My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Perasaan apa ini



Satu minggu berlalu,kini jihan dan sean Sedang menggelar acara syukuran sederhana atas kehamilan jihan


Acara berjalan lancar atas bantuan keluarga dan sahabatnya.


"akhirnya selesai juga" Ucap jihan menyandarkan tubuhnya di dada suaminya


"Istirahat dulu sana gih,mas mau bantu yang lainnya beberes" ucap Sean seraya membelai rambut jihan dan mengecup kening nya.


Tiba-tiba mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu rumah sean,ada juga yang duduk lesehan di bawah beralaskan karpet.


"kok udah pada masuk,,?" Tanya sean melihat mereka sudah berada di dalam rumah semua


"Udah beres tinggal buang sampah aja yang belum" jawab rendy yang tengah selonjoran di bawah


Mereka semua mereganggkan ototnya dan beristirahat di rumah sean sambil memakan cemilan yang tersedia di sana.


"Mommy dan daddy mana Jen" Tanya sean sambil mengedarkan pandangan nya padajeno yang baru saja masuk dan bergabung bersama siapa tau orangtua nya ada di belakang jeno


"Mommy sama daddy lagi masih berbincang dengan beberapa rekan bisnis daddy" jawab jeno yang kini duduk di sofa single samping sean dan jihan


"Kak sean,," Tiba-tiba terdengar suara melengking dari arah pintu masuk memanggil nama sean


Semua spontan menoleh ke arah sumber suara.


Mereka yang sudah tau siapa yang memanggil sean hanya menghela nafas,tak segan pula dari mereka menunjukkan rasa tidak sukanya.


"Kak sean,selamat yaa kak,gak nyangka kakak udah mau jadi seorang ayah" Tanpa malu anet langsung duduk di atas sandaran di sofa di sebelah samping sean


"Anet lo punya sopan santun gak sih" Jeno benar-benar merasa muak melihat kelakuan anet


"Apa sih jen,orang gue cuma mau ngucapin selamat sama kak sean" jawab anet


"Lo kalau mau duduk ya duduk aja tapi duduklah di tempat yang benar jangan kayak perempuan gak benar" Jelas jeno tanpa basa-basi


Mendengar ucapan jeno sungguh anet tak terima,tapi dia berusaha untuk mengontrolnya agar terlihat citra buruk nya di depan sean,meskipun sean sudah mengetahui siapa anet.


Sedangkan yang lain hanya diam tanpa ada keinginan untuk menimpali pembicaraan keduanya.


###


"Kita kesana yukk" Dinda mengajak rendy ke sebuah taman dekat rumah Dinda


Dinda keluar dari mobil rendy berjalan lebih dulu menuju sebuah kursi di bawah pohon


"Di anterin malah gue yang ditinggal" Kata Rendy langsung duduk di sebelah dinda


Rendy Melihat dinda yang sedikit berbeda dari biasanya,dinda yang terlihat murung dan tak seceria biasanya.


"Gue aman kak,cuma sedikit lelah aja" dengan nada dan ekspresi yang sulit di mengerti


Sebenarnya rendy sedikit ragu dengan jawaban dinda tentang kata lelah,entah lelah apa yang dinda maksud,Rendy Sebenarnya ingin bertanya lebih namun tak ingin memaksa dinda untuk menceritakan masalah nya jika memang dinda lagi ada masalah.


"Tumben letoy gini,lo aneh tau kalau kek gini" Rendy menepuk pelan kepala dinda beberapa kali


Dinda menatap rendy yang juga menatapnya,beberapa saat tatapan mereka bertemu,tanpa rendy sadari tangan dinda sudah berada di atas tangan nya.


"Makasih banyak ya kak udah mau kenal gue" Dinda mengelus punggung tangan rendy dan membawanya turun


"Gue juga senang bisa mengenal lo dan sahabat sahabat lo,kalian udah gue anggap seperti adik gue sendiri" Ucap rendy tersenyum


Namun tanpa rendy sadari ucapannya membuat hati dinda merasa tercubit dan sesak,namun dinda berusaha untuk menutupi nya.


"Udah malam balik yuk" ajak dinda berdiri dari tempat duduknya


10 menit akhirnya rendy sampai di depan rumah Dinda


"Makasih ya kak udah anterin gue" Dinda melambaikan tangannya pada rendy yang berada di mobilnya


"Iya sama-sama,sono masuk kalau lo masuk baru gue jalan" Rendy menyuruh dinda masuk masuk terlebih dahulu


Setelah memastikan dinda masuk ke dalam rumahnya rendy baru benar-benar pergi.


"Gue bisa hadapi ini sendiri,gue gak mau membebani mereka terus menerus" Dinda duduk menatap sebuah figura yang terdapat fotonya bersama dengan sahabatnya.


Di tempat lain...


"Kenapa gue jadi kepikiran sama ucapan gue yang menganggap mereka adik" Gumam rendy sambil menatap langit langit di kamar apartment nya


rendy terus memikirkan perkataan nya,sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan pada dinda


📩 kak Ren: Udah tidur?


Melihat pesan tersebut senyum dinda terukir tanpa dia sadari


Dinda : belum ngantuk


Di tempat lain rendy juga senyum sendiri karna pesannya yang di balas oleh dinda


Rendy: Jangan sering begadang gak baik buat kesehatan


Dinda: Iya pak boss tau juga kok✌🏻😁


Mereka larut dalam cerita yang mereka buat sendiri malam ini,sampai mereka lupa waktu