My Different Wife

My Different Wife
Games



"Baiklah, di sini tinggal 10 pasangan ya... Wah, ternyata pada lupa nih sama tanggal ulang tahun calon mertua. Hm..." Ledek sang SPG bercanda gurau.


"Baiklah kita mulai ke pertanyaan kedua. Berapakah jumlah mantan pacar kalian?" Pertanyaan kedua sudah di bacakan.


Melodi tak banyak berfikir. Pastilah mantan Victor banyak, lihatlah dari perawakannya yang sangat mengundang kaum hawa menjerit. Pasti lebih dari 10!


Melodi mengangguk.


Victor menelisik Melodi, pikirnya pasti Melodi adalah wanita yang tak mudah untuk pacaran, dan pasti Andreas adalah pacar pertamanya. Yakin!


"Selesai! Semua angkat tangan!"


Semua mengangkat tangan mereka dan SPG pun mulai bergerak ke arah pemain.


Dan tibalah di pasang Victor dan Melodi.


Sang SPG melihat ke arah Melodi, "Mantan kakak ada berapa?"


Melodi sebenarnya ingin bilang dia belum pernah punya mantan. Pacar pertamanya adalah Andreas, tapi apa mau dia jawab? Ganti nama Andreas jadi Victor gitu? Iuh, sangat najis bilang lelaki ini pacarnya.


"Em, d-dia, pacar pertama saya." Jawab Melodi.


Victor tersenyum miring, benar bukan? Kelihatan banget.


Victor mengangguk saat di lihat sang SPG dan segera menunjukkan jawabannya yang tertulis, "Tidak ada."


"Wah benar! Dan mantan kakak sendiri ada beberapa?"


"Banyak, lupa." Ucap Victor santai.


Mbak SPG malah tertawa. Pasangan keren. Yang satu pemula dan yang satunya pemain. Pikir Mbak SPG


Melodi memutar bola matanya dan menunjukkan jawabannya yang tertulis, ">10"


Dan mereka pun masih bertahan dalam games.


"Pertanyaan terakhir. Apa yang kamu inginkan dari pasangan kamu untuk dimilikinya? Haha, pastinya ini tidak ada jawaban yang salah atau benar ya... Biar pasangan kalian tau seberapa cinta kalian dengan dirinya."


Victor melihat ke arah Melodi. Kini wajah Melodi seakan berubah menjadi Venus di bayangannya.


Mereka pun masing masing menulis.


"Selesai! Angkat tangannya!"


Semua jawaban mereka terdengar sangat lebay di telinga Melodi. Melodi hanya memasang wajah datar tak perduli.


Kemudian saatlah jawaban mereka yang di bacakan.


"Kakak, apa yang kakak inginkan dari pasangan kakak untuk dimilikinya?"


Tanyanya pada Victor.


Victor melihat Melodi dengan bayangan Venus tepat jelas di matanya, mata lelaki itu sangat sendu dan sayu. "Tidak ada. Karena dia sudah miliki saya seutuhnya. Saya sangat mencintainya."


Sang pembawa acara itu mengangguk. Kata kata Victor membuat siapa saja akan meleleh.


Wajah Venus kini telah lenyap. Dan dalam pandangannya kembali Melodi membuat Victor kembali bersedih.


Kemudian pertanyaan kembali beralih ke Melodi, "Dan kakak? Apa yang kakak inginkan untuk pasangan kakak miliki?"


Melodi menatap Victor dengan tatapan mendalam yang sulit di artikan, "Kebahagiaan dalam kekosongannya." Ucap Melodi membuat Victor terdiam.


Victor menunduk dan tersenyum kecil. Wanita ini menyentuhnya sekaligus menyindirnya. Dasar.


Beberapa pasangan lainnya malah tersenyum senyum melihat Victor dan Melodi. Mereka terbawa suasana dan malah baper.


Bisa bisanya..


"Baiklah! Permainan pertama telah selesai, kini kita mulai ke permainan ke dua! Yaitu... Make Over Pasangan Semenarik Mungkin! Dan ini di lakukan selama 5 menit!"


Semua perlengkapan Make Up-un di berikan pada setiap pasangan. Sang pembawa acara sekaligus promosi mengenai produk Make Up mereka yang terbaru. Dan setelahnya perlombaan pun di mulai.


"Mulai!"


Melodi menatap Victor tajam, "2 menit kau make-up in aku dan sisa waktunya aku make up in kau."


Victor mengangguk,


Semakin lama Victor semakin tertantang dengan Gamesnya dan terbawa suasana.


"Ikat dulu rambut aku." Bisik Melodi memberi arahan.


Victor mengikat rambut Melodi dengan karet yang di sediakan.


"Pakaiin bedak dulu. Itu.." tunjuk Melodi.


Victor mengambil bedak. Rasanya bingung sendiri karena peralatan makeup itu sangat banyak.


Melodi di bedakkin oleh Victor dengan di tumpek tumpek seperti adonan.


"Yang bener. Ratain! Awas aja kalau gak rapi." Omel Melodi karena melihat ekspresi Victor yang tampak mencurigakan.


Victor tersenyum miring, "Kamu tenang aja ya sayang... Bakalan cantik kok." Puji Victor meledek.


Melodi terpaksa diam dan pasrah. Mau gimana lagi?


Dua menit sudah berlalu, dan kini giliran Melodi yang me-make up Victor. Melodi tersenyum miring, dia akan balas dendam, ntah kenapa feeling Melodi mengatakan kalau wajahnya sekarang sudah seperti badut akibat Victor.


Melodi mendadani Victor dengan wajah datar karena kesal.


Lama melakukan kegiatan dandan mendandan akhirnya waktu habis.


"Selesai! Semuanya angkat tangannya, sekarang waktunya penilaian.


"Sumpah Mel, wajahmu lucu banget!" Cetus Victor tak tahan lagi menahan tawa.


Kan sudah Melodi duga!


Melodi juga terkekeh meledek, "Hehe, kau kira mukamu itu ganteng. Udah kaya manusia mutan!" Ledek Melodi segera membuat Victor terdiam dan kesal.


"Rasain!" Lanjut Melodi.


Kemudian mereka sama sama tertawa. Sama sama aneh memang wajah mereka satu sama lain, jadi tak bisa tahan tawa juga.


Melodi tersenyum lebar. Ya iyalah, mereka kan bukan pasangan. Ya jelas saling beradu.


Victor melihat Melodi yang tersenyum membuat dirinya juga ikut tersenyum. Tak di sangka senyuman lebar Melodi malah menular padanya.


Victor segera menghadap depan dan menggeleng. Kenapa juga dia harus tersenyum? Dasar aneh. Mungkin memang ini faktor susah malam kali.


Mereka menunggu penjurian yang di mana akan di ambil 3 besar untuk pertandingan terakhir.


"Baiklah! Kini saatnya pengumuman tiga besar! Siapakah dia?!....."


Lampu berkelap-kelip memacu ketegangan antara pemain.


"Nomor urut 1...."


Semua bersorak Sorai heboh.


Melodi terkekeh geli. Aneh juga lihat manusia manusia di bumi ini. Alay.


Ntahlah, Melodi sangat jarang memang ke tempat umum yang ramai dan heboh seperti ini. Biasanya dia lebih sering ke tempat yang diam dan tentram. Well, ini pengalaman barunya juga.


"Nomor urut 5!...". Sambung pembawa acara dengan heboh.


Sedangkan pasangan yang di sebutkan meloncat kegirangan dan membagi pelukan satu sama lain.


"Udah lah. Mending pulang aja, gak bakal menang juga. Kita paling freak." Victor tersenyum miring pasrah.


Melodi mengedikkan bahunya, "Iya memang."


"Tapi aku ke kamar mandi dulu, mau cuci mu-"


"Dan 20!" Jerit pembawa acara dengan suara yang menggelegar.


Victor dan Melodi saling tatap dan kemudian tertawa. Bisa bisanya mereka masuk kategori 3 besar.


"Selamat ya kakak kakak!!!..."


Semua penonton sekitar bertepuk tangan untuk para pemenang.


"Dan perlombaan terakhir kita adalah menari balon bersama pasangan!!"


Ucap sang pembawa acara.


Balon pun di bagikan pada setiap peserta.


"Jadi nanti panitia akan menyediakan satu balon pada setiap pasangan. Balon harus di apit di tengah tengah pasangan. Setiap kali musik di mainkan maka pasangan harus menari, dan saat berhenti pasangan segera berlari ke titik finish untuk memenangkan lomba. Jika balon terlepas maka peserta itu akan gugur. Siap?!!"


Melodi dan Victor di arahkan oleh panitia untuk saling berhadapan dan balonnya di letakkan di antara wajah mereka untuk di apit.


"Siap!!"


"Mulaiiiii...."


Musik di mulai, Victor heboh menari sedangkan Melodi sendiri kikuk. Dia tak pandai menari atau apapun itu. Yang Melodi tau hanya belajar dan kalau merasa terancam ya lakukan bela diri. Just that.


Victor tersenyum miring melihat Melodi. Ada rasanya dia ingin mengerjai Melodi. Tangan Victor mencubit pipi Melodi keras membuat Melodi memekik, "Sakit!!"


"Biarin. Makanya jadi cewe jangan kaku lah! Gimana Andreas mau betah sama mu kalau cupu begitu." Ledek Victor.


Melodi memutar bola matanya malas, "Terserah." Ucap Melodi malas.


Victor terkekeh.


Musik berhenti dan saatnya berlari ke titik finish. Victor yang kakinya lebih panjang jadi terhambat karena jalan Melodi yang lambat karena kakinya memang lebih pendek darinya.


Mereka tertinggal dan kemudian musik kembali di mainkan. Semua peserta kembali menari.


Victor berdecak, "Is gimana sih. Pendek sih makanya jadi lama! Lihat, punggung ku aja sampai sakit bungkuk melulu." Kesal Victor.


"Ih! Aku juga udah berusaha kali!" Emosi Melodi.


Victor memutar bola matanya. Tak ada gunanya juga bertengkar lebih baik dia cari akal.


Musik pun berhenti. Segera tangan Victor menggendong Melodi dan membuat wanita itu terkejut bukan main. Setelahnya Victor berlari menuju titik Finish.


Victor berlari dan akhirnya sampai di finish. Saat dia hendak menurunkan Melodi balon terlepas dan membuat wajah mereka spontan bertemu. Melodi menahan nafasnya membuat jantungnya berdegup kencang.


Victor tersenyum miring, "Kalau mau cium ya cium aja." Godanya.


Melodi membelalakkan matanya dan menjitak kepala Victor membuat lelaki itu meringis.


Semua penonton bertepuk tangan sambil bersorak sorai. Para penonton sungguh di buat baper oleh adegan romantis itu.


"Sakit tau!" kesal Victor.


"Gila ya!" Emosi Melodi.


Victor hanya memutar bola matanya.


"Tadi juga, kalau aku jatuh gimana?! Dasar bodoh!"


"Makanya jangan pendek! Jadi lama kan jalannya!"


Melodi berdecak kesal dan memalingkan wajahnya.


"Waduh waduh... Ada pertengkaran dalam rumah tangga nih.." ledek sang pembawa acara.


"Emang mas. Calon saya ini memang galak, harap maklum aja."


Semua orang tertawa mendengar lontaran Victor yang menggoda Melodi.


Melodi membolangkan matanya, ingin sekali mencekik Victor sekarang juga.


"Iya iya mas. Tapi tenang... Karena perlombaan ini di menangkan oleh Mas dan Mbak!!! Nomor urut 20 menjadi pemenangnya!!!!"


Riuh suara meriah bertepuk tangan karena kemenangan mereka. Bahkan Melodi yang tadinya kesal jadi senang karena bisa memenangkan pertandingan ini.


Mereka pun mendapatkan hadiah.


"Mas dan Mbak silahkan ke sana ya. Untuk di ambil gambarnya, kami akan memanjang foto kalian di tempat kami sebagai pasangan paling romantis tahun ini."


Victor dan Melodi pun mengambil gambar dan terlihat sangat senang.