My Different Wife

My Different Wife
Terkalahkan



Melodi dan Victor masuk ke dalam bioskop.


"Aku mau mesan tiketnya. Kau tunggu di sini." Suruh Victor.


"Eh, kita nonton film genre apa?"


Tanya Melodi. Takut kalau genre yang paling di bencinya malah di pilih Victor.


"Horor."


Deg!


Melodi membelalakkan matanya, "Em, k-kayaknya gak seru. Cari yang lain aja." Kata Melodi dengan wajah pucat.


"Kenapa? Malam gini enak horor. Takut ya?" Victor memicingkan matanya dan tersenyum miring.


"S-siapa bilang takut? B-biasa aja. Hanya saja lagi gak mood aja film yang begituan." Jawab Melodi tanpa menatap mata Victor.


Victor mengangguk. Dia tau wanita ini pasti penakut tapi gengesi. "Gak ah. Enakkan film horor. Aku mau nonton horor, jangan membantah."


Melodi mencelos, dia sungguh takut dengan hantu. Dasar Victor sialan!


Melodi menarik tangan Victor saat hendak ke kasir, "Gak. Jangan horor. Aku gak mau. Gak seru!"


"Seru!"


"Gak!"


"Seru!"


"Tidak!"


"Seru seru seru! Pokoknya nonton horor! Lepas!" Victor melepaskan tangannya dari Melodi dan segera membeli tiket.


Sungguh sialnya Melodi. Lelaki itu sangat keras kepala dan egois!


Victor menarik tangan Melodi, "Sebenar lagi filmnya akan mulai, aku gak sabar. Kita pesan sesuatu dulu lah sebelum nonton."


Melodi sedang tak minat sama sekali. Bayangkan saja dia yang penakut hantu dan tinggal sendirian di rumah akan jadi apa?


"Terserah mu mau pesan apa, aku gak perduli." Melodi menepis tangan Victor.


"Lebay! Sama hantu aja takut. Heh, yang ada nih kalau hantu jumpa samamu pasti hantu itu yang ketakutan. Ya iyalah, kau kan lebih garang." Ledek Victor.


Melodi memutar bola matanya tanpa menjawab.


Victor tersenyum miring, "Ck. Gak usah sok ngambek. Ayo ikut."


Victor menarik tangan Melodi dan mengantri makanan bersamanya.


"Apaan sih!" Kesal Melodi.


"Dih, aku juga gak mau kali dekat denganmu. Ini cuma jaga jaga, mana tau kalau malah kabur." Papar Victor.


Melodi mengembuskan napas, sudahlah, dia hanya dapat berpasrah. Semoga dari sini Victor bisa berubah.


Setelah beberapa saat mengantri mereka pun memesan popcorn dan minuman. Setelah itu bunyilah sound khas bioskop yang menandakan teather telah terbuka. Maka mereka masuk ke dalam dengan duduk bersebelahan.


Jujur jantung Melodi sangat memburu, dia takut dan juga emosi bercampur menjadi satu. Tapi ya mau gimana lagi.


Melodi melihat ke arah Victor yang sangat menikmati wajah ketakutan Melodi. Dari sini Melodi mempelajari bahwa si Victor itu sengaja membuat dirinya merasa tidak nyaman agar Melodi jadi kalah.


Melodi sangat gusar.


Film pun di mulai. Awalan yang masih dalam keadaan aman, dan kemudian ada suatu konflik yang ternyata sudah terjadi puluhan tahun lalu dan di ungkapkan sekarang. Kemudian muncullah beberapa penampakan arwah penasaran itu dan membuat semakin menegangkan.


Sound yang begitu kuat membuat Melodi membelalakkan matanya. Sedikit rasa penasaran namun lebih banyak rasa ketakutan. Ntah apa yang membuat Melodi akhirnya merasakan hal berbeda, dia jadi tidak terlalu menakutinya melainkan semakin penasaran.


Sudah begitu lama Melodi tidak menonton Film horor karena ketakutannya terhadap aktor Suzana yang sangat menyeramkan. Tapi ketakutannya seakan kini sirna.


Victor menoleh ke arah Melodi saat hantu yang menyeramkan itu muncul, dia ingin melihat ketakutan di wajah Melodi hingga menangis.


Victor menaikkan salah satu alisnya, kenapa Melodi malah terlihat biasa saja. Bukannya tadi Melodi sangat ketakutan?


Melodi menoleh ke arah Victor, "Seharusnya kau tau aku takkan kalah." Kata Melodi di akhir dengan senyuman kecil.


Victor berdecih. Sial. Kenapa malah dia yang gusar sekarang?! Arh..


Ada rasa senang juga Victor mengajaknya untuk menonton horor. Kalau saja Victor tak membawanya malam ini untuk menonton horor di pastikan Melodi sendiri takkan pernah mau mencoba menontonnya.


Dan film pun selesai dengan happy ending. Semua permasalahan ketakutan sudah selesai dan kini Melodi yang tersenyum kemenangan.


"Apaan senyum senyum. Kesurupan?" Sindir Victor dengan tak suka karena gagal mengerjainya.


Melodi mengedikkan bahu, "Gak sih. Cuma yang sebelah aku aja yang kesurupan."


Melodi menghela nafas malas, "Terserah."


Mereka pun keluar dari teather dan melewati pusar mall.


"Malam kakak kakak, yuk ikutan games kita! Ini games khusus pasangan kak! Gratis!" Ajak seorang wanita yang menggunakan kaos pink dan celana hitam lengkap dengan bando pita layaknya seorang SPG


"Gak gak, gak ada waktu."  Putus Victor dengan segera menarik tangan Melodi.


Melodi memutar otak. Ini mungkin k sempat yang baik buatnya bukan?


"Boleh. Kami ikut!" Jawab Melodi dengan anggukan pasti.


Victor membelalakkan matanya tajam melihat Melodi dan malah mendapatkan tatapan tak kalah sinis dari Melodi. "Udah ikutin aja kenapa sih. Gak bayar juga."


Melodi kembali melihat sang mbak yang menawarkan games tadi. "Di mana mbak?"


"Oh di sebelah sana kak. Sudah ada beberapa pasangan di sana yang mau ikut gamesnya." Tunjuk mbak SPG itu.


Melodi menarik tangan Victor, "Ayo!"


Victor terpaksa ikut sambil berdecak. Hari yang sangat menjengkelkan.


Melodi mendata nama mereka setelah antri lumayan panjang. Kini saatnya pembagian nomor dan saatnya games di mulai.


"Malam kakak dan Abang sekalian... Permainan akan segera di mulai. Pertama di mulai dai games tebak tebakan keserasian, kedua adalah make over pasangan, dan yang terakhir adalah menari balon dengan pasangan. Siapa yang dapat melalui semua tahapan maka dialah pemenang pasangan terserasi untuk tahun ini! Foto pasangan akan di pajang di toko kami dan akan mendapatkan hadiah spesial nantinya dari kami!!"


Semua orang bertepuk tangan heboh.


"Baiklah, kita mulai dari pertandingan pertama. Uji keserasian dengan tebak tebakan!


Nanti salah satu dari kami akan membacakan soal. Soal mengenai seberapa benar pasangan kamu itu mengenal kamu. Masing masing menulis jawabannya dan saat dikatakan 'SELESAI' maka semua pasangan harus mengangkat tangan siap tidak siap. Kemudian siapa yang salah menjawab langsung di gugurkan.


Siap semuanya?!!"


"Siappp!!!" Jerit semua pasangan. Yang dalam perhitungan tadi ada sekitar 20 pasangan.


Melodi dan Victor sudah saling duduk berhadapan dengan papan tulis kecil dan spidol di tangan mereka.


"Gak akan menang." Ucap Victor.


Melodi mengangguk, kayaknya memang tidak akan menang, mereka bahkan sama sekali tak mengenal dengan baik.


Pasrah saja lah.


"Baiklah. Pertanyaan pertama, tanggal berapa ibu dari pasangan kalian ulang tahun?" Tanya SPG tersebut.


Melodi mengerutkan keningnya, berjumpa saja tidak pernah gimana mau tau tanggal lahirnya?


Victor melirik Melodi yang kebingungan malah terkekeh singkat, wajah kaku itu bisa bingung juga.


Dari pada tak ada jawaban Melodi memilih untuk menjawab asal asalan saja. "25 Desember 1968, mungkin?"


Victor juga menjawab asal, "2 Februari 1970."


"Selesai! Angkat tangannya!"


Semua kontestan mengangkat tangan.


Beberapa kontestan ditanya dan banyak yang gugur. Kini giliran Melodi dan Victor yang merupakan nomor urut terakhir.


"Kapan ibu kakak ulang tahun?" Tanya SPG pada Victor.


"25 Desember 1968." Jawab Victor singkat.


Melodi terbelalak. What? Dia benar?


"Jawaban kakak?" Tanya sang SPG pada Melodi. Melodi menunjukkan papannya,


"Wah... Benar!" Ucap sang SPG heboh.


Victor mengerutkan keningnya heran. Melodi pun memasang ekspresi yang sama.


"Dan sekarang kak, kapan ulang tahun ibunya kakak?" Tanya sang SPG pada Melodi.


"2 Februari 1970." Jawab Melodi.


Victor semakin bingung. Kenapa jawabannya bisa sama?


Victor menunjukkan tulisannya. "Wah benar juga!" Jerit SPG itu.


That's so freak..