My Sunshine

My Sunshine
Chapter 4



Alvito, Kiara dan Liana pergi menuju kantin bersama. Mereka melewati koridor kelas.


"Aku Liana" Liana memperkenalkan dirinya pada Alvito.


"Aku sudah tahu namamu" Kiara terkekeh.


"Aku ngomong sama Alvito Ki.. " Liana tersungut sungut.


"Iya.. Alvito" Alvito membalasnya.


Saat mereka bertiga berjalan, ada siswa lain yang terlihat terburu buru dan tanpa sadar menubruk Kiara. Dan Kiara hampir terjatuh kebelakang, beruntung ada Alvito di belakangnya yang dengan sigap menahan punggung Kiara agar tidak jatuh kelantai.


"Kalau jalan hati hati" ucap Alvito terdengar agak kesal ke siswa yang menabrak Kiara.


"Maaf aku buru buru mau ke toilet"


"Tidak apa apa" ucap Kiara sambil membenarkan posisi berdirinya kembali.


"Maaf ya" kemudian siswa itu berlari.


Alvito masih memperhatikan siswa tadi dengan raut wajah kesal.


"Al.. Ayo.." Ucap Kiara mengalihkan perhatian Alvito.


Sesampainya mereka di Kantin, suasana kantin memang selalu ramai saat jam istirahat tapi kantin sekolahnya cukup luas untuk menampung banyak siswa.


"Kita makan bakso aja ya?" tanya Liana.


"Boleh" jawab Kiara. Alvito hanya mengangguk tanda setuju.


"Kamu mau minum apa Al?" tanya Kiara.


"Aku minum air mineral saja" jawab Alvito.


"Baksonya 3 ya bu.. Es Teh nya 2" Liana memesan makanan. Dan Kiara mengambilkan Air mineral di lemari pendingin untuk Alvito.


Mereka menuju salah satu meja yang masih kosong. Dan tidak lama kemudian bakso dan minuman mereka sudah siap.


Tanpa mereka sadari ada 3 pasang mata yang mengawasi mereka dari jauh.


"Jadi kamu pindah dari Surabaya? kenapa pindah? kapan kamu sampai kesini? " tanya Liana penasaran.


"Kemarin" jawab Kiara singkat sambil menikmati baksonya.


"Kok kamu tahu sih Ki"


"Dia pindah di rumah sebelah rumah aku Li" Kiara menerangkan


"Oh.."


"Lalu kenapa pindah?"


"Pelan pelan kalau makan Ki" ucap Liana yang duduk di sebelah Kiara sambil menepuk nepuk punggung Kiara.


"Kamu kenapa tanya mulu sih Li.." tanya Kiara setelah minum minumannya.


"Lagian aku tuh tanya ke Alvito kenapa kamu yang ngejawab" protes Liana.


"Sudah sudah" ucap Alvito kemudian Alvito menjelaskan kenapa dia pindah Ke Bandung.


Mereka bertiga menghabiskan makanan mereka dan kembali ke kelas.


Setelah kembali dari kantin untuk kembali ke kelas Alvito, Kiara dan Liana melewati samping lapangan basket dan ada beberapa anak yang bermain basket.


"Awas..!!!" teriak salah seorang siswa dari tengah lapangan.


Dan bruuukk.. Alvito menepis bola basket yang mengarah ke Kiara dengan tangannya.


"Hampir saja" ucap Liana, dan Kiara yang terkejut kepalanya hampir kena bola hanya terdiam.


Seorang siswa dari tengah lapangan menghampiri mereka.


"Maaf.. Kau tidak apa apa" tanya seorang siswa yang bolanya hampir mengenai Kiara.


"Ah.. aku tidak apa apa" jawab Kiara.


"Baiklah.. Maaf ya" ucapnya sekali lagi meminta maaf.


"Hei.. aku belum pernah melihatmu. Apa kau baru di sini?" tanya siswa tadi ke Alvito.


"Iya"


"Kau cukup tinggi, apa kau bisa main basket, kami kekurangan orang, kau bisa bergabung bermain bersama kami sekarang" tanyanya lagi.


"Hemm.." Alvito mengangguk menyetujui.


Alvito dan siswa tadi menuju ketengah lapangan untuk bermain basket.


"Bukan kah dia Bagas Wicaksono, Kapten tim basket sekolah kita" ucap Liana yang terpana melihat siswa yang mengajak Alvito bermain basket.


"Iya" jawab Kiara sambil memperhatikan ternyata Alvito cukup jago bermain basket.


❄❄


Hai readers... ketemu lagi dinovel baruku.


Jangan lupa LIKE, KOMENT dan VOTE ya..


Dan juga Follow akun Instagram author @eieiraa..terima kasih 😊