
"Assalamualaikum,,," Dinda,rendy dan ubay masuk sambil membawa beberapa kantong plastik di tangannya
"Wa'alaikum salam" Jawab jihan dari dapur sambil berjalan cepat menyambut kedatangan ketiganya
"Nih belut nya,makan tuh sampek gak bisa gerak kekenyangan" dinda menyodorkan kantong plastik di tangannya kepada jihan
"Sekarang ikut gue ke belakang" Ajak jihan dengan semangat
Namun Ketiga orang tersebut hanya diam di tempat dengan saling memandang satu sama lain
"Ya tuhan,,semoga aja gak ada drama lagi dengan bumil satu itu" gumam dinda yang masih terdengar jelas di telinga ubay Dan rendy
Di taman samping sudah ada yang lainnya dengan duduk manis dan terdiam seolah tak punya semangat hidupnya
"lo semua kompak amat pada ngapain duduk di situ" Ucap ubay dengan menunjuk mereka semua sambil tertawa
Mereka semua langsung menoleh ke belakang dimana ubay berdiri dengan dinda dan rendy yang berada di samping nya.
Tatapan mereka begitu sulit di artikan,melas,kesal tak bisa di ungkapkan, itulah yang terlihat di pandangan Dinda dan rendy
Melihat mereka semua dinda dan rendy menelan ludahnya kasar,sudah bisa mereka pastikan akan ada pertunjukan selanjutnya
Sedangkan mommy sarah dan mbok siti hanya tersenyum melihat wajah pias mereka.
"Kak rendy ubay ayo kesini cepetan" jihan melambaikan tangannya kepada ubay Dan rendy
"Ngapain ji" Tanya ubay yang masih tak beranjak dari tempatnya
Jihan berjalan ke arah mereka dan langsung merangkul lengan rendy dan ubay di sisi kanan dan kiri nya.
"gak usah banyak nanya ikutin aja" Jihan menyeret keduanya kearah dimana Angga,sean,razi,andi dan daddy Sakha berada
"Mau ngapain ji" Rendy memberanikan diri bertanya
Saat melepas tangannya jihan langsung mengambil kantong yang berisi belut,tanpa mengatakan apapun jihan langsung menuang isi kantong plastik tersebut ke dalam kolam ikan yang lumayan besar dengan ukuran 3×4 meter.
Melihatnya mereka semua terlihat syok dan ada juga yang berusaha menelan salivanya dengan sekuat tenaga.
"Sekarang Kalian tangkap belut nya untuk aku" Dengan entengnya jihan mengatakan itu dan tersenyum tanpa beban
"Hahh" Mereka menghela nafas dalam-dalam
"Sayang aku gak usah yaa,aku nemenin kamu aja di sini" Ucap Sean berharap jihan menyetujui nya
"Mas juga harus ikut,daddy aja ikutan" Ucap jihan
Dengan berat hati mereka turun ke dalam kolam ikan yang setinggi pinggang orang dewasa dengan air di atas mata kaki mereka atau lebih tepatnya dua jengkal orang dewasa
"Bismillah,,,moga gue cepet dapat," Razi mengadahkan tangannya seolah sedang berdoa
Mereka mulai berjongkok untuk menangkap belut tadi yang berjumlah sekitar dua puluh ekor
Tiba-tiba sean melompat naik ke punggung Angga membuat yang lain terkejut
"Sean lo apa-apaan kalo gue jatuh gimana" Ucap Angga hendak menurunkan sean
Tapi sean malah semakin mengeratkan Pegangan nya di leher Angga
"Gue geli ga,tadi ada belut yang lari mau nabrak kaki gue" ujarnya menggebu gebu
Yang lain tertawa melihat tingkah sean yang di Anggap konyol,termasuk daddy Sakha
"Ayo mas ngapain gelantungan pada kak angga,kalian udah kayak monyet lagi bawa anaknya aja" Ucap jihan sambil tertawa di ikuti para wanita yang lainnya yang hanya jadi penonton
"Awas aja nanti,mas bakal hukum kamu karna udah ngatain mas monyet" Ucap Sean dengan muka kesalnya
"Udah cepet turun kasian kak angga kamu berat loh" Tanpa sadar Ucapan jihan memancing pemikiran kotor para jones yang ada di sana
Sean turun dari pundak angga dan mulai fokus kembali pada tujuannya untuk menangkap belut
"Ayo mas semangat tangkap yang banyak" teriak jihan memberikan semangat pada sean
"Daddy semangat tangkap yang banyak buat cucu kita" Mommy Sarah juga tak mau kalah dari jihan dan ikut menyemangati daddy Sakha
"Yeeyyyyy,,,gue dapat" Ucap Ubay tersenyum puas sambil mengangkat satu belut di tangan kanan nya
"Yeeyy ubay dapat,sini bay taro sini" Jihan berjalan cepat mengelilingi kolam menghampiri keberadaan ubay
ubay langsung menyimpan belut tangkapannya ke dalam ember yang jihan siapkan.
"Ayo mas jangan mau kalah sama ubay" teriak jihan pada sean
"Ayo kakak kakak gue yang ganteng dan razi sahabat gue yang baik hati semangat" teriak dinda menyemangati yang lain
"Diam ga,diam,itu ada tiga kita tangkap bersama ya ga" Sean sedikit berbisik pada Angga dengan gerakan yang sangat pelan
"Gue hitung sampai tiga ya sen,lo kepung sana gue di sini" Ucap Angga memberikan instruksi dan di acungi jempol oleh sean
"Satu,,,duaa,,,"
Byuurrrr,,,, tiba-tiba seseorang jatuh tepat di depan angga dan sean yang akan menangkap belut tadi.