasakan sebelumnya,I love you my little wife" sean mengecup kening jihan