
Di sebuah taman kota,mereka duduk bersama.
Awalnya mereka akan pergi nonton balapan tapi tidak jadi karna mendapatkan kabar dari salah satu temen ubay kalo acaranya di bubarkan oleh pihak berwajib.
Sean menggandeng tangan jihan,menyusuri taman itu,sean membawa jihan ke sebuah kursi dekat Danau,mereka duduk dengan posisi jihan yang menyandarkan kepalanya pada bahu sean.
"Nyaman banget" gumam jihan
Sean mengacak rambut jihan dan mencium keningnya.
"Mas kesana yuk" tunjuk jihan pada sebuah jembatan yang mengarah pada danau tersebut.
Jihan menarik tangan sean membawanya agar mengikuti langkah jihan,jihan berdiri sambil merentangkan kedua tangannya
"Bagus kan pemandangannya,dari sini kita bisa liat lampu² di taman dengan jelas dan terlihat lebih indah" ucap jihan
Sean langsung memeluk jihan dari belakang,menyandarkan kepalanya pada bahu jihan,mengendus dan sesekali mengecup ceruk leher jihan.
Jihan pun mengelus lembut kepala sean
"Jangan pernah kecewakan aku ya mas,aku sayang sama mas," ucap jihan
Sean tersenyum mendengar perkataan jihan.
Tanpa mereka sadari kini para sahabat jihan dan Sean berdiri menyaksikan adegan romantis itu.
Mereka menyadari Ketika mereka berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu.
"Bagus ya,,,mentang² jalan sama suaminya lupa kalo bareng sama kita" omel dinda
"Gimana neng hangat gak" goda ubay
"Apaan sih lo gak nyambung" ucap jihan
Mereka berjalan menuju ke sebuah cafe dekat taman tersebut.
"Wah,,bagus banget ya cafe nya,cocok banget buat anak-anak muda" Puji jihan dengan nuansa cafe tersebut
"Kamu suka,?" Tanya sean masih terus menggandeng tangan jihan
"Suka banget,gak bikin bosen" celetuk jihan sambil duduk di atas karpet, tempat mereka dekat sebuah taman yang di hiasi lampu kelap kelip dan sedikit jauh dari kerumunan pengunjung.
"Ga besok ganti nama kepemilikan cafe ini atas milik jihan" Ucap Sean enteng membuat mereka semua membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan sean
"Waaahhh,,bener-bener sultan" celetuk ubay
"Kamu bilang kamu suka dengan cafe ini,jadi aku mau membelinya buat kamu," jelas sean
"Haahh,,,yang bener saja,mas ini ada-ada aja" jihan menggelengkan kepalanya
"Aku serius,bahkan aku minta secara gratis pun Angga akan memberikannya,iya kan ga?" Ucap Sean sambil menoleh ke arah Angga
"Hehe iya,," Ucap Angga tersenyum kaku menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Tapi kak Angga kok mukanya gitu," dinda terkekeh
Mereka semua menoleh dan menatap pada Angga,tampak raut wajah Angga yang terlihat keberatan namun tak bisa membantah.
sesaat kemudian tawa mereka pecah.
"Maksud mas ini punya kak angga gitu?" Tanya jihan Setelah tawanya reda
"heem,," jawab sean mengangguk
"wah,,kak angga keren banget,gak nyangka aku pikir kak angga hanya fokus sama bosnya doang ternyata kak angga hebat punya usaha sendiri,bener calon suami idaman,tampan dan mapan paket komplit" celetuk jihan,tanpa jihan sadari ucapannya membuat seseorang terbakar api cemburu
"Kamu memujinya,,?" Tanya sean dengan wajah garangnya
"kan emang kenyataannya mas,kak angga itu udah mandiri,tampan mapan lagi,siapa coba yang enggak suka sama cowok seperti kak angga" ucap terus membanggakan angga
"Termasuk kamu juga suka sama angga,gitu maksudnya,?" Tanya sean dengan makanya yang terlihat kesal
"lo ini polos apa bego si ji" tawa razi melihat kelakuan sahabatnya itu
"Jangankan lo ji,gue aja kalau kak angga mau juga gak bakal nolak" kompor sofi
"kalo sama gue mau gak kak" goda dinda juga
"Ayo,kak angga pilih siapa nih" lanjut jeno terkekeh
"kalo tipenya lebih ke jihan,,,"
"mulai besok lo gak usah kerja lagi" sean memotong ucapan angga,membuat Angga menelan ludahnya kasar. karna jika sean sudah mengatakan hal tersebut berarti sean sudah tak membutuhkannya alias memecatnya.
"belum selesai ngomong dengerin dulu" ucap Angga
"Dasar,,,cemburuan" ejek jeno pada kakaknya