My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Pengacau



Di sebuah kamar seseorang tengah duduk di kursi balkon kamar menatap langit yang penuh dengan bintang.


"Aakkhhhh" teriaknya dengan mengacak dan menarik rambutnya sendiri.


"Kenapa kamu lakukan ini jihan," teriak orang tersebut yang tak lain adalah rehan


Rehan duduk di balkon kamarnya,menghisap sebatang rokok yang di apit di antara jarinya.


"Sulit buat aku melupakan kamu ji," lirih rehan


***


Di sisi lain kini jihan berada di sebuah cafe bersama dengan sean dan para sahabatnya tak lupa juga jeno yang kini selalu bersama dengan sahabat jihan


"Ji liat deh ini Jungkook update" seru dinda pada jihan


"Bentar gue ambil hp gue" jihan merogoh tasnya mengambil Ponsel untuk melihat apa yang dinda katakan



"Ya Ampun makin ganteng aja,pengen karungin deh" celetuk jihan


Sean mendengar apa yang jihan katakan mendelik menatap tak suka dengan apa yang dikatakan oleh jihan


"Jaga mata lo,dia ayang gue" ujar Sofi


"Hadeh,,,halu lo" sinis jihan


"Apa bedanya gue sama lo" sofi tak mau kalah


Tiba-tiba sean mengambil Ponsel jihan dari tangannya


"Isshh,,mas apaan sih,balikin ih,aku belum selesai" rengek jihan


"Mas penasaran,mana sih yang kata kamu cowok paling ganteng itu" Ucap Sean


Sean melihat akun Instagram jihan dan melihat apa yang barusan jihan lihat.


"Ini yang kamu bilang ganteng,?" Tanya sean,dan di jawab dengan anggukan oleh jihan


"Gantengan juga mas" sombong sean sambil menyisir rambutnya dengan jarinya.


Jihan hanya memutar kedua matanya jengah dengan tingkah suaminya itu.


"Kenapa gak terima,?" Ucap Sean


Hahahaha


Tawa mereka pecah melihat kelakuan sean yang terbilang konyol


"Ya Ampun kak,,percaya diri lo terlalu tinggi" ejek jeno sambil tertawa


"No,,menurut lo ganteng mana gue sama jungkook itu" Ucap rendy ikut tertawa


"Emmm,,gantengan kak rendy" jawab jeno


"Kalo gue dan sean" Tanya Rendy lagi


"Ganteng gue,gue lebih hot dari sean dan rendy meski gue cuma kacung tapi pesona gue bisa menandingi mereka" celetuk Angga


"Yaa,,,kalo dia udah ngomong gue bisa apa" ucap rendy pasrah yang di tertawakan oleh jihan dan sahabatnya


"Gue kira kak rendy suhunya,ternyata masih ada kak angga yang diam-diam tapi mematikan" ucap ubay Yang langsung mendapat geplakan di kepalanya dari Angga


"Lo kira gue racun apa yang mematikan" ujarnya


"Perumpamaan,,sensi amat sih" ubay mencebikkan bibirnya


"Sean,," ucap seseorang memanggil nama sean


Semua menoleh ke arah suara tersebut.


"Rani,,lo ngapain di sini" Bukan sean yang menjawab melainkan rendy


"Tadi gue habis ketemu teman disini,pas mau pulang gak sengaja liat kalian disini" jawab Rani


"Mereka siapa,,?" Tanya rani melirik satu persatu jihan dan sahabatnya


"Gue adiknya kak sean" ucap Jeno singkat


"Ahh iya,gue ingat ini adiknya sean yang dulu pernah kamu ceritakan ya sen,ini berarti temennya" ucap rani yang tampa permisi langsung duduk di sebelah sean menggeser posisi jihan sampai bentrok pada rendy.


"Lo apa-apaan sih ran,itu kan masih ada kursi kosong" tunjuk rendy pada raung kosong di sebelah sofi


Rani tak menanggapinya seolah tak mendengar apa yang rendy katakan,membuat rendy dan jihan pindah ke sebelah Angga dan ubay Yang pindah ke samping sofi.


"Dasar pengacau" Umpat Rendy