My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Firasat buruk



Dua bulan berlalu begitu cepat


Jihan melakukan aktivitas nya seperti biasa meski terkadang keinginannya masih sering membuat suami dan para sahabatnya merasa frustasi.


Seperti sekarang ini


"Sayang udah yaa jangan yang aneh-aneh lagi,bahaya buat kandungan kamu," Sean berusaha terus membujuk jihan yang kekeh ingin ke pantai naik motor bersama sahabatnya


"Gak mau pokoknya aku mau naik motor,gak mau pakek mobil gak seru" Ucapnya dengan mengembulkan kedua pipinya membuat siapa sean merasa gemas sendiri


"Nanti kalo dedek nya udah keluar yaa,,mas ajak naik motor keliling kota berdua sampai kamu puas" Bujuk sean


"Udah kalo mas gak mau aku jalan sendiri aja deh" Jihan Berlari kecil menuju garasi di mana motor sport milik jeno terparkir


"lo sih,,ngapain juga kesini pakek motor,bikin rewel aja" omel sean pada jeno yang juga ada di sana


"kok aku sih kak,itu cuma kak jihan aja yang mau naik motor,setiap hari mereka naik motor kesini gak ada kak jihan rewel minta naik motor" Jeno tak terima atas omelan sean yang menyalahkannya


"Udah udah,,,biar gue yang bujuk jihan," ubay menengahi sean dan jeno yang tengah berdebat


"Pinjam mobilnya pak,yang itu" tunjuk ubay pada sebuah mobil BMW yang berwarna silver


"Tenang aja pak saya gak bakal gadai mobil bapak kok" lanjut ubay seolah menangkap raut wajah sean yang ragu


Sean pun langsung memberikan nya pada ubay


"Saya akan membawa jihan jalan-jalan menggunakan mobil kalau bapak mengizinkan" Ubay meminta izin terlebih dahulu sebelum membawa jihan bersamanya,bagaimana pun jihan kini tengah hamil besar takut jika sesuatu yang tidak baik terjadi.


"Gue akan ikut bersama lo bay,dan kalian bawa mobil Angga dan yang lain kalau mau ikut bisa bawa motor" Rendy Melihat kekhawatiran pada sean sehingga dirinya memutuskan untuk ikut bersama jihan


"Ya sudah,gue percayakan jihan sama kalian,jaga istri gue baik-baik jangan sampai terjadi sesuatu,awas saja kalau istri gue lecet habis kalian semua" Ancam sean dengan wajah tegas dan datarnya.


Mereka kompak menganggukkan kepalanya,sedangkan sean memutuskan untuk kembali ke kantor bersama Angga karna menurutnya jihan akan selalu aman bersama Rendy dan sahabatnya.


"Gue gak bisa ikut gaess,mau jemput mama di bandara,nanti gue nyusul aja yaa,sekalian bawa mama kesini katanya kangen sama jihan,boleh kan pak saya bawa mama ketemu jihan" Tanya Arman pada sean


"Silahkan,kalian bukan sekedar teman istri saya tapi saudaranya,jadi saya pun juga demikian keluarga jihan maka keluarga saya juga" Jawab sean dengan kebijaksanaan nya


Di garasi


"Ji ikut gue aja naik mobil" Ubay sedikit berlari dan berhenti tepat di depan jihan


"Lo liat mobil laki lo itu,gimana kalo kita jalan-jalan pakek mobil itu aja lo yang nyetir deh" Tawar ubay berusaha keras membujuk jihan


Jihan masih menatap mobil tersebut dan tampak berpikir,sampai akhirnya jihan membuka suara


"Mana kuncinya sini gue yang bawa,lo duduk di samping aja,hari ini lo ikut kemana pun gue bawa" ucap jihan


"Emang kapan lo gak bawa gue,bahkan gue udah seperti kacung lo" gumam ubay pelan sambil menyerahkan kunci mobil pada jihan


bugghh,,tiba-tiba dari belakang bahunya di pukul agak keras,ubay yang melihatnya hanya mendengus kesal mengelus pundak nya


"Gue ikut yaa,itung itung lo sekarang traktir kita sambil jalan-jalan" Rendy langsung duduk di bagian samping kemudi


"Gimana bisa kalian mau ikut ini cuma muat empat orang," Timpal jihan


"Kita naik motor aja kalo gitu biar seru,kak jihan di depan pakek mobil sama kak rendy,kak sofi dan kak dinda,kita bawa motor ikut di belakang aja rame-rame" Usulan jeno langsung di setujui oleh yang lain termasuk rendy dan ubay


Sebelum keluar dari halaman rumahnya jihan sempat berhenti dan memeluk sean dengan sangat erat dan mencium bibir sean sedikit lama.


"Aku berangkat dulu ya,,,tunggu aku pulang nanti aku bawain mas hadiah" Ucap jihan dengan wajah ceria nya


Entah kenapa perkataan jihan membuat sean seolah tak merelakan nya,seakan akan hal buruk akan terjadi pada mereka,tapi sean tak bisa mencegah mereka dengan alasan yang tidak jelas.


Sean dan Angga menatap mobil dan motor Mereka yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangan keduanya,sean dan Angga tampak larut dalam pikiran masing-masing


"Lo yakin gak mau cegah mereka,?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Angga


Sean diam sejenak mencerna dengan baik apa yang Angga katakan,


"Apa Angga merasakan hal yang sama seperti yang gue rasakan" Batin sean


Sean menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran buruk yang ada di kepalanya.


"Ayo berangkat biar cepet selesai urusan nya,nanti kita susul mereka ajak andi juga" Sean mengalihkan pembicaraan agar pikiran buruknya hilang


###


"Udah lama juga aku gak main seperti ini" Ucap jihan tersenyum lebar


"Ya udah kalau gitu lo puasin sekarang,tapi ingat hati-hati,gue gak mau jadi bahan makanan suami lo" Timpal rendy mengingatkan