
Di sekolah
Jihan kini tengah berdebat degan lilis teman kelasnya yang tidak menyukai jihan
"Apa lo liat-liat?" Ucap jihan berdiri di depan bangkunya
"Idihh,,Sok banget jadi orang,sok cantik lo" timpal lilis yang duduk di bangkunya
"Emang gue cantik,iri bilang bos" ucap jihan lagi sambil menyibak rambut nya ke belakang
"Gue iri,sorry lah yaa,yang ada mata gue sakit liat lo" Timpal lilis tak kalah sinis
"Kalo mata lo sakit gak suka liat gue,ya udah buang aja mata lo,gampang kan" Ucapan jihan cukup menusuk buat lilis dan membuatnya bungkam
Sedang murid yang lainnya tertawa mendengar apa yang jihan katakan.
Jihan duduk di bangku dengan max cs yg sudah ada di bangku masing-masing tak jauh dari jihan
"Menarik" gumam max melihat ke arah jihan
"Lo bar bar juga jadi cewek" ucap dafa dari bangkunya yang ada di samping jihan
"Bukan bar-bar masseeh,,tapi melindungi diri dari virus" jawab jihan sambil terkekeh di ikuti dafa dan ivan yang ikut tersenyum
"Ini anak tumben pada kemana," gumam jihan melihat jam di pergelangan tangannya
Tak lama kemudian tampak kelima sahabatnya muncul dari balik pintu tak luput dari kericuhan yang mereka ciptakan
"Waduhh,,tuan putri kita rajin banget jam segini udah jaga kelas" ledek razi
"Jam segini gimana maksud lo,ini udah siang tau,lima menit lagi udah mau bel masuk,lo pada kemana kok baru nyampek" Cecar jihan
"Sarapan dulu di warung,itu si sofi gak Sarapan tadi" jawab dinda
"Enak ya lo udah lupa sama gue,makan gak ajak²" ucap jihan pura-pura merajuk
"Tenang kakak ku sayang,,ini udah aku bawain" Ucap ubay mengeluarkan sebuah kotak makanan yang di bungkus kantong plastik dari dalam tasnya.
"Wahh,,emang lo sahabat terbaik gue,kebetulan gue juga belum sarapan" jihan mengambil makanan itu dari tangan ubay lalu membukanya dengan mata yang berbinar
"Ubayyyy,,," jihan girang sambil menghambur ke pelukan ubay membuat mereka menatap jihan bingung
"Kenapa,lo gak suka?" Tanya ubay
"Bukan gak suka Tapi suka banget,dari tadi di jalan gue liat burger pengen banget cuma takut ke terlambat aja gue gak mampir sama jeno" jelas jihan kembali duduk ke bangkunya dan membuka bungkus kertas pada burger tersebut
"Ya udah cepetan makan sebentar lagi bel masuk" peringat sofi
"Baru kali ini gue liat cewek di kasih gitu aja udah seneng banget" batin max tersenyum tipis nyaris tak terlihat
Jihan memakan makanannya dengan lahap,sahabatnya yang menyaksikan itu terlihat kebingungan,tidak seperti biasanya jihan makan seperti orang kelaparan yang tidak makan dari kemaren.
"Lo bisa pelan-pelan gak sih,gak akan ada yang ngambil makanan lo" Ubay mengambil tisu di loker meja dinda lalu membersihkan mulut jihan yang belepotan.
Setelah beberapa menit akhirnya jihan menyelesaikan makannya,dan ubay membuang sampah pada tempatnya
"Ji,,boleh nanya gak?" Ucap dinda
"Nanya apa emang?" Jawab jihan sambil menutup botol air mineral
"Lo kemaren makan gak,?" Tanya dinda menghadap belakang pada jihan
"Ya makan lah dinda,bahkan semalam juga gue makan di luar sambil jalan-jalan" ucap jihan sambil tersenyum
"Enak banget lo gak ngajak kita,terus tadi pagi lo bener gak sarapan" kata dinda lagi
"Heem,,,abisnya makanan di rumah gak enak" ucap jihan dengan wajah cemberut
"Emang masakan apa di rumah lo" Tanya sofi ikut menimpali
"Semur ayam,sayur lodeh,sama opor ayam masih ada lagi beberapa" jawab jihan
Sahabatnya tampak terlihat bingung dengan pernyataan jihan,karna yang mereka tau menu yang jihan sebut itu merupakan masakan kesukaan nya semua.
"Lo yakin,,gak sakit kan lo" Razi sedikit berdiri dan menempelkan punggung tangannya pada kening jihan
"Enggak razi gue sehat" ucap jihan
"Gue cuma gak selera makan aja,pengen nya makan yang kuah gitu terus pedes,sama satu lagi gue selalu pengen liat muka suami gue terus" ucap jihan tanpa sadar membuat sahabatnya melotot ke arah jihan
"Lo punya suami ji?" Ucap dafa yang dari hanya menyimak obrolan dari mereka
Sedangkan di sisi lain,tampak sean yang tengah berdiri di balik pintu bersama dengan ubay,sean tadi sempat berbicara dengan ubay namun ketika akan masuk sean di kejutkan oleh perkataan jihan yang berkata tak nafsu makan dan selalu ingin melihat wajahnya.
"Iyaa,jihan udah punya suami,suami halu maksudnya" ucap sofi sambil tertawa
"Suami halu gimana maksud lo" bingung dafa
"Lo tau jeon jungkook kan,dia itu suaminya jihan,tapi cuma lewat mimpi doang" timpal dinda sambil tertawa yang di ikuti oleh anak lainnya yang berada di kelas itu
"Ya Ampun,,,lo demen juga sama yang begituan,dari pada lo haluin dia mending lo haluin gue aja bisa jadi nyata kok" ucap dafa dengan percaya dirinya
"Hadehhh,,Dari pada lo mending gue ngejar cintanya pak sean aja deh,lebih keren dan tampan dari lo" ucap jihan sambil melempar tisu ke arah dafa
"Ya,,doyan om² juga lo," timpal ivan
"Dia om² tapi berkualitas,dari pada lo tanya 3x2 jawabannya 10,itu aja udah nandain kalo lo belum berkualitas" Mereka yang mendengarnya hanya tertawa
"Lo tega banget buka aib temen,gini² gue juga sering juara" Dafa pura-pura cemberut
"Juara apa?" Tanya dinda
"Juara basket tapi" dafa terkekeh dan mendapat lemparan buku dari dinda