My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Siapa Dia



Jam 05.00


Jihan mengerjapkan matanya mendengar suara adzan subuh


Dia merasa sesuatu menimpa perutnya, saat melihat sebuah tangan kekar melingkar dengan sempurna di atas perutnya


"Duhh,,, Gimana ini,bisanya tidur meluk gue dikira gue guling apa" gumam jihan sambil berusaha melepaskan tangan sean dari perutnya


Setelah berhasil memindahkan tangan sean,jihan beranjak ke kamar mandi guna membersihkan diri untuk melaksanakan ibadahnya


Setengah jam jihan sudah selesai dengan aktivitasnya,dia melihat sean yang masih tertidur pulas dengan posisi yang sama


"Tampan." Kata itu lolos begitu saja dari mulut jihan saat berada di depan sean


Tiba-tiba fikirannya teringat akan rehan,seseorang yang telah mengisi hatinya selama hampir tiga tahun itu.


"Apa yang harus aku katakan padanya jika suatu hari nanti dia datang" Lirih jihan masih terus memandangi sean


Tanpa sadar jihan membelai wajah sean seakan larut dengan pemandangan di depannya


"Jujur aku tidak bisa melupakan nya begitu saja,tapi juga tak bisa kujelaskan siapa kamu" sambung jihan


"Maafkan aku yang telah mengingkari janji kita re,ini bukan kemauan ku" lirih jihan dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca


"Jihan,,,lo lagi ngapain,?" Ucap Sean membuat jihan terkejut dan langsung memalingkan wajah nya


"Lo udah bangun,,,maaf tadi gue mau bangunin lo tapi kelihatannya lo nyenyak banget" jawab jihan gelagapan


"Ya sudah cepat ambil wudlu' sana keburu habis nanti waktunya" sambung nya lagi


"Hem" sean hanya menjawab dengan berdehem


"Dia denger gak yaa apa yang gue katakan tadi,,aduhh,bodohnya gue" gumam jihan merutuki kebodohan dirinya


Sebelum keluar dari kamar jihan terlebih dulu menyiapkan keperluan sean buat sholat maupun baju kerja


Sean keluar dari kamar mandi mendapati kamarnya yang kosong,dia melihat tempat tidur dimana terdapat baju yang telah jihan siapkan


Setelah selesai dengan ibadah nya,sean memakai baju santainya karna masih ada waktu dua jam untuk bersantai.


Sean duduk di sofa yang ada di kamarnya sambil memangku laptop,


"Siapa yang di maksud jihan,apa sebelumnya dia memiliki kekasih." Batin sean mengingat ucapan jihan tadi


Sebenarnya saat jihan mengelus wajah sean dia sudah terbangun karna merasa tidurnya terganggu, namun sean memilih pura-pura masih tidur untuk melihat apa yang akan jihan lakukan, sampai akhirnya sean mendengar ungkapan hati jihan


"Gue gak akan pernah melepaskan lo,Apa yang sudah menjadi milik gue gak boleh di miliki Oleh orang lain" gumam Sean sambil mengepal kedua tangannya


"Sekarang lo belum mencintai gue,tapi gue akan buat lo melupakan dia dan mencintai gue" Seringai sean


*


"Bik,,,liat jihan dimana?" Tanya sean pada bi dijah asisten rumah tangga di rumah itu


"Selesai memasak sarapan,Non jihan pamit katanya mau jalan-jalan sebentar tuan muda," ucap bik dijah menunduk ada rasa takut saat mengatakan kalau jihan memasak


"Jihan memasak,?" Ulang sean


"Iya tuan muda,kami sudah melarang nya tapi nona jihan memaksa katanya nona ingin memasak sendiri buat sarapan tuan muda" jelas bik dijah


Sean keluar untuk mencari jihan,


Sedangkan di sebuah pos satpam jihan tengah duduk bersama pak jojo dan pak dadang yang tengah berjaga


"Neng,,, makasih ya sarapannya, neng baik banget jarang ada orang yang mau bagi² seperti neng jihan di komplek ini" ucap mang dadang memegang kotak makan yang di bawa jihan untuknya dan mang jojo


"Mang dadang biasa aja kali,kita sesama manusia memang harus saling berbagi,di makan ya mang,,maaf sebelumnya kalo masakan saya tidak enak,kalau mamang gak suka bisa di buang" kata jihan


"Neng mah,,mubadzir membuang makanan neng," Jawab mang jojo tersenyum ke arah jihan


"Ngapain di sini,, pagi-pagi udah kelayapan" ucap seseorang yang tengah berdiri dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya menatap jihan tajam


"Ayo pulang, sebentar lagi kamu sekolah" ucap Sean menarik tangan jihan


"Jihan pulang dulu ya mang mau sekolah,,Dada mang jojo,dada mang dadang,,,, lain kali kita nongkrong lagi ya mang" ucap jihan tersenyum sambil melambaikan tangannya sedangkan tangan sebelah ada pada Genggaman sean


"Lo mau keluar kenapa gak ijin sama gue heh," Tanya sean menoleh sedikit pada jihan


"Lah biasa juga gitu kali pak,lagian gue kan cuma ke situ doang dekat kan,masak harus lapor dulu" jawab jihan santai


"Lo lupa perjanjian kita,, satu lagi,gue suami lo gue berhak tau lo kemana jadi mulai sekarang lo harus ijin sama gue kalo ke luar rumah" tegas sean


"Iya pak guru" jawab jihan jengah


"Lo jangan panggil gue bapak kalo di luar sekolah, di kira gue bapak lo apa?"


"Terus manggilnya apa,masak panggil om" pikir jihan


"What,,lo pikir gue setua itu apa di panggil om" ucap Sean kesal


"Lah kan emang udah tua pak,gak sadar apa" jawab jihan dengan santainya


"Apa kamu bilang,, umur 24 kamu bilang tua" geram sean yang mulai emosi


"Pokoknya gue gak mau tau,awas aja lo kalo masih manggil gue bapak, gue akan hukum lo" ucap Sean meninggalkan jihan di belakang


"Nih orang gak jelas banget" gumam jihan berlari mengejar sean dengan langkah lebarnya


"Lo berangkat sama gue" ucap sean saat berada di halaman rumahnya


"Emang bapak gak keberatan,?" Tanya jihan yang tidak menyadari ucapannya


Seketika sean menghentikan langkahnya dan berbalik menatap jihan dengan Seringai liciknya


Tanpa aba-aba sean langsung mencium bibir jihan,jihan yang begitu terkejut membulatkan matanya merasakan benda kenyal itu yang kini menempel sempurna bibirnya


"Ya Ampun sean,,, kalo mau romantis romantisan di kamar sana jangan di halaman, kasian itu Angga yang melihatnya nanti iri" Teriak mommy sarah dari depan pintu


Seketika sean langsung melepaskan ciumannya


Sean yang mendengar ucapan mommy nya hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal,sedangkan jihan mengedarkan pandangan mencari keberadaan Angga ,dan benar saja.


Angga tengah berdiri di arah samping bersama Salah satu penjaga sambil melihat kearahnya dan sean,pantas tadi jihan tak melihatnya saat masuk karna keberadaan angga terhalang oleh sebuah pohon hias di halaman itu.


"Aduhh,,,malu banget gue,mau di taruh dimana muka gue,rasanya pengen ngilang saat ini juga" batin jihan menatap sean dengan kesal