
Setelah makan malam bersama,rumah itu kembali sepi karna semuanya sudah pulang kerumah masing-masing tinggal Angga yang masih berada di rumah mommy sarah, karna sean dan jihan menginap mommy sarah juga meminta Angga untuk menginap.
Angga seringkali di minta untuk tinggal bersama mommy sarah,namun Angga menolak,Angga merasa sudah lebih dari cukup dengan apa yang telah keluarga sean beri padanya,selama ini dia mendapatkan fasilitas sama seperti sean dan jeno tapi hal itu lantas tak membuat Angga besar kepala,dari umur 15 tahun Angga sudah mengabadikan diri pada keluarga tersebut.
Karna berkat kebaikan mommy Sarah dan daddy Sakha, Angga bisa tidur nyenyak,makan minum dan sekolah tanpa harus memikirkan apapun lagi selain bagaimana cara membalas kebaikan mereka.
***
Di dalam kamar jihan dan sean
"Pak,,kita beneran tidur satu kamar?" Tanya jihan
"Iyalah memang apalagi,kita kan suami istri jadi sah-sah aja kan kita tidur satu kamar" Jawab sean santai
"Udah gak ada tapi-tapian,ingat lo harus patuh dengan apa yang gue katakan" sean mengingatkan jihan
"Udah gak usah manyun-manyun gitu,udah jelek makin jelek nanti" ledek sean
"Yee,, jelek-jelek gini juga istri lo kali,Awas lo entar jatuh cinta sama gue,jangan galak-galak" ejek jihan
Sean memilih diam tak mengubris ucapan jihan
Jihan beranjak menuju sofa di sudut ruangan tersebut dengan membawa bantal dan selimut
"Mau ngapain lo kesana,?" Tanya sean dengan posisi bersandar pada sandaran tempat tidur
"Lo gak liat kalo gue bawa bantal, orang kalo bawa bantal ya tidurlah,masak iya mau konser" Ujar jihan ketus
"Siapa yang nyuruh lo tidur di sofa"
"Terus kalo bukan di kasur gue tidur di mana dong" ucap jihan melas
"Ternyata menggemaskan juga lo bocil" batin sean tersenyum dalam hati
"Lo tidur di sini sama gue,ingat ini perintah dan gue gak terima protes lo" tegas Sean seakan tau jihan akan protes
"Lo gak lagi ngerjain gue kan,?" Selidik jihan
"Lo bawel ya,udah cepetan pindah. Dan mulai sekarang lo yang urus segala keperluan gue"
"Keperluan lo maksudnya gimana?" Tanya jihan dengan tampang bodoh
"Udah cepetan tidur besok lo sekolah, nanti lo bisa kesiangan" sean lagi
Jihan berbaring membelakingi sean,mata yang tadinya mengantuk kini terbuka lebar tak merasa berat lagi
"Pak sean" jihan memanggil sean berharap sean belum tidur
"Pak sean,lo beneran udah tidur," ucap jihan lirih
"Kenapa,lo kan gue suruh tidur kok belum tidur juga sih" jawab sean
"Pak,,,, kalo boleh tanya gimana perasaan lo saat pertama kali tau kita di jodohin" Tanya jihan tanpa basa-basi dengan wajah serius
"Memangnya kenapa,kok lo tanya gitu" Bukannya menjawab sean malah balik bertanya
"Isshh,,,orang nanya bukannya di jawab" kesal jihan
"Jujur gue marah,mommy Tiba-tiba aja nyuruh gue nikah apalagi sama orang yang gak gue kenal,tapi ya balik lagi ke mommy,,. gue percaya dengan pilihan mommy,mommy gak mungkin memilih orang sembarangan untuk jadi pendamping gue" terang sean tanpa menoleh sedikitpun menatap ke atas langit-langit plafon kamarnya
"Maksudnya lo nerima gue?" Tanya jihan melihat ke arah Sean
"Mau menolak sekeras apapun gue enggak bisa merubah kenyataan,kalo sekarang lo istri gue,jadi lo harus belajar nerima keberadaan gue di dalam kehidupan lo,."
"Udah tidur gue ngantuk, lo kalo sampek kesiangan bakal gue hukum besok" Ucap Sean mengingatkan
"Istri sendiri tapi kok mau di hukum" ucap jihan pelan tapi masih bisa di dengar oleh sean
"Jangan menyalah gunakan kekuasaan,belajar disiplin dan mandiri" ucap Sean
"Di suruh mandiri tapi gue kerja malah di suruh berhenti,gimana sih" protes jihan
"Itu beda jihan,,,udah cepetan tidur. Kalo lo enggak mau tidur juga biar gue tidurin?" Goda sean
Blusshhh
Mendengar ucapan frontal dari sean Wajah jihan terasa panas,membuat pipinya merona karna malu dengan ucapan tersebut
Sedangkan sean hanya tersenyum tipis nyaris tak terlihat,setelah diam-diam melihat ke arah jihan yang menahan malu akibat ulahnya.