My Sunshine

My Sunshine
PELAN NAMUN PASTI



Zidan dihadapkan dengan situasi yang teramat sangat sulit. Bagaimana tidak? Nandita adalah wanita yang sangat ia cintai. Sedangkan Natalia adalah wanita yang kini dikabarkan mengandung buah hatinya. Pria ini kalah telak ketika Natalia menceritakan bagaimana terakhir kalinya mereka melewati malam panas.


"Jangan menyanggahnya Zidan, kita bercinta malam itu. Dan sekarang aku ingin. Aku ingin, Honey. Ayolah!" rayu Natalia sembari bergelut manja di lengan Zidan. Sedangkan pria ini hanya diam.


Kenapa aku jadi bodoh begini, batin Zidan kesal. Lalu diingatnya lagi, kapan terakhir mereka bersama. Seingat Zidan, mereka memang bertemu dua bulan yang lalu tetapi hanya makan dan mengobrol. Setelah itu mereka memang tidur di apartemen yang sama tetapi tidak melakukan hal itu.


Pada saat itu, mereka tidak hanya berdua tetapi juga ada beberapa teman mereka. Membahas bisnis seperti biasa. Tidak ada pesta maupun minum-minum. Zidan malah berpikir buruk. Bisa jadi Natalia tidur bersama salah satu dari mereka. Atau, bisa juga Natalia memiliki pria lain selain dirinya.


"Ya, tidak salah lagi. Aku dan wanita ini tidak melakukan hubungan bodoh itu. Berarti bayi yang ada di dalam kandungannya bukanlah bayiku," gumam Zidan. Keyakinan Zidan bertambah ketika Natalia mengatakan bahwa bayi yang mereka kandung baru berusia empat minggu, tetapi Zidan mau gegapah. Ia tetap menunggu bukti yang kuat untuk mendepak wanita ini agar pergi jauh dari hadapannya.


Malam semakin larut, Zidan terpaksa menemani Natalia agar wanita ini tidak kabur dan membocorkan kabar kehamilannya ke media. Sebelum ia benar-benar mendapatkan bukti yang kuat. Zidan harus tetap bersikap baik untuk menipu wanita ini.


Bersamaan dengan itu, Zidan tetap berkomunikasi dengan Eman yang ia tugasi untuk menjaga Raka. Sedangkan ia menunggu Dion masih dalam perjalanan menuju apartemen miliknya. Mereka berencana membahas masalah ini lebih rinci dan teliti.


"Gimana istriku, Dion. Apakah dia masih marah?" tanya Zidan di sela-sela aktivitas nya melayani Natalia yang terus minta di manja.


"Masih marah, Bos," balas Dion.


"Tak apa, biarkan dia seperti itu. Yang penting ia dalam keadaan aman. Siapkan beberapa orang untuk tetap menjaga istriku. Jangan biarkan siapapun menyentuhnya!" tulis Zidan dalam pesan teksnya.


"Baik, Bos!" balas Dion menyanggupi.


Zidan sedikit tenang. Sebab sang asisten sangat bisa diandalkan. Dion selalu bisa mengatasi situasi yang dia hadapi.


Dion berpikir jika Zidan merasa bahwa itu bukan anaknya, pasti lambat laun Natalia pasti akan menemui pria yang telah menghamilinya. Itu sebabnya, Dion pun meminta Zidan untuk melakukan hal tersebut.


"Besok kamu balik ke Jakarta dulu ya. Tunggu aku di sana. Setelah urusanku di sini selesai, aku pasti akan segera kembali. Dan kita bicarakan pernikahan kita? Bagaimana?" rayu Zidan.


Natalia yang tidak menyadari bahwasannya itu hanyalah sebuah tipuan hanya menurut. Menuruti pada janji Zidan yang ingin melamarnya.


"Bener ya, awas boong!" ucap Natalia manja


***


Dua hari berlalu, kabar menggembirakan datang dari anak buah Dion yang mengawasi apartemen milik Natalia


Kabar yang Dion bawa sedikit membantu Zidan. Ternyata anak buah Dion sangat cekatan. Kecurigaan Dion selama ini ternyata benar. Bahwa Natalia dan Regen menjalin kerja sama untuk menjatuhkan Zidan. Untuk balas dendam pada pria tampan itu. Karena telah memasukkannya ke dalam jeruji besi. Bukan hanya itu, Zidan juga berhasil merobohkan bisnis Regen. Sehingga pria itu tak diakui lagi oleh keluarganya.


Zidan tertawa, sebab Regen begitu bodoh dan tak menyadari kecerobohannya. Kelicikannya dengan cepat terendus oleh Dion.


Pria yang Dion tangkap ternyata memang komplotan Regen. Orang tersebut adalah mantan bawahan Regen ketika mereka sama-sama bekerja pada perusahan milik keluarga besar Regen. Tak sanggup menahan siksaan yang diberikan oleh anak buah Dion, akhinya orang suruhan Regen tersebut mengakui, bahwasannya dia adalah komplotan Regen.


Bersambung....